Malang- (25/09/25) Fakultas Sastra menghadiirkan Program Bertajuk Alumni Spotlight dengan tema “Bagikan Cerita, Tebar Inspirasi”
Program ini diinisiasi oleh Pimpinan Fakultas Sastra Um khususnya di bidang Kemahasiswaan dan Alumni dibawah araha Wakil Dekan I FS demi menjalin komunikasi dan inspirasi untuk seluruh keluarga besar Fakultas Sastra UM khususnya para Alumni Fakultas Sastra demi memberikan kisah inspiratif guna memberikan dampak positif bagi para Mahasiswa Fakultas sastra yang sedang aktif belajar agar menjadi Nahasiswa yang siap menyongsong dunia kerja setelah lulus kuliah.
Adapun cara alumni untuk berpartisipasi dalam progaram tersebut, secara resmi Fakultas Sastra membagikan link untuk mempermudah para alumni mendaftar.
Link tersebut adalah https://bit.um.ac.id/AlumniSpotlight dan sudah disebar luaskan salah satunya di media sosial instagrtam Fakultas Sastra.
Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar Kewirausahaan Tahun 2025 dengan tema “Implementasi Pengusaha Muda: Bisnis Bukan Sekedar Modal, Tetapi Hasil Dari Segudang Mental”pada Selasa (23/9/2025) di AVA Aula Fakultas Sastra Lantai 2. Acara yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB ini menghadirkan Suluh Wahyu Pambudi, S.E., Direktur Edu Talenta Indonesia, sebagai narasumber utama.
Seminar ini diselenggarakan untuk memberikan dorongan kepada mahasiswa agar memiliki keberanian terjun ke dunia usaha. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Departemen Sastra Arab UM dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
Dalam pemaparannya, Suluh Wahyu Pambudi menekankan bahwa kunci utama berbisnis bukanlah sekadar modal finansial, melainkan kesiapan mental dan tekad yang kuat. “Berbisnis perlu keberanian dan niat yang tulus, jangan takut memulai, dan perlu loyalitas yang pasti,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula. Menurutnya, banyak anak muda terjebak pada ketakutan gagal sebelum mencoba, padahal pengalaman langsung justru menjadi guru terbaik dalam mengembangkan usaha.
Acara dibuka oleh perwakilan pimpinan fakultas yang menyampaikan pentingnya menumbuhkan budaya wirausaha sejak dini. Mahasiswa, khususnya di bidang sastra, diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi dinamika sosial-ekonomi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dan kebijakan kampus dalam mendorong mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Seminar berlangsung dalam suasana interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Pertanyaan mahasiswa berfokus pada langkah awal memulai usaha dengan modal terbatas, strategi menghadapi persaingan, hingga cara membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan. Suluh menjawab dengan lugas, menekankan bahwa faktor integritas, kerja keras, dan konsistensi adalah fondasi yang tak tergantikan dalam perjalanan wirausaha.
Tidak hanya menyajikan teori, seminar juga menampilkan contoh nyata dari pengalaman pribadi narasumber dalam membangun Edu Talenta Indonesia. Suluh membagikan kisah jatuh bangun perusahaannya, mulai dari keterbatasan awal hingga keberhasilan mengembangkan jaringan bisnis yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kisah inspiratif ini mendapat perhatian serius dari peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa tingkat akhir.
Panitia pelaksana mencatat antusiasme mahasiswa yang tinggi. Kehadiran peserta melampaui ekspektasi dengan jumlah lebih dari kapasitas kursi yang tersedia di aula. Hal ini menunjukkan minat besar generasi muda terhadap isu kewirausahaan. Menurut panitia, kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga wadah untuk membangun mentalitas positif dan keberanian dalam mengambil keputusan di dunia nyata.
Bagi mahasiswa, manfaat seminar ini dirasakan langsung. Selain memperoleh motivasi, mereka juga mendapat wawasan baru mengenai tantangan dan peluang berwirausaha. Beberapa peserta menyebutkan bahwa seminar ini membuka perspektif mereka tentang pentingnya mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah. “Kami jadi lebih yakin bahwa memulai usaha tidak harus menunggu punya modal besar. Yang penting punya mental dan komitmen,” ujar salah satu mahasiswa yang hadir.
Kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin Departemen Sastra Arab UM sebagai bagian dari pengembangan soft skill mahasiswa. Dengan begitu, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga daya tahan mental untuk menghadapi tantangan masa depan. Pihak penyelenggara berharap, seminar kewirausahaan ini mampu menumbuhkan generasi pengusaha muda yang mandiri, kreatif, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat.
Departemen Sastra Arab UM menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi dengan praktisi bisnis, kampus berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, mahasiswa semakin percaya diri melangkah keluar dari zona nyaman dan berani mengubah ide menjadi aksi nyata.
Dengan berakhirnya seminar pada sore hari, para peserta meninggalkan aula dengan bekal motivasi baru. Rasa optimisme terlihat jelas dari diskusi-diskusi kecil yang masih berlanjut di luar ruangan. Panitia menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat.
Malang-Dengan kehadiran Kelly Metz-Matthews (San Diego Community College District, USA), Juliana Aida Abu Bakar (Universiti Utara Malaysia), serta Prof. Dr. Kusubakti Andajani (UM, Indonesia) sebagai pembicara utama membuat acara ISOLEC semakin menarik. berbagai rangkaian kegiatan termasuk sesi paralel kembali digelar untuk menampung lebih banyak presentasi akademik dari peserta.
ISoLEC 2025 ditutup dengan closing ceremony berupa pidato penutup serta pengumuman resmi panitia.
Melibatkan pembicara dari Indonesia, China, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat, ISoLEC 2025 menjadi forum akademik internasional yang strategis dalam memperkuat jejaring ilmiah, memperluas wawasan, serta memperkaya kajian di bidang bahasa, pendidikan, dan budaya.
Malang – Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Workshop Penguatan Kreatif Sastra pada Rabu, 17 September 2025, di Aula AVA Gedung D14. Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa dari 3 Program Studi (PS) yang ada di Departemen Sastra Indonesia, yaitu PS Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah; PS Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Ilmu Perpustakaan. Workshop dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan kreatif dalam menulis karya sastra. Acara ini menghadirkan narasumber Suseno, S.Pd., M.A., kaprodi sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang yang juga seorang praktisi dan peneliti sastra yang berpengalaman dalam pengembangan kreativitas menulis. Turut serta mendampingi peserta dalam workshop Dr. Karkono, S.S., M.A. yang juga kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM.
Dalam pemaparannya, Suseno menekankan pentingnya kreativitas sebagai kunci utama dalam berkarya di bidang sastra. Ia memberikan berbagai teknik dan strategi untuk menggali ide serta memperkaya imajinasi dalam proses penulisan. Mahasiswa juga diajak untuk berdiskusi dan berlatih membuat karya sastra secara langsung sehingga mereka dapat menerapkan teori yang dipelajari ke dalam praktik nyata.
Ketua Departemen Sastra Indonesia, Dr. Azizatuz Zahro’, .Pd menyatakan bahwa workshop ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif berkarya dan berkontribusi untuk masyarakat melalui sastra. Melalui sastra, penulis dapat menyuarakan tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, kelestaria lingkungan, dan kesetaraan gender untuk kehidupan yang lebih baik. Lebih lanjut, ketua departemen juga berharap, workshop dapat meningkatkan prestasi mahasiswa dalam berbagai perlombaan dan hibah menulis karya sastra.
Malang – Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Lomba Tari Mahasiswa Tingkat Nasional bertajuk Adiwarna Nritya Cakrawala. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UM dan menjadi ajang prestasi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Lomba ini terbuka untuk kelompok mahasiswa dengan biaya pendaftaran Rp100.000,- per grup. Peserta diminta mengunggah karya tari hingga batas akhir tanggal 10 Agustus 2025. Selanjutnya, karya akan melalui tahap penjurian pada 10–20 Agustus 2025, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 21 Agustus 2025.
Panitia menyediakan hadiah menarik berupa uang pembinaan, trofi, serta sertifikat untuk Juara 1, 2, dan 3. Selain itu, seluruh peserta akan memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi keikutsertaan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkenalkan kekayaan seni tari nusantara. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan karya inovatif yang tetap berpijak pada akar budaya daerah masing-masing.
Untuk memudahkan peserta, panitia telah menyiapkan buku panduan lomba yang dapat diakses melalui kode QR pada pamflet. Pendaftaran dan pengumpulan karya dilakukan secara daring melalui tautan resmi: https://bit.um.ac.id/LombaTariUM2025.
Dengan tema besar pelestarian budaya dan penguatan identitas bangsa, lomba tari ini diharapkan menjadi sarana ekspresi sekaligus kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkaya khazanah seni Indonesia.
Malang, 17 Agustus 2025 – Universitas Negeri Malang (UM) resmi menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang dirangkaikan dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Sabtu (17/8).
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan pidato yang sarat makna. “Makna kemerdekaan jangan hanya kita maknai bebas dari penjajah, tapi juga harus kita maknai bebas dari kebodohan, kemiskinan, dan segala bentuk ketidakadilan yang masih membelenggu masyarakat,” ujarnya. Pidato tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan peserta yang hadir.
Usai upacara, acara berlanjut dengan prosesi penyematan atribut mahasiswa baru oleh Rektor kepada perwakilan dari setiap fakultas, menandai mereka sebagai bagian dari keluarga besar UM. Dalam kesempatan itu, Prof. Hariyono juga secara resmi membuka PKKMB 2025. Beliau juga menyampaikan, bahwa tahun ini Universitas Negeri Malang menerima sekitar 12.000 mahasiswa baru dari jenjang diploma, sarjana, hingga pascasarjana.
To close the event, thousands of new students participated in a flash mob led by the committee and a paper show attraction that added to the excitement and strengthened the sense of togetherness.