(0341)567475 literature@um.ac.id
Indonesia Malaysia dalam Bandingan: Departemen Sastra Indonesia UM Hadirkan Sastrawan Kedua Negara dalam Acara Bincang Sastra 2024

Indonesia Malaysia dalam Bandingan: Departemen Sastra Indonesia UM Hadirkan Sastrawan Kedua Negara dalam Acara Bincang Sastra 2024

Kota Malang – “Sastra Indonesia perlu terus dikembangkan, tapi juga perlu melihat perkembangan sastra di Malaysia untuk berbagi dan membandingkan, bukan untuk dipermasalahkan”. Kutipan tersebut menggema pada hari Selasa, 23 April 2024. Departemen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) menggelar acara Bincang Sastra bertajuk “Indonesia Malaysia dalam Bandingan” yang bertempat di Aula AVA, Gedung D14.201 Fakultas Sastra. Acara ini merupakan forum diskusi yang mempertemukan para sastrawan dan akademisi dari kedua negara untuk mengkaji dan membandingkan karya sastra mereka.

Acara dimulai dengan khidmat saat MC membuka acara yang diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Bahasa Indonesia oleh semua peserta. Kepala Departemen Sastra Indonesia UM, Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd, M.Pd, kemudian melanjutkan kegiatan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari ini dengan memberikan sambutan hangat sekaligus melakukan penyerahan cenderamata kepada pemateri sebagai tanda terima kasih atas kehadiran dan kontribusinya.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang mahasiswa sarjana, magister, dan doktoral di lingkup Departemen Sastra Indonesia UM ini pun dilanjutkan dengan sesi paparan sebanyak dua kali. Sesi pertama diisi oleh Prof. Madya Dr. Mohamad Saleeh Rahamad dari Universiti Malaya, Malaysia. Sastrawan dan pengajar dari negeri tetangga ini memberikan materi berjudul “Oksidentalisme dalam Sastera Melayu” yang membicarakan persamaan dan perbedaan karya sastra antara Indonesia dan Malaysia yang memiliki akar sejarah yang sama, namun diresapi dengan pandangan yang unik.

Sesi kedua kemudian disampaikan oleh Ibu Dr. Dwi Sulistyorini, M. Hum dengan materi berjudul “Hibriditas Budaya dalam Karya Sastra Indonesia”. Dosen Departemen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tersebut membahas faktor budaya lokal dan global yang mempengaruhi perkembangan sastra Indonesia.

Selanjutnya, Dr. Sn. Indra Suherjanto, M.Sn., selaku moderator yang memandu jalannya diskusi mempersilahkan para peserta untuk bertanya secara langsung kepada para pemateri dengan penuh dinamika dan interaksi yang menarik.

Acara yang juga dihadiri oleh para dosen ini juga tidak hanya sebatas diskusi, tetapi juga diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU sebagai bukti komitmen untuk terus mengembangkan kerja sama dalam bidang pembelajaran sastra antara Universitas Negeri Malang dan Universiti Malaya. Sebelum acara ditutup, semua peserta bersama-sama berfoto sebagai tanda kebersamaan dalam merayakan keberhasilan acara ini.

Hida Al Maida, salah seorang peserta dari Universitas Sumatera Utara, menyampaikan kesan dan pesan positifnya terhadap acara ini. “Asik, seru, dan memberikan pengetahuan baru, terutama terkait dengan sastra Malaysia”, ujar Mahasiswi pertukaran pelajar tersebut.

Dalam kesimpulannya, Prof. Madya Dr. Mohamad Saleeh Rahamad menekankan pentingnya pengembangan sastra Indonesia dengan melihat perkembangan sastra di Malaysia sebagai inspirasi, bukan sebagai persaingan. Sedangkan Ibu Dr. Dwi Sulistyorini menegaskan bahwa karya sastra harus tetap mengakar pada budaya lokal, sambil menggali wawasan dari budaya global untuk memperkaya kreativitas.

Pewarta: Moch. Alfa Alfiansyah

Halal Bi Halal FS UM Menghadirkan Nuansa Arab dan Inovasi

Halal Bi Halal FS UM Menghadirkan Nuansa Arab dan Inovasi

Halalbihalal Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) tahun ini digelar dengan tema yang mengajak untuk merayakan kebersamaan dalam suasana hangat keakraban dan kebersamaan. Dengan tema “Mari Kita Rayakan Hari Kemenangan dengan Bersilaturahmi dan Berharmoni dalam Cerita 1001 Malam, #EidMubarak” yang bernuansa Arab, acara ini menampilkan suasana yang berbeda dan unik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Acara halalbihalal tersebut diselenggarakan di Aula AVA FS UM pada Hari Kamis (18/04) dan tidak hanya menghadirkan momen bermaaf-maafan dan beramah tamah, tetapi juga dimeriahkan dengan pentas seni yang memukau. Kaligrafi karya mahasiswa Fakultas Sastra serta pernak-pernik bernuansa Arab menjadi pemandangan yang menarik dalam acara tersebut.

Salah satu aspek yang membuat konsep acara ini unik adalah penyambutan dari dekan yang disajikan melalui video di layar LCD Aula AVA, diikuti dengan penampilan seni oleh para dosen dan tenaga pendidik dari masing-masing departemen, serta sesi makan bersama. Koordinator acara, Maria Hidayati SS, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep halalbihalal FS kali ini merupakan hasil perpaduan konsep halalbihalal dari UM dan FS sendiri.

Selain itu, penyegaran dalam konsep acara tersebut didasari oleh slogan UM, yaitu “excellence in learning innovation”. Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si., Dekan Fakultas Sastra UM, menyatakan kepuasannya terhadap kinerja panitia dan menyebutkan bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam setiap acara yang diselenggarakan.

Melalui tema yang dipilih, halalbihalal Fakultas Sastra UM mengajak tendik dan dosen untuk merayakan kebersamaan dalam keragaman budaya di tengah perkembangan zaman, serta menguatkan tali persaudaraan. Semangat kegembiraan dan perdamaian yang terpancar dari tema #EidMubarak diharapkan dapat menginspirasi dan mewarnai kehidupan di lingkungan kampus untuk selalu berinovasi.

Pewarta : Tri Anggara Medhi Sampurno

Membanggakan, Dua Mahasiswa Sastra Arab UM Raih Prestasi dalam Ajang MUSPAIN dan Peroleh Hadiah Umroh

Membanggakan, Dua Mahasiswa Sastra Arab UM Raih Prestasi dalam Ajang MUSPAIN dan Peroleh Hadiah Umroh

Dalam ajang Musabaqoh Siswa PAI Nasional, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) telah mengukir prestasi yang membanggakan. M. Zaky Arrosyidi dan Sawabila Irfana, yang merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, berhasil meraih juara pertama dan harapan satu dalam cabang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 3 jus kategori Mahasiswa. Kompetisi yang dimulai dengan babak penyisihan online pada tanggal 15 Februari 2024, kemudian dilanjutkan dengan final offline di kemenag Kota Malang pada Minggu, 3 Maret 2024, menandai keberhasilan mereka dalam mempersiapkan diri dan menguasai setiap ayat Al-Quran.

Keberhasilan mereka tidak hanya diakui dengan penghargaan berupa piala dan sertifikat, tetapi juga dengan hadiah yang istimewa. Zaky berhak mendapatkan hadiah Umrah, sebuah perjalanan religius ke Tanah Suci Mekah, sebagai penghargaan atas dedikasinya dalam kompetisi tersebut. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarganya, dan juga bagi UM.

Dalam wawancara, Zaky mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang luar biasa ini, serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama orangtuanya yang selalu mendoakan kesuksesannya. Ia menyoroti bahwa kompetisi ini diikuti oleh banyak peserta dari seluruh penjuru Indonesia, dan kemenangannya adalah hasil dari dukungan, doa, serta kerja kerasnya.

Dalam persiapannya menghadapi perlombaan, Zaky melakukan murojaah mandiri dan pembinaan di UKM ASC. Bahkan, ia bercerita bahwa sering melakukan murojaah hafalan di atas sepeda motor saat pergi ke kampus. Selain itu, Muhammad Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I., sebagai Pembina Khafilah MTQ UM, menyatakan kebanggaannya atas prestasi Zaky. Beliau menegaskan komitmen UM dalam mendukung pengembangan spiritualitas mahasiswanya, serta berharap prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengejar prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Fery juga memperjelas bahwa persiapan Zaky dan Sawabila untuk kompetisi ini didukung oleh UM sejak awal masuk, karena keduanya masuk UM melalui jalur mandiri prestasi. Mereka telah dipersiapkan sebagai bagian dari ajang besar, yaitu MTQ MN. Selain itu, Fery menambahkan bahwa Sawabila Irfana juga memperoleh prestasi dengan menjadi harapan satu dalam ajang tersebut. Dengan adanya dukungan dari UM, diharapkan prestasi semacam ini akan semakin merata di seluruh mahasiswa.

Selain Zaky, Sawabila juga meraih prestasi yang membanggakan dalam ajang tersebut, dan menyatakan rasa syukurnya telah dapat membawa nama baik UM di kancah nasional. Sawa juga menekankan bahwa persiapan sebelum lomba tidaklah mudah, dan ia konsisten dalam melakukan murojaah setiap harinya. Harapannya adalah untuk terus meraih prestasi yang dapat membanggakan UM di bidang Al-Qur’an di masa mendatang.

 

Pewarta: Tri Anggara Medhi Sampurno

en_USEnglish