Home » Kemahasiswaan » Komikus Internasional Alumni DKV FS UM (1)

Komikus Internasional Alumni DKV FS UM (1)

Ardian Syaf, Pembuat Komik Langganan Perusahaan Amerika

Batman Made in Tulungagung

HAMPIR tujuh jam sehari, pria yang tinggal di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, itu menghabiskan waktu di kamar berukuran 4 x 2 meter. Dia berkonsentrasi menciptakan berbagai gambar komik. Dengan pensil berbagai ukuran dan penghapus di atas meja, sarjana desain komunikasi visual Universitas Negeri Ma­lang (UM) 2004 itu membuat sketsa tokoh superhero dari Gotham City, Batman.

Dengan telaten, suami Evi Retnowati itu menggambar dan mengarsir bagian wajah dan tubuh tokoh manusia kelelawar tersebut. “Rencananya, desain ini untuk salah satu edisi komik yang bakal dirilis bulan depan oleh DC Comics Amerika,” ujar Ardian.

Tak jauh dari meja kerjanya terdapat dua lemari. Ketika dibuka, di dalanmya penuh tumpukan kertas. Seluruhnya adalah kumpulan karyanya. “Rencananya, gambar-gambar ini juga saya kirimkan ke perusahaan komik di Amerika,”tambuhnya.

Ya, Ardian kini boleh dikata sudah menuai hasil jerih payahnya yang ditanam sejak dini. Berkat kegemarannya coret-co­ret sejak kecil, serta ketelatenan­nya belajar mendesain komik hingga sarjana, job terus mengalir dari mancanegara. Karya-karya Ardian sudah menjadi langganan perusahaan komik pa­pan atas di Amerika, DC Comics. Perusahaan di bawah payung Warner Bros Entertainment itu kondang dengan karya superhe­ro, mulai Superman, Batman, hingga Wonder Woman.

Saat ini dia sudah menandatangani kontrak eksklusif selama dua tahun dengan perusahaan bermarkas di New York tersebut. Ardian mengerjakan desain gambar cerita novel berjudul Dres­den Files karya Jimi Butcher yang saat ini populer ditayangkan layar kaca Negeri Paman Sam. Dalam komik setebal 24 halaman itu, dia diminta untuk mengerjakan desain gambar hingga beberapa episode. Komik itu menngisahkan petualangan seorang penyihir muda yang berada di  zaman modern bemama

Harry Dresden untuk melawan makhluk akhluk asing yang ingin mengacaukan dunia. “Alhamdulillah, karya-karyaku akhirnya diterima mereka. Bahkan, katanya saat ini sedang digemari di sana,” ucapnya.

Namu, semua kesuksesan itu diraih dengan perjuangan. Be­berapa kali Ardian menawarkan karya-karyanya di beberapa media cetak, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan, dia sempat dimarahi orang tua. Tapi, dia tak patah arang. Malah, dia lebih bersemangat menggambar komik. Talenta yang dimiliki sejak kecil itu mulai menampakkan hail pada pertengahan 2005. Yakni, ketika dia iseng-iseng mencari informasi di internet serta kabar dari beberapa teman.

Dia mencoba memasang galeri di situs Internet untuk menawarkan desain komik di perusahaan luar negeri. “Saat kami tawarkan desain gambar, awalnya mereka tidak tertarik. Namun, selang beberapa waktu kemudian mereka tertarik. Meski tanpa gaji,” terangnya. Seiring jam terbang dan hasil karyanya yang semakin berkualitas, pada pertengahan 2007 karyanya diiterima DC Comics. Honornya sekitar USD 50 (sekitar Rp 480 ribu) per halaman. Komik yang dia garap berjudul Take a Chance. “Meski terbit belakangan, sejak saat itu semangatku membuat komik semakin terpacu,” ungkapnya.

Dan situ karya-karyanya Semakin teruji. Dia terus mendap­atkan tawaran untuk menyelesai­kan gambar beberapa cerita komik. Di antaranya, Batman and Superman, Justice League of America, dan beberapa judul yang lain. Tentunya, honornya semakin besar. “Saya merasa bersyukur. Saat ini satu lembar mendapat honor USD 235 (seki­tar Rp 225 juta). Bahkan, kertas gambar dikirim langsung dari sana (Amerika),” katanya. (mas tricahyono/oki)

Untitled-1 Untitled-2

JawaPos, Minggu 27 September 2009, hal.12

Tags:

 
 

16 Comments

  1. dhani says:

    Mantap coy

  2. naila cony says:

    wah…saya jadi semangat. Terus berkarya dan berkarya…!!! :lol:

  3. habibie says:

    siippp.
    buat motivasi.
    :D

  4. kemal says:

    boleh minta no hp nya kak ardian syaf ?? mo kursus <<<

  5. lisa says:

    waduh.. hebat jan yaw memang…. :idea: :idea: :idea:
    smoga tambah sukses ae dewchhhh…
    saaluuut au…. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  6. yuniar hari s says:

    q jg pgin dong kyak mas ardian..coz kerjaku di instrumentasi cm kontrak  di bumn hanya 650 rb/bln

  7. hyeo rin says:

    waww 8-O

    semangat yg perlu ditiru . kereen . :lol:

  8. Rifca sastra says:

    boleh..boleh,,,, ko bisa kenal ma perusahaan bule? :mrgreen:

  9. sagentong says:

    :?: wah hwebat ya om ini bisa dapet penghasilan dari hobi :mrgreen: salut buat om Ardian 8-O

  10. inedsanubari says:

    luar biasa hasil sebuah perjuangan yang diwarnai dengan peluh keringat dan airmata.
    dengan waktu yang tidak singkat tentunya..
    salut buat bang ardian syaaf. dengan bekerja dirumah menggunakan property termahal (ide dan kreatifitas) pun akan tetap mampu membiayai kehidupan yang gak lagi murah.

    pengen banget seperti sampeyan.
    maju terus bang!!

  11. anik says:

    Loh, berarti mas Ardian ini putranya Pak Tamsir ya, apa Pak Tamsir AS yg dulunya sering mengarang bahasa Jawa di Joyoboyo dan PS, dan pendiri sanggar apa ya namanya kok saya lupa. Kalo memang betul, berarti buah jatuhnya tak jauh dr pohonnya.

  12. necy says:

    kya sugoiii…:-o
    jadi pengen kayak ardian-kun

  13. kenyo says:

    Saat ini satu lembar mendapat honor USD 235 (seki­tar Rp 225 juta) WOOOOW….. menggiurkan sekali ya mas…salut buat karya2nya…

  14. Waridah says:

    Wow… SO sweeet..
    Kalo boleh tau gimana cara nawarin desain karakter ke perusahaan asing?? :?: 8-O :roll:

 
 

Leave a Comment