Surabaya, Jumat-Minggu, 22-24 Maret 2019 mahasiswa perwakilan Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang mengikuti lomba debat bahasa Inggris di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Lomba tahunan ini dinamai dengan Aku Untuk Indonesiaku (AUI) yang mana lomba ini sudah dapat dikategorikan sebagai salah satu lomba yang bergengsi. Hal ini tentu tidak beralasan, di dalam acara ini sudah hal biasa jika universitas yang dianggap memiliki kredibilitas dalam berdebat atau biasa dikenal dengan power house ikut berpartisipasi di dalamnya. Dalam hal ini perguruan tinggi yang dianggap sebagai power house adalah ITB, UI, UGM yang ketigannya mengirimkan perwakilan dalam acara ini. Terlebih, juri inti yang bertugas menjalankan lomba juga berasal dari debater yang memiliki pengalaman berdebat maupun menjuri yang mumpuni.

Mahasiswa Fakultas Sastra yang berkesempatan untuk berpartisipasi di dalam acara itu adalah Faris Yusron M dan Tamima Rubbama F yang tergabung di dalam tim A serta Abdul Halim dan Roza Damayanti sebagai tim B. Seluruh mahasiswa yang berasal dari jurusan Sastra Inggris ini tergabung dalam komunitas Valiant (komunitas debat bahasa Inggris) yang aktif bergerak di bidang debat dalam bahasa Inggris.

Sayangnya hasil yang di dapat tidak terlalu memuaskan di mana tim A yang hanya mampu bertanding hingga babak quarterfinal sementara tim B tidak dapat melewati babak penyisihan. Adapun tahapan lomba yang harus dilewati adalah babak penyisihan, quarterfinal, semi final, dan grand final yang pada saat itu ada 3 tim dari UGM dan 1 tim dari ITB yang berlaga di babak final. Meskipun demikian, dapat berpartisipasi dan bisa lolos hingga babak quarterfinal merupakan pengalaman berharga yang tidak dapat didapat dari manapun, dapat berkesempatan untuk melawan power house juga merupakan hal yang tidak ternilai. Semoga dengan pengalaman ini dapat menyebarkan pengalaman mereka kepada anggota Valiant yang lain dan kedepannya akan dapat meraih pencapaian yang lebih memuaskan.

 

Oleh

Tim A : Tamima Rubbama F dan Faris Yusron M

Tim B: Roza Damayanti dan Abdul Halim