Jumlah mahasiswa yang menghasilkan karya yang digunakan dunia usaha, industri dan masyarakat Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat: Nasional Prestasi/Jabatan: Kegiatan Non Lomba Deskripsi:
Rekognisi Hak Cipta/Buku
Rekognisi Paten
Jumlah mahasiswa meraih prestasi minimal tingkat propinsi Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat:
Internasional
Nasional
Regional
Propinsi Capaian:
Juara 1 / Emas
Juara 2 / Perak
Juara 3 / Perunggu *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana
Jumlah mahasiswa mengikuti (kepesertaan) kegiatan kompetisi BELMAWA, rekognisi Internasional atau mengikuti latihan kepemimpinan a. Kegiatan Kompetisi BELMAWA Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat:
Internasional
Nasional
Regional Prestasi: Kegiatan Belmawa *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana b. Rekognisi Internasional Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat: Internasional Prestasi: Kegiatan Non Lomba Deskripsi:
Rekognisi Juri/Pelatih
Peserta pameran
Pemakalah/Speaker Conference/Seminar Internasional *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana c. Mengikuti Latihan Kepemimpinan Klasifikasi: Program Pengembangan Diri Deskripsi: Pembinaan Mental Kebangsaaan/Character Building
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendanaan proposal PKM Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat: Nasional Prestasi: Kegiatan Belmawa Deskripsi: Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) *Hanya menghitung kegiatan PKM yang berstatus DIDANAI
Jumlah mahasiswa yang memperoleh sertifikasi kompetensi internasional atau Lembaga Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3) a. Sertifikasi Kompetensi Internasional: Klasifikasi: Sertifikat Kompetensi Tingkat: Internasional Deskripsi: – b. Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3): Klasifikasi: Sertifikat Kompetensi Deskripsi: Lembaga Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3)
Persentase dosen yang membimbing mahasiswa berkegiatan di luar program studi Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat:
Internasional
Nasional
Regional
Propinsi Prestasi:
Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler Mandiri
Kegiatan Belmawa Capaian:
Juara 1 / Emas
Juara 2 / Perak
Juara 3 / Perunggu *Capaian indikator ini selain bersumber dari SIMAWA, ditambah juga dengan data MBKM dari SIAKAD
Jumlah mahasiswa yang mengikuti pertukaran mahasiswa outbound ke PT luar negeri Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Tingkat: Internasional Prestasi: Kegiatan Non Lomba Deskripsi: Pertukaran Mahasiswa Nasional dan Internasional
Jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendanaan program kewirausahaan atau mendapatkan beasiswa pendidikan pada tahun berjalan. a. Pendanaan Program Kewirausahaan: Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Deskripsi: Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana b. Beasiswa Pendidikan: Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan Prestasi: Kegiatan Non Lomba Deskripsi: Beasiswa Non-APBN *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana. *Mahasiswa yang berstatus aktif saja.
Malang – Semnas (Seminar Nasional) merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Bulan Bahasa Sastra yang diselenggarakan pada hari kamis (2/10) oleh HMD Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang di GKB A20.
Pemateri dari kegiatan ini yaitu Luluk HF, yang merupakan seorang penulis novel mariposa, peneliti budaya, dan kurator literasi digital. Dengan mengusung tema ‘Peran Generasi Muda dalam Mempertahankan Nilai Karya Sastra dan Bahasa di Era Budaya Digital’, ia dapat membawakan materi dengan lugas dan menarik.
Selain materi kepenulisan yang disampaikan, Luluk HF memberikan tips pribadi untuk mengurangi kesulitan dalam menulis. Menariknya ialah materi yang disampaikan cukup interaktif dengan peserta sehingga tidak membuat bosan. Kegiatan diakhiri dengan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, dan jumpa fans.
Hayga Athena selaku ketua pelaksana juga menyampaikan, “alasan kita mengundang Kak Luluk karena karya yang dibuat sangat digemari oleh gen z. Penyampaiannya juga relate banget bagi sebagian penggemar, jadi harapannya semoga semua yang disampaikan oleh beliau bisa bermanfaat dan memiliki dampak positif ke peserta seminar.” Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
MISI 2025 Sukses Digelar, Mahasiswa Baru Sastra Indonesia Dibekali Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi
Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan MISI (Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi) 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (26/9). Kegiatan yang menjadi bagian dari orientasi mahasiswa baru (ospek) tingkat departemen ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa baru dengan motivasi, inspirasi, serta edukasi sebagai langkah awal memasuki dunia perkuliahan.
Dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Sastra Indonesia melalui Optimalisasi Bakat, Minat, dan Literasi Unggul”, MISI 2025 menghadirkan pengalaman berbeda dari ospek pada umumnya. Jika kegiatan orientasi seringkali identik dengan peraturan yang kaku, MISI lebih menekankan aspek pengembangan diri, kreativitas, dan kebersamaan. Sebanyak 472 mahasiswa baru Sastra Indonesia mengikuti kegiatan ini secara penuh dan antusias.
Dalam sambutannya Ketua Umum HMD Sastra Indonesia, Hananto Tri Wibowo, menekankan bahwa MISI bukan sekadar acara seremonial penyambutan. “MISI adalah wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, membangun karakter, serta memberikan gambaran nyata tentang peran mahasiswa Sastra Indonesia di masa depan. Kami berharap maba tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan kreatif,” tegasnya. Rangkaian seminar kemudian menjadi inti kegiatan, menghadirkan pembicara yang memberikan wawasan berharga. Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. membawakan materi “Pengembangan Diri sebagai Mahasiswa Kreatif dan Inovatif”, yang mendorong mahasiswa baru untuk aktif, berani berinovasi, dan membangun mentalitas adaptif di era modern. Sementara itu, alumni Sastra Indonesia, Indra Yogatama, S.S., berbagi pengalaman melalui materi “Mempersiapkan Diri Menghadapi Dunia Kerja”, yang memberikan gambaran konkret tentang tantangan profesional yang akan dihadapi lulusan Sastra Indonesia.
Selain seminar, mahasiswa baru juga berkesempatan menampilkan karya kreatif dalam bentuk pertunjukan kelompok. Penampilan ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga melatih kerja sama tim, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi. Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari setiap kelompok yang berusaha menampilkan karya terbaik mereka di hadapan teman-teman seangkatan, panitia, dan dosen yang hadir.
Ketua Pelaksana, Muhammad Nuri Fauzil Adhim, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan kegiatan ini. “Alhamdulillah, MISI 2025 dapat berjalan lancar dan sukses. Antusiasme mahasiswa baru luar biasa, dan itu membuktikan bahwa acara ini mampu menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan,” ujarnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan MISI 2025, mahasiswa baru Departemen Sastra Indonesia kini resmi bergabung dalam keluarga besar Departemen Sastra Indonesia. Mereka tidak hanya memperoleh informasi akademik dan non-akademik, tetapi juga mendapatkan bekal motivasi untuk menapaki perjalanan panjang di dunia perkuliahan. Kegiatan ini menjadi titik awal yang akan membimbing mahasiswa baru menuju proses belajar yang lebih matang, penuh inspirasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Gelanggang Purnama 2025 Hadirkan Pementasan “Sunyaruri” dari LSO Sastra Indonesia
Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan Gelanggang Purnama 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (28/9). Kegiatan lanjutan dari MISI yang telah dilaksanakan sebelumnya (26/9). Kegiatan ini menjadi bagian terakhir dari orientasi mahasiswa baru tingkat Departemen Sastra Indonesia. Acara ini menghadirkan malam pementasan dari tiga Lembaga Semi Otonom (LSO) HMD Sastra Indonesia, yakni Teater Pelangi, Griya Sastra Puisi, dan Gita Lenggang Tari.
Tahun ini, Gelanggang Purnama mengusung pementasan utama bertajuk “Sunyaruri”, yang terinspirasi dari novel karya Risa Saraswati. Sunyaruri memiliki makna “sunyi yang hidup”, yaitu kondisi hening yang bukan berarti hampa, melainkan ruang perenungan dan pemaknaan diri. Gelanggang Purnama menjadi wadah ekspresi seni yang dirancang khusus untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia kreativitas dan pengembangan minat-bakat. Melalui acara ini, mahasiswa baru diharapkan terinspirasi sekaligus mendapatkan ruang untuk mengenal lebih dekat wadah yang sesuai dengan ketertarikan mereka.
“Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak penonton khususnya mahasiswa baru untuk tidak takut atau cemas saat berada dalam fase sunyi. Sunyaruri mengajarkan bahwa kesunyian bukan akhir, melainkan jeda yang penuh makna,” ujar Davina Aulia Y, selaku sie acara pada kegiatan tersebut.
Masing-masing LSO turut mempersembahkan penampilan terbaiknya. Teater Pelangi menampilkan pertunjukan “Badut Terakhir” yang menghadirkan nuansa dramatik penuh simbol kehidupan. Gita Lenggang Tari memukau penonton melalui penampilan “Pamuja Sesaji” dengan koreografi yang sangat bermakna budaya. Sementara itu, Griya Sastra Puisi menghadirkan “Dan Dalam Rentetan Kekalahan, Bertahanlah Sedikit Lebih Lama”, sebuah refleksi puitis tentang keteguhan dalam menghadapi keterpurukan.
Melalui perpaduan teater, puisi, dan tari, Gelanggang Purnama 2025 menghadirkan pengalaman artistik yang menyentuh, sekaligus menjadi ajakan bagi mahasiswa baru untuk berdamai dengan sunyi, melihat kesepian bukan sebagai musuh, melainkan teman perjalanan yang membawa pesan.
Dengan penyelenggaraan Gelanggang Purnama 2025, HMD Sastra Indonesia tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyuguhkan ruang refleksi yang relevan dengan perjalanan hidup mahasiswa baru. Acara ini diharapkan mampu menjadi pintu bagi mereka untuk menemukan komunitas, menyalurkan bakat, dan tumbuh bersama dalam dunia sastra dan seni.
Malang- Dalam rangka memberikan kemudahan akses informasi bagi calon wisudawan, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media komunikasi resmi.
Inovasi ini hadir khusus untuk peserta Wisuda Periode 134 dan 135, di mana seluruh calon wisudawan wajib bergabung ke dalam grup WhatsApp yang telah disediakan. Melalui grup ini, peserta akan mendapatkan berbagai informasi penting terkait rangkaian kegiatan wisuda, mulai dari jadwal, tata tertib, hingga pengumuman terbaru secara cepat dan akurat.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Sastra UM dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa hingga akhir masa studi mereka. Dengan adanya grup WhatsApp ini, calon wisudawan tidak perlu khawatir tertinggal informasi karena semua update akan disampaikan langsung oleh pihak fakultas secara real-time.
Bagi calon wisudawan Periode 134 dan 135, segera scan QR Code yang tertera pada poster resmi Fakultas Sastra UM untuk bergabung. Pastikan Anda menjadi bagian dari grup WhatsApp agar tidak ketinggalan informasi penting seputar prosesi wisuda.
Mari bersama-sama sukseskan momen bersejarah ini dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik.
Malang- (25/09/25) Fakultas Sastra menghadiirkan Program Bertajuk Alumni Spotlight dengan tema “Bagikan Cerita, Tebar Inspirasi”
Program ini diinisiasi oleh Pimpinan Fakultas Sastra Um khususnya di bidang Kemahasiswaan dan Alumni dibawah araha Wakil Dekan I FS demi menjalin komunikasi dan inspirasi untuk seluruh keluarga besar Fakultas Sastra UM khususnya para Alumni Fakultas Sastra demi memberikan kisah inspiratif guna memberikan dampak positif bagi para Mahasiswa Fakultas sastra yang sedang aktif belajar agar menjadi Nahasiswa yang siap menyongsong dunia kerja setelah lulus kuliah.
Adapun cara alumni untuk berpartisipasi dalam progaram tersebut, secara resmi Fakultas Sastra membagikan link untuk mempermudah para alumni mendaftar.
Link tersebut adalah https://bit.um.ac.id/AlumniSpotlight dan sudah disebar luaskan salah satunya di media sosial instagrtam Fakultas Sastra.
Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar Kewirausahaan Tahun 2025 dengan tema “Implementasi Pengusaha Muda: Bisnis Bukan Sekedar Modal, Tetapi Hasil Dari Segudang Mental”pada Selasa (23/9/2025) di AVA Aula Fakultas Sastra Lantai 2. Acara yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB ini menghadirkan Suluh Wahyu Pambudi, S.E., Direktur Edu Talenta Indonesia, sebagai narasumber utama.
Seminar ini diselenggarakan untuk memberikan dorongan kepada mahasiswa agar memiliki keberanian terjun ke dunia usaha. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Departemen Sastra Arab UM dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
Dalam pemaparannya, Suluh Wahyu Pambudi menekankan bahwa kunci utama berbisnis bukanlah sekadar modal finansial, melainkan kesiapan mental dan tekad yang kuat. “Berbisnis perlu keberanian dan niat yang tulus, jangan takut memulai, dan perlu loyalitas yang pasti,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula. Menurutnya, banyak anak muda terjebak pada ketakutan gagal sebelum mencoba, padahal pengalaman langsung justru menjadi guru terbaik dalam mengembangkan usaha.
Acara dibuka oleh perwakilan pimpinan fakultas yang menyampaikan pentingnya menumbuhkan budaya wirausaha sejak dini. Mahasiswa, khususnya di bidang sastra, diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi dinamika sosial-ekonomi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dan kebijakan kampus dalam mendorong mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Seminar berlangsung dalam suasana interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Pertanyaan mahasiswa berfokus pada langkah awal memulai usaha dengan modal terbatas, strategi menghadapi persaingan, hingga cara membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan. Suluh menjawab dengan lugas, menekankan bahwa faktor integritas, kerja keras, dan konsistensi adalah fondasi yang tak tergantikan dalam perjalanan wirausaha.
Tidak hanya menyajikan teori, seminar juga menampilkan contoh nyata dari pengalaman pribadi narasumber dalam membangun Edu Talenta Indonesia. Suluh membagikan kisah jatuh bangun perusahaannya, mulai dari keterbatasan awal hingga keberhasilan mengembangkan jaringan bisnis yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kisah inspiratif ini mendapat perhatian serius dari peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa tingkat akhir.
Panitia pelaksana mencatat antusiasme mahasiswa yang tinggi. Kehadiran peserta melampaui ekspektasi dengan jumlah lebih dari kapasitas kursi yang tersedia di aula. Hal ini menunjukkan minat besar generasi muda terhadap isu kewirausahaan. Menurut panitia, kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga wadah untuk membangun mentalitas positif dan keberanian dalam mengambil keputusan di dunia nyata.
Bagi mahasiswa, manfaat seminar ini dirasakan langsung. Selain memperoleh motivasi, mereka juga mendapat wawasan baru mengenai tantangan dan peluang berwirausaha. Beberapa peserta menyebutkan bahwa seminar ini membuka perspektif mereka tentang pentingnya mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah. “Kami jadi lebih yakin bahwa memulai usaha tidak harus menunggu punya modal besar. Yang penting punya mental dan komitmen,” ujar salah satu mahasiswa yang hadir.
Kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin Departemen Sastra Arab UM sebagai bagian dari pengembangan soft skill mahasiswa. Dengan begitu, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga daya tahan mental untuk menghadapi tantangan masa depan. Pihak penyelenggara berharap, seminar kewirausahaan ini mampu menumbuhkan generasi pengusaha muda yang mandiri, kreatif, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat.
Departemen Sastra Arab UM menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi dengan praktisi bisnis, kampus berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, mahasiswa semakin percaya diri melangkah keluar dari zona nyaman dan berani mengubah ide menjadi aksi nyata.
Dengan berakhirnya seminar pada sore hari, para peserta meninggalkan aula dengan bekal motivasi baru. Rasa optimisme terlihat jelas dari diskusi-diskusi kecil yang masih berlanjut di luar ruangan. Panitia menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat.
Malang-Dengan kehadiran Kelly Metz-Matthews (San Diego Community College District, USA), Juliana Aida Abu Bakar (Universiti Utara Malaysia), serta Prof. Dr. Kusubakti Andajani (UM, Indonesia) sebagai pembicara utama membuat acara ISOLEC semakin menarik. berbagai rangkaian kegiatan termasuk sesi paralel kembali digelar untuk menampung lebih banyak presentasi akademik dari peserta.
ISoLEC 2025 ditutup dengan closing ceremony berupa pidato penutup serta pengumuman resmi panitia.
Melibatkan pembicara dari Indonesia, China, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat, ISoLEC 2025 menjadi forum akademik internasional yang strategis dalam memperkuat jejaring ilmiah, memperluas wawasan, serta memperkaya kajian di bidang bahasa, pendidikan, dan budaya.
Malang – Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Workshop Penguatan Kreatif Sastra pada Rabu, 17 September 2025, di Aula AVA Gedung D14. Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa dari 3 Program Studi (PS) yang ada di Departemen Sastra Indonesia, yaitu PS Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah; PS Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Ilmu Perpustakaan. Workshop dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan kreatif dalam menulis karya sastra. Acara ini menghadirkan narasumber Suseno, S.Pd., M.A., kaprodi sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang yang juga seorang praktisi dan peneliti sastra yang berpengalaman dalam pengembangan kreativitas menulis. Turut serta mendampingi peserta dalam workshop Dr. Karkono, S.S., M.A. yang juga kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM.
Dalam pemaparannya, Suseno menekankan pentingnya kreativitas sebagai kunci utama dalam berkarya di bidang sastra. Ia memberikan berbagai teknik dan strategi untuk menggali ide serta memperkaya imajinasi dalam proses penulisan. Mahasiswa juga diajak untuk berdiskusi dan berlatih membuat karya sastra secara langsung sehingga mereka dapat menerapkan teori yang dipelajari ke dalam praktik nyata.
Ketua Departemen Sastra Indonesia, Dr. Azizatuz Zahro’, .Pd menyatakan bahwa workshop ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif berkarya dan berkontribusi untuk masyarakat melalui sastra. Melalui sastra, penulis dapat menyuarakan tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, kelestaria lingkungan, dan kesetaraan gender untuk kehidupan yang lebih baik. Lebih lanjut, ketua departemen juga berharap, workshop dapat meningkatkan prestasi mahasiswa dalam berbagai perlombaan dan hibah menulis karya sastra.