Penerapan linguistik selalu menjadi pembahasan yang seru. Kali ini, dua mahasiswi FS menjadi delegasi UM dalam event CONAPLIN (The Twelfth Conference on Applied Linguistics) (1-2/10). Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan di selenggarakan di Hotel Grand Tjokro, Jl. Cihampelass, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Dengan mengangkat tema “Applied Linguistics and Industrial Revolution 4.0: Reviewing Policy, Expanding Research, Enriching Practices”, berbagai aspek dalam linguistic pun dibahas dalam konferensi ini. Diikuti oleh perguruan tinggi seluruh Indonesia, seluruh peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara dari awal pelaksanaan hingga hari penutupan.

Pembukaan event CONAPLIN dilaksanakan di aula hotel Grand Tjokro oleh ketua umum ALTI Indonesia, Eri Kurniawan, Ph.D. Pada hari itu terdapat dua keynote speaker yang ditunggu-tunggu baik oleh presenters maupun participants. Pembicara yang pertama adalah Prof. Bacharudin Musthafa yang membahas mengenai pengajaran dan pembelajaran di era industry 4.0 serta tantangan yang menyertainya. Selain itu, ada Prof. Joanne Michelle Mynard yang membahas mengenai belajar mandiri untuk pembelajaran sepanjang hayat.

Pada konfrensi kali ini, Afifah Ainiyah dan Nur Nilam Ayu Saputri, mahasiswi Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris angkatan 2017, menjadi presenters dengan mempresentasikan penelitian mereka yang berjudul Applying English teaching strategy for digital native students using code mixing and code switching: lerners perspective. Penelitian tersebut melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari jurusan sastra inggris yang pernah mengambil mata kuliah Intermediate Reading. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan code mixing (campur kode) dan code switching (alih kode) yang digunakan oleh dosen pengampu mata kuliah Intermediate Reading. Penelitian ini dirasa perlu dilakukan guna mengetahui akibat dari penggunaan code mixing dan code switching dalam mempermudah mahasiswa dalam memahami teks narrative dalam pelajaran Intermediate Reading tersebut.

Di hari kedua, dua keynote speaker menyampaikan presentasi nya yang masih berada dalam lingkup linguistik. Prof. Anita Lie, sebagai pemateri pertama mempresentasikan penelitiannya yang berjudul The Industrial Revolution 4.0 and Language Policy: Indonesia Readiness to Use and Democratize English. Setelah itu dilanjutkan oleh Asst Prof. LIM Fei Victor yang membahas mengenai multiliterasi dalam kelas bahasa Inggris. Seluruh materi yang diberikan sangatlah menarik, diharapkan seluruh materi yang telah disampaikan oleh keynote speaker maupun para presenters, dapat bermanfaat dalam dunia linguistik, khususnya di Indonesia.