Malang — Departemen Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan hari pertama International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan internasional ini mengangkat tema “Language, Literature, and Education in the Age of Artificial Intelligence” dan menghadirkan akademisi, peneliti, guru, educator, serta praktisi pendidikan dari berbagai negara dan berbagai kota di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Aula A20 Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang tersebut dibuka secara resmi melalui sambutan dari perwakilan DAAD, Goethe-Institut Jakarta, dan Universitas Negeri Malang. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dari Program Studi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan UM.
Dalam sambutannya, Axel Grimpe selaku perwakilan Goethe-Institut Jakarta menyampaikan harapannya agar ICONELS dapat menjadi ruang untuk memperkuat networking antara guru, educator, dan dosen dalam bidang pendidikan serta kebahasajermanan. Melalui forum akademik ini, peserta diharapkan dapat memperdalam keilmuan, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Malang dalam sambutannya menegaskan pentingnya semangat akademik global (global academic spirit) melalui penyelenggaraan konferensi internasional seperti ICONELS. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan berbagai daerah di Indonesia menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan pendidikan, bahasa, literasi, dan sastra di era kecerdasan buatan. Diskusi yang berlangsung selama konferensi diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermakna bagi pengembangan dunia pendidikan dan humaniora.
Sesi pleno hari pertama menghadirkan sejumlah pembicara internasional. Dr. Yap Leng Lee dari University of Malaya, Malaysia, membuka sesi keynote dengan materi bertajuk “Teaching Writing in the Age of AI: Experiences from a DaF Classroom” yang membahas pengalaman penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman sebagai bahasa asing.
Selanjutnya, Dr. Nguyen Thi Bich Phuong dari Vietnam National University, Hanoi, memaparkan penelitian mengenai penggunaan ChatGPT di kalangan mahasiswa metodologi pembelajaran bahasa Jerman melalui presentasi berjudul “ChatGPT – ein zweischneidiges Schwert”.
Sesi invited speaker yang didukung DAAD turut menghadirkan Dr. Isabel Hoffmann dari Ernst Klett Verlag, Jerman. Dalam paparannya, ia menyoroti pemanfaatan AI dan teknologi pembelajaran baru dalam pengajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing, serta pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi, tanggung jawab pedagogis, dan praktik pembelajaran.
Usai sesi pleno dan diskusi panel, kegiatan dilanjutkan dengan parallel paper presentations yang berlangsung di lima ruang berbeda. Berbagai topik dipresentasikan, mulai dari AI-assisted language learning, literasi digital, pembelajaran bahasa Mandarin berbasis media digital, hingga isu budaya, sastra, dan keberlanjutan.
Selain sesi paralel, ICONELS 2026 hari pertama juga menghadirkan Curriculum Development Workshop yang bekerja sama dengan Dhoch3, Goethe-Institut Jakarta, dan Friedrich-Schiller-Universität Jena. Workshop ini membahas pengembangan kurikulum Deutsch als Fremdsprache (DaF) berbasis riset dan praktik pembelajaran.
Pelaksanaan hari pertama ICONELS 2026 menjadi ruang kolaborasi akademik internasional yang mempertemukan berbagai gagasan inovatif mengenai masa depan pendidikan bahasa dan sastra di era kecerdasan buatan. Konferensi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik global sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang adaptif, kritis, dan humanis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Malang — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) menerima kunjungan studi banding dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC) Fakultas Sastra pada Senin (11/5/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengembangan wawasan pendidikan multilingual dan penguatan identitas budaya dalam lingkungan belajar bahasa.
Rombongan LPI Sabilillah Malang terdiri atas enam peserta yang berasal dari jajaran pimpinan dan pengembang pendidikan multilingual. Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat konsep, fasilitas, serta pengelolaan Self Access Centre (SAC) sebagai pusat pembelajaran mandiri bahasa di Fakultas Sastra UM. Kegiatan penyambutan dan diskusi dipandu oleh tim dari SAC Fakultas Sastra, yakni Dr. Niamika El Khoiri, S.Pd., M.A. selaku Ketua SAC Fakultas Sastra, bersama Nanang Zubaidi, S.S., M.A., Ph.D., Dr. Ibnu Samsul Huda, S.S., M.A., Dr. Sri Prameswari Indriwardhani, S.Pd., M.Pd., Amira Eza Febrian Putri, S.Pd., MTCSOL., serta Rully Farida, M.Pd.
Dalam suasana hangat dan kolaboratif, para peserta berdiskusi mengenai pengembangan ruang belajar bahasa yang nyaman, interaktif, dan berbasis budaya. SAC Fakultas Sastra UM dinilai menjadi salah satu model pengembangan pembelajaran bahasa yang mampu mengintegrasikan aspek teknologi, kemandirian belajar, dan nuansa budaya dalam satu ekosistem pembelajaran. Selain pemaparan mengenai program dan layanan SAC, peserta juga diajak meninjau langsung fasilitas pembelajaran mandiri bahasa yang tersedia di lingkungan Fakultas Sastra UM.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan LPI Sabilillah Malang dalam pengembangan pendidikan bahasa dan budaya di masa mendatang.
Malang, 2 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan studi banding dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) IMABINA Universitas Negeri Jember (UNEJ) pada Sabtu (2/5). Bertempat di Laboratorium Drama, Fakultas Sastra UM, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran wawasan antarorganisasi kemahasiswaan di bidang sastra.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum HMD Sastra Indonesia UM, Zahara Sania Isvara Dinejad, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan HMP IMABINA UNEJ. “Studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi momentum untuk belajar bersama. Kami berharap diskusi hari ini bisa melahirkan ide-ide kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua himpunan,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembina HMD Sastra Indonesia UM, Ahmad Junaidi, S.S., M.A. Beliau menekankan pentingnya membangun jejaring antarhimpunan sastra di Indonesia. “Mahasiswa sastra punya peran strategis dalam merawat budaya dan literasi. Dengan kolaborasi, kita bisa memperkuat peran itu di tingkat yang lebih luas,” tutur beliau.
Sebagai bentuk penyambutan, HMD Sastra Indonesia UM menampilkan pertunjukan dari Griya Sastra Puisi (GRISAS) berjudul “Suara Dibawah Atap”. Pertunjukan ini diperankan oleh lima mahasiswa anggota GRISAS. Dengan konsep teatrikal puisi, penampilan tersebut memadukan pembacaan puisi, ekspresi wajah, olah vokal, dan gerak tubuh yang ekspresif. Musikalisasi dan tata cahaya sederhana di Laboratorium Drama turut memperkuat suasana, sehingga berhasil memukau peserta studi banding. Penampilan ini menjadi representasi salah satu program unggulan HMD Sastra Indonesia UM dalam pengembangan minat dan bakat di bidang sastra pertunjukan.
Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja masing-masing organisasi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait pengelolaan kegiatan, kaderisasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi.
Ketua pelaksana kegiatan, Maftuhatus Zahro, menyampaikan bahwa studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan antar kedua himpunan, seperti kolaborasi produksi karya atau seminar bersama.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol hubungan baik antara HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang positif dalam mengembangkan potensi mahasiswa sastra, serta memperkuat jejaring antarorganisasi kemahasiswaan di tingkat perguruan tinggi.
Malang – Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tari, Musik, & Teater 2026 yang mengusung tema “Beyond Movement – Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman”. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 30 April 2026, di Lantai Ground Hall Malang Town Square, dan berlangsung meriah sejak pukul 12.35 WIB hingga selesai.
Acara ini menjadi ruang kolaboratif yang melibatkan alumni, mahasiswa Program Studi PSTM (sekarang PSP) angkatan 2022 hingga 2025, serta berbagai pihak eksternal, termasuk komunitas-komunitas seni di wilayah Malang Raya. Keterlibatan komunitas seni lokal ini memperkaya perspektif artistik sekaligus memperkuat jejaring ekosistem seni pertunjukan antara kampus dan masyarakat.
Kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas ini menghadirkan perayaan seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna budaya dan refleksi sosial. Beragam penampilan tari, musik, dan teater disuguhkan dengan kualitas artistik yang memukau. Pementasan yang ditampilkan berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan penonton. Tidak hanya menonjolkan keterampilan teknis para pelaku seni, setiap pertunjukan juga membawa pesan mendalam tentang identitas, kreativitas, serta dinamika budaya di tengah perubahan zaman.
Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., Ketua Kaprodi S1 PSP sekaligus Ketua Departemen Seni dan Desain, menyampaikan bahwa tema Beyond Movement dipilih untuk menegaskan bahwa seni pertunjukan tidak sekadar gerak dan bunyi, tetapi merupakan pengalaman utuh yang melibatkan emosi, pemikiran, dan interaksi sosial. “Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang pengalaman yang hidup—yang mampu menghubungkan generasi, membuka dialog budaya, dan menginspirasi kreativitas baru, termasuk melalui sinergi dengan komunitas seni di Malang Raya,” ujarnya.
Antusiasme penonton yang tinggi menjadi indikator keberhasilan acara ini. Para pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga terlibat secara emosional dalam setiap sajian yang ditampilkan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antar generasi pelaku seni sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas seni lokal.
Fakultas Sastra UM berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai wadah ekspresi, inovasi, dan pelestarian budaya yang inklusif. Sebagai penutup, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pengisi acara, komunitas seni, tim produksi, hingga para penonton yang turut menyukseskan kegiatan ini.
Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan dan penjajakan kerja sama dari SMK Negeri 1 Masbagik, Lombok Timur, pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang D16 Lantai 2 Fakultas Sastra UM mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB. Pertemuan ini menjadi wadah awal untuk membangun sinergi antarlembaga dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah menengah kejuruan.
Rombongan SMKN 1 Masbagik yang hadir berjumlah lima orang, terdiri atas satu kepala sekolah dan empat guru. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Masbagik, Makbuludin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan komitmen sekolahnya untuk mengembangkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kehadiran para guru juga menjadi bagian penting dalam merumuskan gagasan kolaboratif yang aplikatif di lingkungan SMK.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak membahas peluang kerja sama yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di SMK. Fakultas Sastra UM berpotensi berperan dalam penguatan kompetensi literasi, bahasa, dan budaya yang terintegrasi dalam pembelajaran vokasi. Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan bidang seni dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan karakter, kreativitas, dan kesiapan kerja peserta didik.
Kolaborasi di bidang seni dan ekonomi kreatif dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui program pendampingan, pelatihan, maupun kegiatan bersama. Fakultas Sastra UM memiliki sumber daya akademik yang relevan untuk mendukung pengembangan potensi tersebut di lingkungan SMK. Diharapkan, sinergi ini dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berdaya saing.
Melalui kegiatan penjajakan ini, Fakultas Sastra UM menyambut baik inisiatif SMKN 1 Masbagik dalam membangun kemitraan strategis. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama formal yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang pembelajaran vokasi, seni, dan ekonomi kreatif.