Lomba Debat Nasional Pendidikan 2019 ialah kompetisi Debat tingkat nasional yang diikuti oleh lebih dari 16 finalis yang merupakan mahasiswa dari berbagai Universitas di seluruh Indonesia, mulai dari Universitas Tanjungpura, Universitas Pattimura, Universitas Atma Jogja, hingga Universitas Padjajaran. Lomba ini dilaksanakan di Aula Utama Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Selama dua hari kegiatan, terdapat empat babak; babak penyisihan, babak quarter final, babak semi final, dan babak grand final. Terdapat tiga round pada babak penyisihan. Round 1 tim kami (UM1) melawan UNS dengan mosi “Dewan ini percaya bahwa sistem pendidikan nasional harus difokuskan pada pengembangan potensi minat dan bakat anak sejak usia dini”. Tim UM1 berhasil memenangkan round 1. Round 2 tim UM1 melawan UB dengan mosi “Dewan ini mendukung peningkatan praktek for profit education pada sistem pendidikan tinggi di negara berkembang”. Tim UM1 berhasil memenangkan round 2. Round 3 tim UM1 melawan IPB dengan mosi “Dewan in percaya bahwa pemerintah yang memberlakukan sistem student loan harus membebaskan seluruh tanggungan pinjaman yang dipinjam oleh siswa atau mahasiswa yang mengalami pengangguran jangka panjang setelah lulus dari institusi pendidikan tersebut”. Pada round 3 ini dimenangkan oleh tim IPB. Dari total kemenangan sekaligus score yang kami dapatkan, kami berhasil melaju ke babak quarterfinal dan berada diposisi keempat. Pada babak quarterfinal ini diambil delapan tim dengan nilai tertinggi. Dibabak quarter final, tim kami (UM1) melawan UNNES1 dengan mosi “dewan ini percaya bahwa bahasa Inggris harus menjadi satu-satunya bahasa pengantar pendidikan bagi mata pelajaran IPA, IPS, dan MATEMATIKA di negara berkembang”. Pada babak ini dimenangkan oleh tim UNNES1 sehingga tim kami belum bisa lolos kebabak semi final dan grandfinal. Diakhir perlombaan diumumkan pembicara terbaik dan saya berhasil mendapatkan gelar sebagai TOP 10 PEMBICARA TERBAIK.

(Nur Zila Wati, NIM: 170221607017)