Dua Tim FS Lolos Semifinal Jurisdiction 2019
Beberapa hari yang lalu mahasiswa perwakilan Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang
mengikuti lomba debat bahasa Inggris di Universitas Negeri Jember. Lomba tahunan ini
dinamai “Jurisdiction” yang mana lomba ini sudah dapat dikategorikan sebagai salah satu
lomba yang diantisipasi oleh debater di seluruh Indonesia. Selain itu, juri inti yang bertugas
menjalankan lomba juga berasal dari debater yang memiliki pengalaman berdebat maupun
menjuri yang mumpuni.
Mahasiswa Fakultas Sastra yang berkesempatan untuk berpartisipasi di dalam acara itu
adalah Faris Yusron M dan Abdul Halim yang tergabung di dalam tim A serta Tamima
Rubbama F dan Roza Damayanti sebagai tim B. Seluruh mahasiswa yang berasal dari
jurusan Sastra Inggris ini tergabung dalam komunitas Valiant (komunitas debat bahasa
Inggris) yang aktif bergerak di bidang debat dalam bahasa Inggris.
Sayangnya hasil yang di dapat tidak terlalu memuaskan di mana kedua tim A hanya mampu
bertanding hingga babak semifinal. Adapun tahapan lomba yang harus dilewati adalah babak
penyisihan, semi final, dan grand final yang pada saat itu ada 2 tim dari UBAYA, 1 tim dari
ITS, dan 1 tim dari POLINEMA yang berlaga di babak final. Meskipun demikian, dapat
berpartisipasi dan bisa lolos hingga babak semifinal merupakan pengalaman berharga yang
tidak dapat didapat dari manapun, dapat berkesempatan untuk melawan debater dari
universitas-universitas lain juga merupakan hal yang tidak ternilai. Semoga dengan
pengalaman ini dapat menyebarkan pengalaman mereka kepada anggota Valiant yang lain
dan kedepannya akan dapat meraih pencapaian yang lebih memuaskan.
RUMILUS 2019 “Information Disclosure:Peran Informasi dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045”
Rumilus
“Information Disclosure:Peran Informasi dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045”
Pada tanggal 16 – 17 september HMJ Sastra Indonesia telah melaksanakan kegiatan RUMILUS ( Forum Ilmiah Ilmu Perpustakaan) yang memiliki tema “Information Disclosure peran informasi dalam mewujudkan generasi Indonesia 2045”.Kegiatan diperuntukkan untuk mahasiswa dan Umum. Tujuan diadakan agar kita bisa mempersiapkan diri dalam menanggap informasi di masa yang akan datang.Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula A3 Universitas Negeri Malang dan dihadiri para mahasiwa dan mahasiswi
Pada Senin, 16 September 2019 adanya rangkaian lomba yang telah diadakan dalam RUMILUS seperti artikel ilmiah, lomba poster kreatif, lomba video inspiratif dengan berbagai sub tema mulai dari big data, manajemen informasi perpustakaan, inovasi perpustakaan, Repositori Institusi, Informasi Digital, Kebijakan Informasi, Literasi Informasi.Rangkaian Lomba ini diikuti berbagai Universitas.Acara dibuka oleh penampilan dari Griya Sastra.
Pada selasa, 17 September 2019 HMJ Sastra juga menghadirkan ketua Umum FPPTI Jawa Tmur yaitu Amirul Ulum ,S,Sos.,M.IP. dan Dosen ilmu perpustakaan Universitas Negeri Malang yaitu Taufiq Kurniawan,SIP,M.IP. Materi ini disampaikan dengan sangat menarik. Acara ini juga memiliki hiburan mulai dari penampilan Griya Sastra dan disela sela acara juga terdapat pembagian voucher.
ONEDAY Vol.7 2019 Jurusan Seni dan Desain FS Bertajuk HOMPIMPA
Pada bulan September ini Himpunan Jurusan Seni dan Desain, Universitas Negeri Malang mengadakan acara ONEDAY yang merupakan acara tahunan dan telah diselenggarakan untuk ketujuh kalinya, yaitu ONEDAY Vol. 7. ONEDAY ini diselenggarakan pada bulan September tepatnya hari Rabu, 4 September 2019 bertempat di Panggung Terbuka Q3, Universitas Negeri Malang. Melibatkan partisipasi mahasiswa Jurusan Seni dan Desain angkatan 2018 sebagai pengisi acara maupun panitia, dan diperuntukkan terutama pada mahasiswa baru Jurusan Seni Desain 2019. Pada ONEDAY ketujuh ini mengusung konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini kami mengangkat konsep pagelaran.
ONEDAY tahun ini dikemas dalam bentuk pagelaran dan mengangkat tema ‘HOMPIMPA’. Sedangkan pada tahun sebelumnya, ONEDAY berkonsepkan pameran yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Seni Desain. Acara dibuka dengan adanya sambutan-sambutan yang diberikan oleh Pembina serta Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Desain, tak lupa sambutan oleh Ketua Acara ONEDAY. Dilanjutkan dengan adanya beberapa penampilan dari pengisi acara yang berasal dari dalam Universitas Negeri Malang. Acara ini juga diramaikan dengan adanya berbagai macam stan yang berasal dari dalam maupun luar Universitas Negeri Malang.
Pada ONEDAY tahun ini, meski berbeda dari tahun sebelumnya, namun antusiasme mahasiswa baru sangat tinggi. Pada puncak acara ONEDAY kali ini, terdapat pagelaran yang dipertunjukkan oleh Mahasiswa Seni Desain angkatan 2018 yang bertemakan ‘HOMPIMPA’, yang memiliki arti bahwa Hompimpa adalah suatu hal yang dilakukan sebelum melakukan suatu permainan (khususnya dilakukan pada permainan tradisional khas Indonesia), diibaratkan sama dengan suatu bentuk penyambutan mahasiswa baru sebelum mereka terjun kedalam dunia perkuliahan. Pada akhir acara terdapat penampilan musik dari grup-grup musik yang berasal dari dalam Universitas Negeri Malang.
Pada akhirnya, tujuan acara yang ditujukan untuk menyambut mahasiswa baru serta menyongsong tradisi Indonesia kedalam pagelaran pun dapat tercapai dengan baik. Sehingga nantinya, mahasiswa Jurusan Seni dan Desain mampu menjadi bagian dari masyarakat yang kreatif, inovatif, serta tak pernah luput membawa tradisi Bangsa Indonesia.
Secara keseluruhan, acara ONEDAY berjalan lancar dan sukses. Tidak terdapat kendala yang begitu berarti selama pelaksanaan acara. Antusias mahasiswa Universitas Negeri Malang maupun masyarakaat Malang pada acara sangat baik. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung serta pihak-pihak yang ikut berkecimpung dalam acara ONEDAY vol. 7 tahun ini.
(HMJ Seni dan Desain)
PT Hikmah Sejahtera
Jadwal dan Peserta Ujian Komprehensif Lisan Program Magister Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Semester Gasal 2019-2020
Delegasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan pada Seminar Nasional & Call for Paper di Universitas Tidar
UPT Perpustakaan Universitas Tidar di bulan September 2019 tepatnya tanggal 18 menyelenggarakan sebuah Seminar Nasional & Call for Paper yang bertemakan “Peningkatan Budaya Literasi di Era Revolusi Industri 4.0”. Seminar ini diikuti kurang lebih 85 peserta dan pemakalh dari Call for Paper. Pemateri dari seminar ini sangat menakjubkan, karena Dr. Muhammad Rohmadi. M. Hum seorang Kepala Perpustakaan Universtas Sebelas Maret dan Ida Fajar Priyatno, PhD seorang Dosen Manajemen Informasi dan Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Call for Paper yang telah dikumpulkan pada acara ini bertemakan “Peningkatan Budaya Literasi di Era Revolusi Industri 4.0”.
Delegasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang turut hadir dan mengikuti Call for Paper dan Seminar Nasional ialah Iffa Maisyaroh dan Zahrotul Hurriyyah. Dua mahasiswa ini mengumpulkan makalah yang berjudul “Pengembangan Budaya Literasi oleh Generasi Muda melalui Digital Platform”. Inti dari dari makalah ini ialah mengajak para generasi muda untuk saling mengembangkan budaya literasi dan kreativitasnya dalam mengemas sebuah informasi menjadi menarik, ringkas dan mudah dipahami. Karena sebagian besar generasi muda menyukai bacaan yang ringan, ringkas, menarik dan mudah dipahami.
Hasil dari makalah Call for Paper ini telah dijadikan buku atau prosiding yang dibagikan kepada setiap penulis dan akan diunggah pada repository Perpustakaan Universtas Tidar.
M. Idris Setiawan (VISUALGO) (Mahasiswa DKV) Juara 1 Business Plan Competition NAFTEX 2019
Business Plan Competition National Agritech Festival and Exhibition (NAFTEX) 2019 bertempat di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang merupakan ajang tahunan dan untuk tahun ini diselenggarakan pada tanggal 20-22 September 2019.
Juara 1 – Visual Go dari Universitas Negeri Malang
Juara 2 – Plastic Ranger dari Universitas Gajah Mada
Juara 3 – Bakso Kanus dari Politeknik Negeri Jakarta
Best Poster – Oryza Squad dari Universitas Brawijaya
Best Presentasi – Mustika Raya dari Universitas Gajah Mada
Berikut Profil Visual Go
Layanan Bisnis Basis Digital (E business) & Platform online tenaga ahli berkompeten bidang Desain Komunikasi Visual sekaligus mengemban misi sosial konsep pembiayaan untuk visualisasi branding SENTRA INDUSTRI LOKAL UNGGULAN yang menguntungkan dan bersifat mulia, sekaligus berdampak kepada masyarakat sekitar, untuk saat ini telah berkerjasama dengan dinas perindustrian kota Malang terkait UKM yang hendak dibantu.
Layanan kami cepat, dan VisualGo terus belajar tumbuh dari pengalaman untuk membantu misi pemerintah dalam percepatan mewujudkan Pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. VisualGo memiliki mekanisme bisnis yang menggunakan pendekatan industri 4.0 khususnya pada pengembangan e-business, big data dan jejaring multi-sub sektor ekonomi kreatif dimana dilengkapi dengan misi kebermanfaatan untuk masyarakat.
Wilayah Indonesia Timur merupakan sasaran utama market kami, dengan kekuatan layanan jasa unggulan diantaranya; Project Visual Aerial Inspection, Project Visual Documentation, Project Multimedia Kreatif, Visual Industrial Package, Project Planning & Design. Dengan dukungan platform digital yang sedang dikembangkan, manajemen yang baik dan tenaga ahli potensial. VisualGo telah dipercaya oleh beberapa perusahaan dengan skala nasional dan multinasional karena telah memberikan pemikiran atau produk kreatif yang tepat dan sesuai anggaran.
Selamat Datang Mahasiswa Program 3+1 GuangXi Normal University 2019
Di Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, terdapat beberapa program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas-universitas di luar negeri. Salah satu program kerja sama di Fakultas Sastra UM yaitu pertukaran mahasiswa dengan GuangXi Normal University (GXNU), Tiongkok. Program ini diberi nama Program 3+1 GuangXi Normal University yang diselenggarakan perdana di tahun 2018 lalu.
Pada tahun ini, program kerja sama tersebut berlanjut. Kedua universitas masing-masing mengirimkan 6 mahasiswamya untuk belajar bahasa. Fakultas Sastra mengirimkan 6 mahasiswa untuk belajar bahasa Mandarin ke GXNU, sedangkan GXNU juga mengirimkan 6 mahasiswa untuk belajar bahasa Indonesia. Fakultas Sastra melibatkan dua jurusan untuk saling berkolaborasi mengelola program ini, yaitu Jurusan Sastra Indonesia dan Jurusan Sastra Jerman, yang di dalamnya terdapat Prodi Bahasa Mandarin.
Pada hari Selasa, 17 September 2019, dilakukan acara penyambutan mahasiswa Program 3+1 GuangXi Normal University di Fakultas Sastra. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan FS, Wakil Dekan I FS, Ketua dan Sekretaris Jurusan Sastra Indonesia, Ketua dan Sekretaris Jurusan Sastra Jerman, Koorprodi Bahasa Mandarin, Direktur HI, koordinator program, para dosen pengajar, serta tutor. 6 mahasiswa GXNU datang ke Indonesia dengan didampingi 1 dosen.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FS, Prof. Utami Widiati, M.Pd. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan memberi motivasi pada seluruh mahasiswa agar belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat menguasai bahasa Indonesia dengan cepat. Selain itu, beliau juga berharap bahwa kerja sama antar universitas ini dapat terus berlanjut dan semakin baik dari tahun ke tahun. Senada dengan hal tersebut, Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Dr. Roekhan, M.Pd. juga berharap mahasiswa segera dapat beradaptasi dengan kondisi di Indonesia, karena program ini akan berlangsung cukup lama, yaitu selama satu tahun.
Koordinator program, Ariva Luciandika, M.Pd. juga menyampaikan sekilas informasi terkait teknis pelaksanaan pembelajaran. Mahasiswa akan mendapatkan pengajaran tentang kaidah bahasa Indonesia dan budaya Indonesia yang akan dikemas dalam beragam kegiatan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dosen pendamping dari GXNU kemudian memperkenalkan 6 mahasiswa yang akan belajar bahasa Indonesia, yaitu Cen Zirong, Li Caiyue, Li Qingwen, Qin Yuan, Weng Biansi, dan Xie Zhiyin.
Acara ditutup dengan sambutan dari Direktur HI, yaitu Evi Eliyanah, S.S., M.A. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir jika mengalami suatu masalah atau kendala selama berada di Indonesia. Akan ada banyak ‘pintu’ untuk mereka, dengan kata lain akan ada banyak pihak yang membantu setiap kendala yang mungkin akan mereka hadapi. Di akhir sambutannya, Direktur Hi mengungkapkan bahwa “Kita mungkin memiliki bahasa dan budaya yang berbeda, tetapi dengan menerapkan konsep pemahaman lintas budaya, maka kita akan saling memahami, dan pada akhirnya dunia ini akan penuh dengan kedamaian”. (Ariva Luciandika)


















