FS UM Gelar Guoji Zhongwen Ri, Perkuat Kompetensi Bahasa Mandarin Melalui Kolaborasi Internasional
Malang – Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) resmi menyelenggarakan serangkaian kegiatan “Guoji Zhongwen Ri” atau Hari Bahasa Mandarin Internasional. Kegiatan ini berlangsung pada 23-24 April 2026 di Aula AVA Gedung D14 Lantai 2 dan Pusat Bahasa Mandarin UM. Acara ini melibatkan kerja sama dengan Pusat Bahasa Mandarin (PBM) atau Confucius Institute UM. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa sekaligus membuka peluang studi lanjut ke Tiongkok. Pembukaan acara dilakukan oleh Dr. Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd, M.Pd, bersama Direktur Pusat Bahasa Mandarin UM, Gong Min. Ini menandai dimulainya sinergi akademik lintas lembaga.
Latar belakang kegiatan tahun ini memiliki esensi yang lebih mendalam dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini karena fokus pada kolaborasi global. Peringatan hari bahasa Mandarin ini tidak hanya menjadi perayaan budaya. Ini juga berfungsi sebagai evaluasi bagi kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FS UM. Dukungan dari PBM membuat standarisasi kegiatan dan kualitas materi yang disampaikan lebih sesuai dengan kebutuhan internasional. Ini khususnya bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin berkarier atau melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Ketua Pelaksana kegiatan, Chatarina Grashella Kurniawati, menjelaskan bahwa ada perbedaan penting yang membuat gelaran tahun ini terasa lebih istimewa. Tema “Guoji Zhongwen Ri” sengaja dipilih untuk memperingati hari bahasa Mandarin dengan skala yang lebih formal dan profesional. “Tahun ini kami berkolaborasi langsung dengan PBM yang juga menjadi sponsor utama. Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena keterlibatan dosen native sangat dominan sebagai panitia, dewan juri, dan pemateri seminar,” ungkap Chatarina dalam wawancara di sela-sela kegiatan.
Pada hari pertama, Kamis (23/4/2026), agenda berfokus pada pengayaan wawasan melalui seminar akademik dan kompetisi tingxie atau dikte karakter Mandarin. Seminar ini menghadirkan tiga pakar sebagai narasumber utama untuk membahas peluang akademik di Tiongkok. Materi pertama mengenai strategi menghadapi ujian HSK dan HSKK disampaikan oleh Galuh Laoshi. Selanjutnya, Octi Laoshi menjelaskan rincian program kerja sama pendidikan 3+1. Sesi terakhir seminar diisi oleh Yajun Lin Laoshi, seorang dosen native, yang memberikan panduan tentang cara dan peluang mendapatkan Beasiswa Konfusius.
Pengetahuan yang dibagikan oleh para pemateri diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri lebih matang sebelum masuk ke lingkungan akademik di Tiongkok. Sementara itu, kompetisi tingxie bertujuan untuk melatih ketelitian dan kecepatan mahasiswa dalam menulis karakter Mandarin. Kompetisi ini di bawah pengawasan juri profesional. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia mengundang Yang Cai, dosen dari Universitas Brawijaya (UB), sebagai salah satu juri tamu.
Sementara itu, pada hari kedua acara yang akan dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, suasana kegiatan direncanakan akan berfokus pada ajang unjuk bakat dan kreativitas. Agenda ini akan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Terdapat tiga kategori lomba utama yang akan digelar. Pertama, lomba menyanyi khusus untuk tingkat SMA. Kedua, lomba kaligrafi untuk kategori SMA dan universitas. Ketiga, lomba storytelling khusus untuk mahasiswa.
Penjurian pada hari kedua yang dilaksanakan pada Jumat (24/2/26), juga akan melibatkan para praktisi dan akademisi dari berbagai universitas untuk menjaga standar penilaian. Lomba menyanyi akan dinilai oleh Guo Ze Xuan. Lomba kaligrafi akan dipandu penilaiannya oleh Wang Qi Wen dari Universitas Ma Chung. Untuk lomba storytelling, Yajun Lin akan menjadi dewan juri untuk mengevaluasi kelancaran, intonasi, dan ekspresi peserta saat bercerita dengan bahasa Mandarin. Keterlibatan peserta dan juri dari luar kampus diharapkan dapat memperkuat jejaring persahabatan antar instansi pendidikan bahasa Mandarin.
Kesuksesan acara ini berkat kerja keras panitia yang merupakan gabungan anggota Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Jerman dan sepuluh perwakilan dari Mandarin Chinese Learning Organization (MCLO). Kolaborasi antar organisasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung program fakultas. Dengan terselenggaranya Guoji Zhongwen Ri, diharapkan motivasi mahasiswa untuk mendalami bahasa dan budaya Mandarin semakin meningkat. Ini juga sekaligus memperkuat posisi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FS UM sebagai pusat keunggulan akademik yang bersaing secara internasional. Ke depannya, penyelenggara berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan dengan lebih banyak kolaborasi mitra.
Oleh : Ratu Zabrina Berlianti – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM







