SEA Teacher Project atau Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia merupakan program yang diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education (SEAMEO) yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara. Sebelas negara anggota SEAMEO turut bekerjasama dalam proyek ini demi meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan merevitalisasi pendidikan guru, juga untuk terus membangun dan meningkatkan kualitas guru di wilayah negara asal. Program SEA Teacher Project Batch 8 berlangsung dari bulan Agustus hingga akhir September 2019 dengan MoU yang telah ditandatangani oleh kurang lebih 107 perwakilan universitas dari dalam dan luar negeri, 49 diantaranya merupakan universitas-universitas Indonesia, 43 universitas dari Filipina, satu universitas dari Malaysia, 12 universitas dari Thailand, dan dua universitas dari Vietnam.

Adapun universitas yang menjadi penyelenggara atau host bagi kelompok saya, yang terdiri dari 19 mahasiswa dari Indonesia dan Filipina adalah Chiang Rai Rajabhat University atau disingkat CRRU. Kami disambut dengan hangat pada hari pertama, serta diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatan selama empat pekan di provinsi yang terletak di Thailand Utara ini. Pada minggu pertama, kami melalui sesi orientasi, yakni sesi dimana kami saling mengenal sesama delegasi serta disebarkan menuju sekolah masing-masing yang berjauhan lokasi. Kami juga diberikan pengenalan mengenai sekolah yang dituju dan masa observasi selama tiga hari. Pekan kedua dilanjutkan dengan penyusunan lesson plan yang kelak akan digunakan untuk pekan selanjutnya. Teaching week merupakan masa-masa tersulit kami selama mengikuti proyek ini- dimana kami dituntut untuk mengajar murid-murid yang kami tidak mampu berkomunikasi dengan bahasa yang mereka ketahui. Berbagai metode dan media telah saya manfaatkan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar dengan para murid, diantaranya nursery rhymes, video, hand puppet, flashcards, dan serangkaian games yang sangat menarik hati mereka. Minggu terakhir merupakan minggu refleksi, dimana guru mentor dan supervisor setiap sekolah bertemu dengan pihak universitas yang terkait untuk membicarakan hasil evaluasi kinerja partisipan SEA Teacher Project selama berada di sekolah tersebut.

Tanpa terasa, empat pekan berlalu begitu cepat bagi saya. Rasanya seolah baru kemarin saya tiba di sekolah, menyapa murid di pagi hari dengan memberikan wai kepada murid, turut makan siang bersama guru di sekolah, hingga menyaksikan murid-murid TK tidur siang. Pengalaman yang telah saya peroleh selama mengikuti program ini tidak akan pernah saya lupakan. Mengajak murid-murid untuk mengikuti gerakan badan saya, menirukan bahasa Thailand yang merupakan terjemahan dari apa yang ingin saya ucapkan kepada murid-murid, sungguh membekas dalam hati saya. Saya masih teringat ketika murid-murid tersebut memeluk saya erat pada hari terakhir saya mengajar- seraya berucap, “Don’t go, Teacher Miaowmiaow (nama Thailand saya disana)!” Saya teringat antusiasme yang mereka berikan ketika saya berusaha menjelaskan pelajaran pada saat itu kepada mereka, saat saya mendiskusikan dengan guru mentor mengenai media yang ingin saya terapkan di kelas demi mendobrak rintangan pada saat itu- language barrier. Begitu banyak ilmu dan nilai moral yang saya peroleh selama berada di Chiang Rai. Satu bulan sungguh sangat cepat berlalu- rasanya, tidak cukup bagi saya untuk dapat memberikan banyak kepada murid-murid saya di Chiang Rai- akan tetapi, saya telah memberikan yang terbaik. Saya tahu bahwa mereka tidak akan melupakan saya, saya pun tidak akan pernah melupakan mereka.

Terdapat pula beberapa momen yang menurut saya sungguh pantas diapresiasi- ketika Sarah, teman saya dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan saya, menampilkan tari tradisional yang diiringi oleh lagu “Tokecang” di hadapan ratusan murid-murid Chiang Rai Municipality School 2. Mereka sangat antusias menyaksikan tarian kami, beberapa bahkan turut serta melenggak-lenggokkan tangan, menirukan gerakan kami. Kami juga menampilkan tarian Maumere sebagai penampilan terakhir pada Closing Ceremony di Chiang Rai Rajabhat University bersama-sama sebagai penampilan dari Indonesia- tepuk tangan riuh kami terima dari mahasiswa-mahasiswa CRRU berserta dosen dan staf panitia program ini. Empat minggu yang kami jalani bersama membuat persahabatan kami terjalin erat, hingga saat berpisah tiba dan air mata berlinangan di setiap sudut. Program ini ditutup dengan presentasi masing-masing delegasi yang dikirimkan kepada sekolah-sekolah di penjuru Chiang Rai, yang dapat berupa video maupun slide PPt. Terakhir, kami berfoto bersama dan diberikan kaos oleh Presiden Hubungan Internasional dari CRRU serta sertifikat atas partisipasi kami dalam program yang sungguh mengesankan ini.

Salma Al Mardhiyyah (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris 2016)

2 Surat Tugas

Scan 2 Sep. 2019

Miss Salma Al Mardhiyyah (1)