(0341)567475 [email protected]
Mengangkat Spiritualitas Timur di Tengah Arus Globalisasi, Departemen Sastra Arab Selenggarakan International Guest Lecture bersama Dr. Kyowoon Hawoon Y

Mengangkat Spiritualitas Timur di Tengah Arus Globalisasi, Departemen Sastra Arab Selenggarakan International Guest Lecture bersama Dr. Kyowoon Hawoon Y

Mengangkat Spiritualitas Timur di Tengah Arus Globalisasi, Departemen Sastra Arab Selenggarakan International Guest Lecture bersama Dr. Kyowoon Hawoon Yi

Dalam upaya memperkuat jejaring akademik internasional dan memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan International Guest Lecture pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di ruang sidang Fakultas Sastra UM.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Kyowoon Hawoon Yi dari Seoul National University, Korea, yang membawakan tema “Eastern Philosophy and Spirituality in the Global Era” (Filsafat Timur dan Spiritualitas di Era Global). Dalam paparannya, Dr. Yi mengajak audiens untuk menelusuri kembali nilai-nilai luhur dalam tradisi pemikiran Timur yang dinilai semakin relevan di tengah kompleksitas kehidupan global saat ini.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., dan Wakil Dekan III Fakultas Sastra, Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program internasionalisasi yang diusung Fakultas Sastra UM. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Anggaunitakiranantika, S.Sos., M.Sosio. dari Departemen Sosiologi, yang menambahkan perspektif interdisipliner dalam diskusi yang berlangsung.

Turut hadir pula tim dosen Departemen Sastra Arab serta para mahasiswa yang aktif terlibat dalam sesi tanya jawab. Suasana akademik terasa hidup dengan diskusi yang mencakup nilai spiritual, relasi manusia dan alam, hingga relevansi filsafat Timur dalam kehidupan urban modern.

Melalui kegiatan ini, Departemen Sastra Arab tidak hanya membuka ruang dialog lintas budaya dan disiplin, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman akademik bertaraf global yang tetap berpijak pada kearifan lokal dan spiritualitas Timur.

PENTAS KITA: Suara Kreativitas Mahasiswa dalam Panggung Inspirasi

PENTAS KITA: Suara Kreativitas Mahasiswa dalam Panggung Inspirasi

MALANG-  Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia (HMD Sasindo) dengan bangga mengadakan pertunjukan seni yang menarik di Aula AVA, Gedung D14 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) pada hari Sabtu (10/05). Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga sebagai momen penting dalam kalender akademik, sekaligus menandai berakhirnya semester dengan kegiatan NAVASTRA.

Kegiatan ini menampilkan tiga lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan HMD Sasindo: Teater Pelangi, Gita Lenggang Tari, dan Griya Sastra Puisi. Dengan tema ‘Merayakan Kreativitas dan Kebebasan dalam Seni’, acara ini dirancang untuk menjadi platform kolaboratif yang memungkinkan setiap lembaga untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. 

Acara dimulai dengan pemutaran video bumper yang mengingatkan penonton akan pengalaman berharga selama masa perkuliahan, terutama bagi mahasiswa baru yang baru saja memasuki dunia kampus. Video ini berhasil menciptakan suasana nostalgia dan menghangatkan hati para penonton. Setelah itu, penampilan pertama dari Teater Pelangi dimulai dengan pertunjukan berjudul ‘Karamnya Irama Laot Teduh’. Penonton terkesan dengan penampilan maksimal para aktor yang berhasil membawakan karakter dalam menciptakan momen-momen yang penuh emosi.

Selanjutnya, Gita Lenggang Tari mengambil alih panggung dengan penampilan yang ceria dan energik. Tarian yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan keragaman budaya Indonesia melalui gerakan yang terinspirasi dari berbagai daerah. Hal ini menegaskan bahwa mahasiswa UM berasal dari seluruh penjuru tanah air, menciptakan satu kesatuan dalam perbedaan.

Acara ditutup oleh Griya Sastra Puisi yang menyajikan puisi-puisi yang menggambarkan perjalanan hidup mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Dengan tema ‘Mencoba Tema bahagia padahal Lagi Hancur-hancuran Banget’, mereka menceritakan berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Namun, di balik semua itu, mereka akhirnya menemukan kebahagiaan sejati. Penampilan ini berhasil menyentuh hati banyak penonton, membuat mereka merenungkan perjalanan hidup masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDG 4 dengan memastikan bahwa pendidikan yang mereka terima adalah berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan seni adalah bagian integral dari pengembangan pribadi dan sosial mahasiswa, serta penting dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Mahrojan Arabi ke-19: Menyulam Peradaban Melalui Keindahan Seni  di Sastra Arab FS UM

Mahrojan Arabi ke-19: Menyulam Peradaban Melalui Keindahan Seni di Sastra Arab FS UM

MALANG- Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) sukses gelar Mahrojan Arabi pada (13/05) sampai (16/05) di Fakultas Sastra UM. Mahrojan Arabi ke-19 menjadi ajang tahunan yang mempertemukan kreativitas dalam kompetisi dari pelbagai penjuru dengan tema ‘Merajut Jejak Peradaban melalui Bahasa Arab dalam Seni, Sastra, dan Budaya Dunia’,  tema ini mencerminkan pentingnya bahasa Arab sebagai jembatan komunikasi dan pemahaman antar budaya.

Mahrojan Arabi ke-19 diselenggarakan dengan penuh semangat secara luring dan daring, menjangkau peserta dari tingkat nasional hingga internasional. Acara ini menjadi sorotan bagi para pecinta bahasa Arab dan budaya, dengan berbagai lomba yang menarik perhatian. Lomba luring mencakup beberapa kategori yang menantang, seperti المناظرة العلمية (debat ilmiah), الخطابة العربية (pidato dalam bahasa Arab), قراءة الشعر (membaca puisi Arab), dan لغناء العربي (bernyanyi dalam bahasa Arab). Setiap kategori lomba ini dirancang untuk menampilkan keahlian dan kreativitas peserta dalam menggunakan bahasa Arab.

Di sisi lain, lomba daring juga tidak kalah menarik, terdiri dari تلاوة القرآن (membaca Al-Qur’an) dan قراءة الكبر (membawakan berita dalam bahasa Arab). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam konteks yang lebih luas dan beragam. Salah satu highlight dari Mahrojan Arabi ke-19 adalah seminar bertajuk International Conference in Arabic (INCAFA), yang diadakan secara daring pada (15/05). 

Di area Selasar D17 Fakultas Sastra, pengunjung dapat menikmati berbagai bazar makanan dan minuman yang menggugah selera, menambah semarak suasana festival. Bazar ini tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga menjadi tempat interaksi sosial yang memperkuat ikatan antar peserta dan pengunjung.

Acara pembukaan berlangsung dengan meriah, menghadirkan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa Sastra Arab. Beberapa penampilan seperti Banjari menjadi pembuka yang memukau dan menghibur para hadirin. Suasana penuh keceriaan ini menciptakan energi positif yang mengalir sepanjang acara. Sedangkan, penutupan acara dijadwalkan pada hari Jumat, (16/05), dengan suasana yang sangat meriah. Di momen ini, diumumkan pemenang dari masing-masing kategori lomba. 

Mahrojan Arabi ke-19 bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan platform untuk merayakan dan mempromosikan budaya serta bahasa Arab secara global. Mahrojan Arabi menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan pemahaman budaya Arab. Ini membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan peserta, yang merupakan bagian SDG ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Malang- Setelah rangkaian acara Universe to Bibliotheca, and Back (U2BB) 2025, Departemen Sastra Inggris sukses di gelar, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) dan University Sains Malaysia (USM) melakukan kunjungan ke LKP Soendari Wastra Wiyata hari Kamis (15/05) Pukul 14.00 di Malang. Kegiatan ini di dampingi oleh Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., Erli Wahyuningtyas Sudarmiati, S.Pd., M.App.Ling.,  Alma Huwaida Ramadhani, M.A., dan Para Panitia.

Setibanya di lokasi, para peserta disambut oleh Pak Sugik, seorang budayawan yang memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan batik. Beliau menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekadar produk, melainkan merupakan proses yang kaya akan makna dan nilai budaya.

Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pendamping, menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Malang, khususnya batik, kepada mahasiswa asing. Ia menambahkan bahwa Malang dikenal dengan batik topeng sebagai identitas budaya kota tersebut sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan batik, di mana peserta diajak untuk memahami teknik dan filosofi di balik pembuatan batik. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba sendiri membuat batik, sehingga akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada budaya Jawa lainnya, seperti keris, yang merupakan senjata tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Mereka juga diperkenalkan gamelan sebagai alat musik trasional Jawa. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke toko batik, di mana peserta dapat melihat berbagai produk batik yang telah jadi dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai cara perawatannya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan apresiasi mahasiswa terhadap budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan yang harus dilestarikan.

Kegiatan membatik secara langsung memberikan pengalaman belajar yang praktis. Hal ini sejalan dengan tujuan SDG 4 untuk menyediakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Foto: Lila Almira

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

MALANG- Guna memperdalam Mata Kuliah Filologi, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) Angkatan 2024 mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada hari Jumat (09/05) di Perpustakaan Ordo Karmel, Santo Titus Brandsma, Malang. Kegiatan ini merupakan implementasi ilmu dari mata kuliah Filologi yang diikuti oleh 120 Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM dan didampingi oleh Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum. dan Ahmad Junaidi, S.S., M.A., 

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi dan mengidentifikasi sejumlah naskah kuno dengan menggunakan berbagai pendekatan yang mendukung penelitian dalam bidang kesusastraan dan kebahasaan. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal objek penelitian.

Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan, kegiatan Kuliah Lapangan dengan mengunjungi tempat penyimpanan naskah bertujuan agar mahasiswa mengetahui secara konkrit ragam media naskah, bentuk tulisan naskah kuno, cara merawat naskah pun juga bisa diketahui secara langsung serta memotivasi mahasiswa untuk merawat naskah dan mengkaji isi naskah karena banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari cerita yang ada dalam naskah. Selain itu, beliau juga berharap, dengan dilaksanakannya kunjungan ini generasi muda dapat melestarikan, mempertahankan naskah kuno sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ahmad Junaidi, S.S., M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sebagai pengenalan langsung objek manuskrip kuno sekaligus menerapkan metode filologi dalam penelitian sastra maupun linguistik sehingga luarannya bisa dijadikan laporan berupa artikel.

Kunjungan mahasiswa Sastra Indonesia ke perpustakaan manuskrip kuno tersebut sangat relevan dengan SDG 4, karena mendukung tujuan pendidikan berkualitas, akses terhadap sumber belajar, peningkatan kesadaran budaya, dan pendidikan berbasis pengalaman. Kunjungan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terlibat dalam upaya pelestarian dan promosi budaya lokal. Mahasiswa juga belajar dalam konteks nyata, yang dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi.

Pewarta: Putri Wahyuni N

id_IDIndonesian