Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan Gelanggang Purnama 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (28/9). Kegiatan lanjutan dari MISI yang telah dilaksanakan sebelumnya (26/9). Kegiatan ini menjadi bagian terakhir dari orientasi mahasiswa baru tingkat Departemen Sastra Indonesia. Acara ini menghadirkan malam pementasan dari tiga Lembaga Semi Otonom (LSO) HMD Sastra Indonesia, yakni Teater Pelangi, Griya Sastra Puisi, dan Gita Lenggang Tari.
Tahun ini, Gelanggang Purnama mengusung pementasan utama bertajuk “Sunyaruri”, yang terinspirasi dari novel karya Risa Saraswati. Sunyaruri memiliki makna “sunyi yang hidup”, yaitu kondisi hening yang bukan berarti hampa, melainkan ruang perenungan dan pemaknaan diri. Gelanggang Purnama menjadi wadah ekspresi seni yang dirancang khusus untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia kreativitas dan pengembangan minat-bakat. Melalui acara ini, mahasiswa baru diharapkan terinspirasi sekaligus mendapatkan ruang untuk mengenal lebih dekat wadah yang sesuai dengan ketertarikan mereka.
“Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak penonton khususnya mahasiswa baru untuk tidak takut atau cemas saat berada dalam fase sunyi. Sunyaruri mengajarkan bahwa kesunyian bukan akhir, melainkan jeda yang penuh makna,” ujar Davina Aulia Y, selaku sie acara pada kegiatan tersebut.
Masing-masing LSO turut mempersembahkan penampilan terbaiknya. Teater Pelangi menampilkan pertunjukan “Badut Terakhir” yang menghadirkan nuansa dramatik penuh simbol kehidupan. Gita Lenggang Tari memukau penonton melalui penampilan “Pamuja Sesaji” dengan koreografi yang sangat bermakna budaya. Sementara itu, Griya Sastra Puisi menghadirkan “Dan Dalam Rentetan Kekalahan, Bertahanlah Sedikit Lebih Lama”, sebuah refleksi puitis tentang keteguhan dalam menghadapi keterpurukan.
Melalui perpaduan teater, puisi, dan tari, Gelanggang Purnama 2025 menghadirkan pengalaman artistik yang menyentuh, sekaligus menjadi ajakan bagi mahasiswa baru untuk berdamai dengan sunyi, melihat kesepian bukan sebagai musuh, melainkan teman perjalanan yang membawa pesan.
Dengan penyelenggaraan Gelanggang Purnama 2025, HMD Sastra Indonesia tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyuguhkan ruang refleksi yang relevan dengan perjalanan hidup mahasiswa baru. Acara ini diharapkan mampu menjadi pintu bagi mereka untuk menemukan komunitas, menyalurkan bakat, dan tumbuh bersama dalam dunia sastra dan seni.
Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri