(0341)567475 [email protected]
Angkat Budaya Lokal ke Pembelajaran Modern, Dosen PBA UM Gelar FGD Penelitian di UPI

Angkat Budaya Lokal ke Pembelajaran Modern, Dosen PBA UM Gelar FGD Penelitian di UPI

Bandung, 4 Mei 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan observasi penelitian bertajuk “Desain Buku Ajar Bahasa Arab Berkonten Folklor Nusantara Berbasis Mobile Learning” yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Riset Kolaborasi Indonesia yang melibatkan tiga perguruan tinggi besar di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pro. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi ilmiah dan observasi lapangan terkait pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis budaya lokal Nusantara. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan inovasi buku ajar bahasa Arab yang tidak hanya menekankan aspek kebahasaan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui cerita rakyat dan folklor Nusantara dengan dukungan teknologi mobile learning.

Riset kolaboratif ini diketuai oleh Prof. Mohamad Zaka Al Farisi M.Hum dari UPI. Adapun anggota peneliti terdiri atas Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling (UNHAS) dan Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd, (UM). Kolaborasi antarkampus ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan riset pendidikan bahasa Arab yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan masa kini.

Dalam kegiatan FGD, para peneliti membahas berbagai aspek penting terkait desain buku ajar, mulai dari pemilihan folklor Nusantara yang relevan, strategi integrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Arab, hingga pengembangan platform pembelajaran berbasis perangkat mobile. Selain itu, observasi penelitian juga dilakukan untuk memperoleh data empiris mengenai kebutuhan mahasiswa dan efektivitas penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab.

Menurut tim peneliti, penggunaan folklor Nusantara dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki potensi besar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih komunikatif, kontekstual, dan dekat dengan pengalaman budaya peserta didik.

Kegiatan penelitian kolaboratif ini juga menjadi wujud nyata sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis riset. Dengan memadukan pendekatan budaya dan teknologi digital, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan bahan ajar bahasa Arab di Indonesia, khususnya pada era transformasi digital pendidikan.

Melalui kegiatan FGD dan observasi tersebut, para peneliti optimistis bahwa desain buku ajar bahasa Arab berbasis folklor Nusantara dan mobile learning dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang efektif, menarik, dan mampu menjawab tantangan pembelajaran bahasa Arab di era modern.

ICONELS 2026 Hari Pertama Bahas AI dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra

ICONELS 2026 Hari Pertama Bahas AI dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra

Malang — Departemen Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan hari pertama International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan internasional ini mengangkat tema “Language, Literature, and Education in the Age of Artificial Intelligence” dan menghadirkan akademisi, peneliti, guru, educator, serta praktisi pendidikan dari berbagai negara dan berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula A20 Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang tersebut dibuka secara resmi melalui sambutan dari perwakilan DAAD, Goethe-Institut Jakarta, dan Universitas Negeri Malang. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dari Program Studi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan UM.

 

Dalam sambutannya, Axel Grimpe selaku perwakilan Goethe-Institut Jakarta menyampaikan harapannya agar ICONELS dapat menjadi ruang untuk memperkuat networking antara guru, educator, dan dosen dalam bidang pendidikan serta kebahasajermanan. Melalui forum akademik ini, peserta diharapkan dapat memperdalam keilmuan, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Malang dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat akademik global (global academic spirit) melalui penyelenggaraan konferensi internasional seperti ICONELS. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan berbagai daerah di Indonesia menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan pendidikan, bahasa, literasi, dan sastra di era kecerdasan buatan. Diskusi yang berlangsung selama konferensi diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermakna bagi pengembangan dunia pendidikan dan humaniora.

Sesi pleno hari pertama menghadirkan sejumlah pembicara internasional. Dr. Yap Leng Lee dari University of Malaya, Malaysia, membuka sesi keynote dengan materi bertajuk “Teaching Writing in the Age of AI: Experiences from a DaF Classroom” yang membahas pengalaman penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman sebagai bahasa asing.

 

Selanjutnya, Dr. Nguyen Thi Bich Phuong dari Vietnam National University, Hanoi, memaparkan penelitian mengenai penggunaan ChatGPT di kalangan mahasiswa metodologi pembelajaran bahasa Jerman melalui presentasi berjudul “ChatGPT – ein zweischneidiges Schwert”.

Sesi invited speaker yang didukung DAAD turut menghadirkan Dr. Isabel Hoffmann dari Ernst Klett Verlag, Jerman. Dalam paparannya, ia menyoroti pemanfaatan AI dan teknologi pembelajaran baru dalam pengajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing, serta pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi, tanggung jawab pedagogis, dan praktik pembelajaran.

Usai sesi pleno dan diskusi panel, kegiatan dilanjutkan dengan parallel paper presentations yang berlangsung di lima ruang berbeda. Berbagai topik dipresentasikan, mulai dari AI-assisted language learning, literasi digital, pembelajaran bahasa Mandarin berbasis media digital, hingga isu budaya, sastra, dan keberlanjutan.

Selain sesi paralel, ICONELS 2026 hari pertama juga menghadirkan Curriculum Development Workshop yang bekerja sama dengan Dhoch3, Goethe-Institut Jakarta, dan Friedrich-Schiller-Universität Jena. Workshop ini membahas pengembangan kurikulum Deutsch als Fremdsprache (DaF) berbasis riset dan praktik pembelajaran.

Pelaksanaan hari pertama ICONELS 2026 menjadi ruang kolaborasi akademik internasional yang mempertemukan berbagai gagasan inovatif mengenai masa depan pendidikan bahasa dan sastra di era kecerdasan buatan. Konferensi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik global sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang adaptif, kritis, dan humanis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

[Tim Humas FS]

Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan LPI Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC)

Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan LPI Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC)

Malang — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) menerima kunjungan studi banding dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC) Fakultas Sastra pada Senin (11/5/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengembangan wawasan pendidikan multilingual dan penguatan identitas budaya dalam lingkungan belajar bahasa.

Rombongan LPI Sabilillah Malang terdiri atas enam peserta yang berasal dari jajaran pimpinan dan pengembang pendidikan multilingual. Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat konsep, fasilitas, serta pengelolaan Self Access Centre (SAC) sebagai pusat pembelajaran mandiri bahasa di Fakultas Sastra UM. Kegiatan penyambutan dan diskusi dipandu oleh tim dari SAC Fakultas Sastra, yakni Dr. Niamika El Khoiri, S.Pd., M.A. selaku Ketua SAC Fakultas Sastra, bersama Nanang Zubaidi, S.S., M.A., Ph.D., Dr. Ibnu Samsul Huda, S.S., M.A., Dr. Sri Prameswari Indriwardhani, S.Pd., M.Pd., Amira Eza Febrian Putri, S.Pd., MTCSOL., serta Rully Farida, M.Pd.

Dalam suasana hangat dan kolaboratif, para peserta berdiskusi mengenai pengembangan ruang belajar bahasa yang nyaman, interaktif, dan berbasis budaya. SAC Fakultas Sastra UM dinilai menjadi salah satu model pengembangan pembelajaran bahasa yang mampu mengintegrasikan aspek teknologi, kemandirian belajar, dan nuansa budaya dalam satu ekosistem pembelajaran. Selain pemaparan mengenai program dan layanan SAC, peserta juga diajak meninjau langsung fasilitas pembelajaran mandiri bahasa yang tersedia di lingkungan Fakultas Sastra UM.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan LPI Sabilillah Malang dalam pengembangan pendidikan bahasa dan budaya di masa mendatang.

[Tim Humas FS UM]

Studi Banding HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ Perkuat Kolaborasi Akademik

Studi Banding HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ Perkuat Kolaborasi Akademik

Malang, 2 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan studi banding dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) IMABINA Universitas Negeri Jember (UNEJ) pada Sabtu (2/5). Bertempat di Laboratorium Drama, Fakultas Sastra UM, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran wawasan antarorganisasi kemahasiswaan di bidang sastra.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum HMD Sastra Indonesia UM, Zahara Sania Isvara Dinejad, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan HMP IMABINA UNEJ. “Studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi momentum untuk belajar bersama. Kami berharap diskusi hari ini bisa melahirkan ide-ide kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua himpunan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembina HMD Sastra Indonesia UM, Ahmad Junaidi, S.S., M.A. Beliau menekankan pentingnya membangun jejaring antarhimpunan sastra di Indonesia. “Mahasiswa sastra punya peran strategis dalam merawat budaya dan literasi. Dengan kolaborasi, kita bisa memperkuat peran itu di tingkat yang lebih luas,” tutur beliau.

Sebagai bentuk penyambutan, HMD Sastra Indonesia UM menampilkan pertunjukan dari Griya Sastra Puisi (GRISAS) berjudul “Suara Dibawah Atap”. Pertunjukan ini diperankan oleh lima mahasiswa anggota GRISAS. Dengan konsep teatrikal puisi, penampilan tersebut memadukan pembacaan puisi, ekspresi wajah, olah vokal, dan gerak tubuh yang ekspresif. Musikalisasi dan tata cahaya sederhana di Laboratorium Drama turut memperkuat suasana, sehingga berhasil memukau peserta studi banding. Penampilan ini menjadi representasi salah satu program unggulan HMD Sastra Indonesia UM dalam pengembangan minat dan bakat di bidang sastra pertunjukan.

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja masing-masing organisasi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait pengelolaan kegiatan, kaderisasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Maftuhatus Zahro, menyampaikan bahwa studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan antar kedua himpunan, seperti kolaborasi produksi karya atau seminar bersama.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol hubungan baik antara HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang positif dalam mengembangkan potensi mahasiswa sastra, serta memperkuat jejaring antarorganisasi kemahasiswaan di tingkat perguruan tinggi.

Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan siswa SMA Negeri 1 Lawang dalam kegiatan outing class bertajuk “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra” yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Self Access Center (SAC) Fakultas Sastra sebagai bagian dari upaya pengenalan dunia perkuliahan kepada siswa sekolah menengah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik di berbagai program studi sastra. Mereka berkesempatan mengunjungi SAC Sastra Indonesia, SAC Sastra Inggris, dan SAC Sastra Jerman, serta mendapatkan penjelasan mengenai proses pembelajaran, fasilitas pendukung, hingga peluang karier di bidang kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang suasana belajar di perguruan tinggi.

Selain itu, interaksi dengan lingkungan kampus diharapkan dapat menumbuhkan motivasi serta kesiapan siswa dalam merencanakan studi lanjut. Perwakilan Fakultas Sastra UM menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalin kemitraan dengan sekolah serta memperkenalkan dunia akademik secara lebih dekat kepada calon mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mendapatkan wawasan baru serta inspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang sastra dan bahasa.

Pewarta : Ratu Zabrina

Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Sastra UM Gelar “Beyond Movement”, Perayaan Hari Tari, Musik, dan Teater 2026

Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Sastra UM Gelar “Beyond Movement”, Perayaan Hari Tari, Musik, dan Teater 2026

Malang – Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tari, Musik, & Teater 2026 yang mengusung tema “Beyond Movement – Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman”. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 30 April 2026, di Lantai Ground Hall Malang Town Square, dan berlangsung meriah sejak pukul 12.35 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi ruang kolaboratif yang melibatkan alumni, mahasiswa Program Studi PSTM (sekarang PSP) angkatan 2022 hingga 2025, serta berbagai pihak eksternal, termasuk komunitas-komunitas seni di wilayah Malang Raya. Keterlibatan komunitas seni lokal ini memperkaya perspektif artistik sekaligus memperkuat jejaring ekosistem seni pertunjukan antara kampus dan masyarakat.

Kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas ini menghadirkan perayaan seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna budaya dan refleksi sosial. Beragam penampilan tari, musik, dan teater disuguhkan dengan kualitas artistik yang memukau. Pementasan yang ditampilkan berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan penonton. Tidak hanya menonjolkan keterampilan teknis para pelaku seni, setiap pertunjukan juga membawa pesan mendalam tentang identitas, kreativitas, serta dinamika budaya di tengah perubahan zaman.

Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., Ketua Kaprodi S1 PSP sekaligus Ketua Departemen Seni dan Desain, menyampaikan bahwa tema Beyond Movement dipilih untuk menegaskan bahwa seni pertunjukan tidak sekadar gerak dan bunyi, tetapi merupakan pengalaman utuh yang melibatkan emosi, pemikiran, dan interaksi sosial. “Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang pengalaman yang hidup—yang mampu menghubungkan generasi, membuka dialog budaya, dan menginspirasi kreativitas baru, termasuk melalui sinergi dengan komunitas seni di Malang Raya,” ujarnya.

Antusiasme penonton yang tinggi menjadi indikator keberhasilan acara ini. Para pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga terlibat secara emosional dalam setiap sajian yang ditampilkan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antar generasi pelaku seni sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas seni lokal.

Fakultas Sastra UM berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai wadah ekspresi, inovasi, dan pelestarian budaya yang inklusif. Sebagai penutup, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pengisi acara, komunitas seni, tim produksi, hingga para penonton yang turut menyukseskan kegiatan ini.

[Tim Humas FS]

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Malang, 29 April 2026 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan klarifikasi usulan Program Studi (Prodi) Baru PTN-BH untuk Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (29/4), pukul 08.00–10.00 WIB.

Asesor dalam Kegiatan klarifikasi ini adalah Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dan Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. Klarifikasi ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses pengajuan program studi baru, yang bertujuan untuk melakukan validasi dan pendalaman terhadap aspek akademik, kelembagaan, serta pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan LAMDIK Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengajuan Akreditasi Program Studi Kependidikan Baru Program Jarak Jauh untuk jenjang Magister dan Doktor pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Melalui kegiatan ini, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program studi yang berkualitas, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran jarak jauh, khususnya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan seminar bertema “Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni Pertunjukan: Menjawab Tantangan Industri Kreatif & Society 5.0.” Acara ini diadakan pada tanggal (29/4/26) di Gedung AVA Lantai 2 D14 Fakultas Sastra, dengan menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pendidikan seni, Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dari Universitas Airlangga, dan Puji Astutik, S.Pd, guru seni budaya SMPN 23 Malang.

Seminar yang dimoderatori oleh Wecya Sugevin, S.Pd., M.Pd dari Universitas Negeri Malang ini bertujuan untuk membahas tantangan dan peluang pendidikan seni dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta perubahan paradigma dalam masyarakat modern. Tema besar seminar ini menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga menghargai filosofi dan identitas budaya dalam seni pertunjukan.

Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dalam pemaparannya menjelaskan bahwa generasi Z yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi, memerlukan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan seni tradisional dengan elemen-elemen kontemporer, sehingga mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan pentingnya memadukan antara seni tradisional dan seni digital, di mana para pelaku seni masa depan harus bisa mengintegrasikan visualisasi, interaktivitas, serta personalisasi dalam karya seni mereka.

Sementara itu, Puji Astutik S.Pd, yang memiliki pengalaman mengajar seni budaya, mengungkapkan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pendidikan seni. Menurutnya, pembelajaran seni tidak hanya berhenti pada pengetahuan teknis, tetapi harus mampu menghubungkan siswa dengan nilai-nilai budaya yang mendalam melalui eksplorasi dan penciptaan karya seni yang orisinal. Beliau juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya yang merefleksikan konteks sosial dan budaya di sekitarnya.

Acara ini juga menyajikan beberapa contoh konkret penerapan strategi pembelajaran mendalam seperti project-based learning, di mana siswa diberi kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan pameran seni topeng Malangan kontemporer. Strategi lain yang dibahas adalah inkuiri budaya, di mana siswa mengunjungi pengrajin batik lokal untuk memahami filosofi di balik motif batik yang mereka buat.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta seminar juga diajak untuk melakukan refleksi estetis, seperti merasakan perasaan ketika memainkan gamelan, yang menghubungkan mereka lebih dalam dengan nilai-nilai budaya. Seminar ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi penerapan seni tradisional dalam konteks modern, melalui integrasi teknologi dan kolaborasi lintas disiplin.

Seminar ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi kemajuan pendidikan seni pertunjukan di Indonesia, yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga nilai-nilai budaya yang mengakar kuat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi seni, dan masyarakat, diharapkan pendidikan seni di Indonesia dapat terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman.

Pewarta: Ratu Zabrina Berlianti – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM

Libatkan 141 Mahasiswa Internasional, Fakultas Sastra UM Gelar Summer Course on Sastra Melayu 2026 Secara Hybrid

Libatkan 141 Mahasiswa Internasional, Fakultas Sastra UM Gelar Summer Course on Sastra Melayu 2026 Secara Hybrid

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Summer Course on Sastra Melayu 2026 selama empat hari, 22–25 April 2026. Program ini dilaksanakan dengan format hybrid (luring dan daring) serta diikuti oleh 141 mahasiswa asing dari Thailand, China, Malaysia, Pakistan, India, dan Sudan. Program ini dirancang dalam empat hari dengan empat jenis kegiatan utama yang berbeda, yakni seminar akademik, eksplorasi seni dan budaya, kunjungan lapangan, serta presentasi hasil pembelajaran.

Hari pertama difokuskan pada seminar akademik yang menghadirkan pembicara internasional dan nasional, antara lain Dr. Shivani Sivagurunathan, Andre Septiawan, Prof. Evi Eliyanah, dan Varavejbhisis Yossiri. Sesi ini memberikan landasan konseptual mengenai kajian sastra Melayu dalam perspektif global. Hari kedua diisi dengan kegiatan seni dan praktik budaya, meliputi pertunjukan tari tradisional, pembacaan dan musikalisasi puisi, pementasan teater, serta workshop pembuatan keramik gaya Melayu dan pelatihan gamelan bersama Prof. Ponimin. Pada hari ketiga, peserta mengikuti kegiatan lapangan (field trip) dengan mengunjungi Candi Singhasari, museum, serta desa binaan Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kontekstual mengenai keterkaitan sastra dengan sejarah dan budaya masyarakat. Hari keempat ditutup dengan presentasi kelompok peserta yang menampilkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan sertifikat.

Dekan Fakultas Sastra UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa program ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sastra Melayu di kalangan generasi muda. “Melalui skema hybrid dan keterlibatan mahasiswa dari berbagai negara, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang memperkaya perspektif global,” ujarnya..

Kegiatan Summer Course on Sastra Melayu 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi kajian sastra Melayu di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama akademik lintas negara di masa mendatang.

Fakultas Sastra UM Gelar CAGARA Entrepreneur Fest 2026, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Wirausaha

Fakultas Sastra UM Gelar CAGARA Entrepreneur Fest 2026, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Wirausaha

​Malang — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan CAGARA Entrepreneur Fest 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar bertajuk “Strategi Pengembangan Kewirausahaan bagi Mahasiswa” yang akan diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026.

Bertempat di Audio Visual Aula (AVA) F9, Gedung D14 Lantai 2 Fakultas Sastra UM, seminar ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh mahasiswa penerima dana CAGARA FS 2026 sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pendampingan program kewirausahaan. Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Aiga Ventivani, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Malang yang akan membawakan materi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta Ardian Ferdy Prahengga, S.Kom., praktisi sekaligus Direktur Utama Moonlight dan Ta’lim Lughoh Yogyakarta, yang akan berbagi pengalaman praktis dalam dunia usaha.

CAGARA Entrepreneur Fest 2026 menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Sastra UM dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang produktif di kalangan mahasiswa. Dengan menghadirkan kombinasi perspektif akademis dan praktis, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Selain itu, pemahaman tentang perlindungan karya melalui HKI juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global.

en_USEnglish