Di Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, terdapat beberapa program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas-universitas di luar negeri. Salah satu program kerja sama di Fakultas Sastra UM yaitu pertukaran mahasiswa dengan GuangXi Normal University (GXNU), Tiongkok. Program ini diberi nama Program 3+1 GuangXi Normal University yang diselenggarakan perdana di tahun 2018 lalu.

Pada tahun ini, program kerja sama tersebut berlanjut. Kedua universitas masing-masing mengirimkan 6 mahasiswamya untuk belajar bahasa. Fakultas Sastra mengirimkan 6 mahasiswa untuk belajar bahasa Mandarin ke GXNU, sedangkan GXNU juga mengirimkan 6 mahasiswa untuk belajar bahasa Indonesia. Fakultas Sastra melibatkan dua jurusan untuk saling berkolaborasi mengelola program ini, yaitu Jurusan Sastra Indonesia dan Jurusan Sastra Jerman, yang di dalamnya terdapat Prodi Bahasa Mandarin.

Pada hari Selasa, 17 September 2019, dilakukan acara penyambutan mahasiswa Program 3+1 GuangXi Normal University di Fakultas Sastra. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FS, Wakil Dekan I FS, Ketua dan Sekretaris Jurusan Sastra Indonesia, Ketua dan Sekretaris Jurusan Sastra Jerman, Koorprodi Bahasa Mandarin, Direktur HI, koordinator program, para dosen pengajar, serta tutor. 6 mahasiswa GXNU datang ke Indonesia dengan didampingi 1 dosen.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FS, Prof. Utami Widiati, M.Pd. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan memberi motivasi pada seluruh mahasiswa agar belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat menguasai bahasa Indonesia dengan cepat. Selain itu, beliau juga berharap bahwa kerja sama antar universitas ini dapat terus berlanjut dan semakin baik dari tahun ke tahun. Senada dengan hal tersebut, Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Dr. Roekhan, M.Pd. juga berharap mahasiswa segera dapat beradaptasi dengan kondisi di Indonesia, karena program ini akan berlangsung cukup lama, yaitu selama satu tahun.

Koordinator program, Ariva Luciandika, M.Pd. juga menyampaikan sekilas informasi terkait teknis pelaksanaan pembelajaran. Mahasiswa akan mendapatkan pengajaran tentang kaidah bahasa Indonesia dan budaya Indonesia yang akan dikemas dalam beragam kegiatan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dosen pendamping dari GXNU kemudian memperkenalkan 6 mahasiswa yang akan belajar bahasa Indonesia, yaitu Cen Zirong, Li Caiyue, Li Qingwen, Qin Yuan, Weng Biansi, dan Xie Zhiyin.

Acara ditutup dengan sambutan dari Direktur HI, yaitu Evi Eliyanah, S.S., M.A. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir jika mengalami suatu masalah atau kendala selama berada di Indonesia. Akan ada banyak ‘pintu’ untuk mereka, dengan kata lain akan ada banyak pihak yang membantu setiap kendala yang mungkin akan mereka hadapi. Di akhir sambutannya, Direktur Hi mengungkapkan bahwa “Kita mungkin memiliki bahasa dan budaya yang berbeda, tetapi dengan menerapkan konsep pemahaman lintas budaya, maka kita akan saling memahami, dan pada akhirnya dunia ini akan penuh dengan kedamaian”. (Ariva Luciandika)