BISMILLAHIR RAHMÂNIR RAHÎM. Assalâmualaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh. Selamat pagi/siang/sore/malam.

Segenap keluarga besar Fakultas Sastra (FS), Universitas Negeri Malang (UM) yang kami sayangi.

Ketika tulisan ini sampai di hadapan keluarga besar FS UM, kami doakan semua senantiasa mendapat limpahan rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Mahaesa berupa nikmat keselamatan, kesehatan, keamanan, dan keberkahan dalam menjalani setiap aktivitas sehari-hari.

Sejak pertengahan bulan Maret 2020 lalu, wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19, atau yang populer dengan sebutan Virus Corona) telah mengubah banyak sisi dan aspek kehidupan, serta rencana-rencana kita. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita perlu lebih waspada, berhati-hati, dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Pertambahan jumlah kasus anggota masyarakat yang terinfeksi COVID-19 menghadirkan tantangan agar kita ikut bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19, sesuai dengan peran dan kapasitas kita masing-masing. Dalam situasi seperti ini, kami berharap keluarga besar FS UM tidak panik dan kehilangan harapan, tetap bersemangat, tetap optimis dan berpikiran positif bahwa tidak lama lagi situasi akan kembali normal seperti sediakala.

Dalam situasi seperti ini, prioritas utama kita adalah menjaga kesehatan diri dan anggota keluarga agar tetap prima. Meski demikian, kita juga harus tetap peduli dengan kesehatan lingkungan masyarakat sekitar. Salah satu bentuk ikhtiar kita dalam membantu Pemerintah membatasi dan memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan study from home (SfH) dan/atau work from home (WfH), di mana keluarga besar FS UM dihimbau untuk melaksanakan tugas-tugasnya secara daring (online), baik melalui Sistem Pengelolaan Pembelajaran (SIPEJAR) milik UM, ataupun melalui platform-platform media daring lainnya.

FS juga telah melakukan berbagai tindakan untuk memutus rantai penyebaran COVID19, antara lain dengan: penyiapan tempat untuk cuci tangan, penyediaan hand sanitizer pada titik-titik strategis, penyemprotan disinfektan di ruang dan bangunan, kebijakan campus lockdown dengan pelaksanaan kuliah, bimbingan dan ujian tugas akhir secara daring. Tindakan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam memastikan COVID19 tidak menyebar dan menular di lingkungan kampus.

Kami menyadari, situasi saat ini dapat memicu kepanikan, menimbulkan kelelahan mental, dan kontraksi finansial—jika kita tidak mampu mengelola keuangan dengan baik. Perlu kami garis bawahi bahwa kebijakan SfH dan WfH di bidang akademik dan nonakademik untuk belajar dan bekerja di rumah saat ini menjadi perhatian utama, karena kegiatan-kegiatan tersebut sebelumnya sangat bergantung pada interaksi sosial langsung. Konsekuensi lain yang harus ditanggung sivitas FS UM, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, adalah ketersediaan akses internet untuk berpartisipasi dalam perkuliahan daring, layanan administratif daring, bimbingan dan ujian tugas akhir secara daring, —yang tentu saja terasa lebih merepotkan bagi pihakpihak tertentu dibanding tatap muka langsung.

Belajar dan bekerja dari rumah secara penuh dan serentak jelas merupakan hal yang relatif baru bagi kita semua. Tentu saja, kita memerlukan masa adaptasi hingga menemukan model atau pola belajar dan bekerja yang paling sesuai untuk berbagai kebutuhan dan tuntutan. Oleh karena itu, mari kita saling mendukung agar semuanya berjalan dengan lancar, serta target belajar dan sasaran kinerja tercapai.

Keluarga Besar FS UM yang kami cintai.

Kami menyadari, sebagian besar mahasiswa telah berkumpul kembali dengan keluarga, namun itu tidak berarti kesulitan telah berakhir. Sejumlah mahasiswa berhadapan dengan tantangan ketiadaan sinyal atau keterbatasan dana untuk membeli paket data internet. Mahasiswa yang bertahan di tempat kos/pondok/sejenisnya pun dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak kalah rumit: suasana tempat tinggal yang sepi, kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, dan tantangan bertahan untuk tetap sehat. Oleh karena itu, kami menyarankan mahasiswa yang masih tinggal di Kota Malang agar tetap berkomunikasi secara rutin dengan keluarga, teman-teman, serta penasihat akademik untuk saling mendukung dan saling menguatkan secara moral agar tetap tegar dan tangguh melewati periode pandemi global (COVID-19).

Menghadapi krisis kesehatan dan kemanusiaan saat ini, selain menggalang solidaritas sosial, marilah kita tidak berhenti memupuk semangat spiritual-religius dengan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, memohon pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, agar bangsa Indonesia segera diselamatkan dan dibebaskan dari ujian yang sangat berat ini. Kita sedang berupaya untuk berkontribusi melalui penggalangan dana kemanusiaan agar dapat membantu sesama melalui mekanisme “satu pintu” yang dikoordinasi oleh Satgas COVID-19 UM. Kita hendaknya tetap bertegur sapa dengan orang-orang di lingkungan sekitar kita, saling menguatkan, berpikir positif, serta tidak mengunggah informasi hoax (bohong) yang berdampak pada meningkatnya tekanan psikis sehingga menimbulkan kepanikan sosial.

Last but not least, mari kita saling menyemangati untuk tidak putus harapan. Di balik kesulitan, tentu akan datang banyak kemudahan dan pertolongan. “Inna ma’al ‘usri yusro” (Sesungguhnya kesulitan itu selalu disertai dengan kemudahan-kemudahan), demikian firman Tuhan dalam Q.S. al-Insyirah: 5. Tidak lama lagi, insya Allah kita akan back to campus (kembali ke kampus), kembali beraktivitas dalam ruang kuliah dan laboratorium, meneliti, menyelenggarakan forum-forum akademik, dan beraktivitas organisasi. Kita harus terus menghidupkan harapan dan pikiran positif untuk masa depan yang cemerlang. Kita harus berinisiatif untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan saling membantu melewati masa-masa krisis. Ketika bertemu nanti, insya Allah, kita akan hadir sebagai sosok yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia.

Wassalâmualaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh.

Malang, 2 April 2020 Pimpinan Fakultas Sastra