(0341)567475 [email protected]
Berita Bakti Literasi 2025

Berita Bakti Literasi 2025

Bakti Literasi 2025: Menyatukan Sastra dan Alam di Kota Batu

Batu — Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang sukses menggelar kegiatan Bakti Literasi 2025 pada tanggal 1–2 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Raden Fatah Kota Batu, Kebun Apel 8 Desa Tulungrejo, dan Lapangan Gabes Dusun Wonorejo, yang melibatkan 60 siswa kelas 8 serta menggabungkan pembelajaran sastra dengan edukasi lingkungan.

Dengan mengusung tema “Memaknai Alam dengan Menanamkan Minat Literasi terhadap Karya Sastra dan Menjaga Kelestarian Apel Kota Batu”. Bakti Literasi 2025 bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan menulis, sekaligus meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan, khususnya apel sebagai ikon Kota Batu. Ketua Pelaksana, Farrel Zahid Mabruri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan proses belajar yang menyenangkan dan menghubungkan siswa dengan kekayaan alam serta budaya daerah mereka.

Hari pertama kegiatan diawali dengan acara pembukaan di aula SMP Raden Fatah yang dihadiri oleh perwakilan sekolah, dosen pendamping, dan panitia. Salah satu momen penting berupa peresmian Pojok Literasi, sudut baca baru di sekolah yang dilengkapi koleksi buku hasil donasi mahasiswa dan mitra. Setelah itu, para siswa mengikuti pemaparan materi “Harmoni Alam dengan Berpuisi” yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa puisi bukan hanya rangkaian kata indah, tetapi media refleksi, kritik sosial, dan ajakan untuk menjaga lingkungan. Sesi ini dilanjutkan dengan praktik menulis puisi bertema alam yang kemudian dituangkan ke dalam mading literasi hasil kreasi kelompok.

Pada hari kedua, kegiatan berpindah ke Kebun Apel 8 di Desa Tulungrejo. Para siswa mendapatkan materi dari Bapak Irvan Nur Effendi selaku pengelola Kebun Apel 8 mengenai sejarah dan teknik budidaya apel Batu. Setelah itu, mereka berkesempatan menanam bibit pohon apel sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam, serta mengikuti sesi petik apel yang menambah pengalaman belajar kontekstual di luar kelas.

Siang harinya, seluruh karya puisi dan mading dipamerkan di Lapangan Gabes. Pameran ini menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas siswa. Hasil penilaian lomba mading terdapat pemerolehan 3 mading terbaik. Para pemenang menerima piagam dan hadiah, disusul penampilan seni dari siswa dan panitia yang menambah semarak suasana.

Bakti Literasi 2025 meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya melalui pojok baca dan pohon apel yang tertanam, tetapi juga melalui semangat literasi yang tumbuh di hati para siswa. Dari ruang kelas hingga kebun apel, kegiatan ini membuktikan bahwa sastra dan alam bisa berjalan beriringan untuk membentuk generasi muda yang literat, kreatif, dan peduli lingkungan.

Pewarta: Izka Amalina

Dokumentasi: HMD sastra Indonesia

 

Kreasi Seni Mahasiswa AMI UM Meriahkan Peringatan Ulang Tahun YRU Thailand ke 91

Kreasi Seni Mahasiswa AMI UM Meriahkan Peringatan Ulang Tahun YRU Thailand ke 91

Kreasi Seni Mahasiswa AMI UM Meriahkan Peringatan Ulang Tahun YRU Thailand ke 91

THAILAND- Peringatan Ulang Tahun Yala Rajabhat Universiy (YRU) Thailand yang ke-91 yang dipenuhi oleh gelak tawa dan sorak sorai penonton pada hari Kamis (03/07) pukul 09:00 bertempat di Auditoirum. Kegiatan ini di hadiri oleh Pak Rektor YRU, Wakil Rektor YRU beserta jajarannya, perwakilan Dosen Universitas Negeri Malang, serta seluruh mahasiswa YRU dan UM. Kegiatan ini disusun dengan kerjasama mahasiswa AMI, yang diwakili oleh Guntur, dan dosen dari FS UM, Ibu Dhara, serta dosen YRU Thailand, Ibu Sainee.

Acara diawali dengan pembacaan susunan acara oleh Pembawa Acara. Pertunjukan dimulai dengan solo singing oleh Meryanty, mahasiswa AMI dari Fakultas Sastra. Suaranya yang merdu seperti aliran air mengalir, berhasil memukau seluruh hadirin dan menciptakan suasana hangat di dalam auditorium. Setiap nada yang dinyanyikannya menggugah emosi, menandai awal yang sempurna untuk perayaan ini.

Acara berlanjut dengan pertunjukan tari kreasi yang menampilkan keindahan gerak dan kreativitas mahasiswa. Penonton terpesona oleh setiap gerakan yang penuh ekspresi, seolah-olah menceritakan kisah yang dalam. Selanjutnya, penampilan yang tak kalah menarik hadir dalam bentuk pertunjukan Martial Art, silat dari mahasiswa FIP. Gerakan yang energik dan disiplin ini memikat perhatian semua yang hadir, menampilkan kekuatan dan keanggunan dalam satu paket. Sorak sorai penonton semakin menggema saat mereka menyaksikan aksi-aksi menakjubkan di atas panggung.

Puncak dari acara ini adalah Tari Bapang, sebuah kolaborasi harmonis antara mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dan mahasiswa YRU. Tari ini bukan hanya sekedar pertunjukan, tetapi juga simbol persahabatan dan kerjasama antar dua universitas. Melalui gerakan dan irama, mereka menyampaikan pesan bahwa meski berbeda latar belakang, persatuan tetaplah yang utama.

Setelah pertunjukan seni, tiga mahasiswa YRU berbagi pengalaman berharga mereka selama kunjungan ke Indonesia, khususnya ke UM. Cerita mereka tentang kesan mendalam dan pengalaman yang tak terlupakan menambah kedalaman acara. Mahasiswa UM kemudian menyanyikan lagu daerah yang menggugah semangat, menambah warna pada perayaan.

Acara ini ditutup dengan open speech yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada YRU dalam berbagai bahasa, mencerminkan keberagaman budaya yang ada. Ucapan selamat tersebut disampaikan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Mandarin, Arab, dan Bahasa Jawa, menambah kehangatan suasana.

Bapak Rektor hadir di tengah-tengah acara, menyapa para peserta dengan hangat. Sambutan dari beliau, bersama Wakil Rektor dan Ibu Dekan Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, semakin membuat suasana akrab. Mereka berkeliling, memastikan kenyamanan para tamu, sehingga setiap orang merasa dihargai.

Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa YRU menampilkan band dan pentas drama Aladdin yang sangat menghibur. Penutupan acara dilakukan dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh mahasiswa AMI UM dan mahasiswa YRU yang telah berpartisipasi.

Sebelum meninggalkan auditorium, kesempatan untuk berfoto bersama Bapak Rektor menjadi momen berharga bagi mahasiswa AMI. Antusiasme dan apresiasi mahasiswa YRU terlihat jelas dengan penuhnya kursi di auditorium. Di akhir acara, obrolan ringan antara mahasiswa AMI dan Ibu Dekan semakin mempererat hubungan antar universitas, menutup perayaan ini dengan rasa syukur dan harapan untuk kerjasama yang lebih baik di masa depan.

 

Pewarta: Putri Wahyuni N

HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

Malang, 18 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia 2025 (HMD Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan acara LENTERA (Lomba Membawakan Berita dan Webinar Nasional) 2025 dengan mengusung tema Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam Merangkai Wacana Berita Berlandaskan Fakta dengan Retorika di Era Disrupsi. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus kompetitif yang mendorong mahasiswa untuk tampil sebagai komunikator yang profesional, kritisan beretika di tengah arus informasi yang kian kompleks.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini terdiri atas dua rangkaian utama yaitu webinar nasional dan lomba membawakan berita tingkat Jawa Timur. Webinar ini dilaksanakan pada Minggu (13/4) secara daring melalui Zoom Meeting dan iikuti oleh mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia serta enghadirkan dua pemateri profesional, yakni Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom. dan Cicik Trijayanti, S.Pd., M.A., yang membahas pentingnya retorika dan jurnalistik.

Puncak kegiatan berupa final 10 besar dan awarding yang dilaksanakan pada Minggu (18/5) di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Sastra, Ibu Evy Nurul Laily Zein, M.A., melalui sambungan virtual.

Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Timur ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setelah melalui proses seleksi oleh tiga juri profesional, Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom., Musthofa Kamal S.Pd., M.SN., dan Siti Rahajeng NH, S.Hum., M.Hum., terpilih para pemenang terbaik. Juara pertama diraih oleh Nabila Salsa dari Universitas Negeri Malang, kemudian Safira Widya Eka Paloza sebagai juara kedua, dan Daffa Zanetta Widyadhari sebagai juara ketiga, yang keduanya juga berasal dari Universitas Negeri Malang.

Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta serta undangan. Mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur hadir secara langsung, diantaranya adalah Universitas Negeri Jember dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Antusiasme peserta mencerminkan semangat dan potensi besar generasi muda dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.

“Kami bangga bisa menghadirkan ruang belajar sekaligus unjuk kemampuan melalui LENTERA. Ini bukti bahwa mahasiswa juga bisa menjadi jurnalis yang bertanggung jawab,” ujar Syauqi selaku Ketua Pelaksana LENTERA 2025.

Dengan kesuksesan tahun ini, HMD Sastra Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik dan kebahasaan mahasiswa melalui program kerja yang inspiratif dan berdampak luas.

 

Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University:  Kolabarosi Pertukaran Budaya

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University: Kolabarosi Pertukaran Budaya

MALANG- Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi melepas mahasiswa internasional dari Guangxi Normal University (GXNU), Tiongkok. Proses pelepasan ini dilaksanakan pada hari Selasa (20/05) di Ruang Lab Drama Fakultas Sastra UM dengan Sprektrum akulturasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Acara proses pelepasan mahasiswa Tiongkok ini dihadiri langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. serta jajaran pejabat Fakultas Sastra (FS) UM, juga Mahasiswa Guangxi Normal University dan Mahasiswa FS Universitas Negeri Malang.

Acara ini diawali dengan penampilan Tari Tradisional Indonesia oleh Mahasiswa GXNU yang telah mereka pelajari. Selain itu, mereka mempersembahkan pameran karya batik yang merupakan proses pembelajaran dan praktik langsung dalam mengasah kemampuan kreativitas mereka sehingga mereka dapat mengenal nilai-nilai lokal di Indonesia. Pelepasan ini juga menayangkan video mahasiswa kegiatan GXNU selama di Indonesia,

Dalam sambutan, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si memberikan harapannya. “Saya berharap di masa depan, Fakultass Sastra dapat kembali menjalin kerja sama yang serupa. Program ini diharapkan dapat memiliki kualitas yang lebih baik, dan kita juga perlu melakukan evaluasi secara berkala. Dalam kerja sama yang akan datang, kita harus menekankan pentingnya kualitas, tidak hanya pada kuantitas.”

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri Malang dalam sambutannya berharap bahwa pertukaran ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga neagara. “Pertukaran budaya seperti ini sangat menarik karena menghilangkan batasan interaksi antara etnis Tionghoa dan Jawa. Kita mungkin bisa menjadikan bahasa Mandarin lebih terintegrasi. Pertukaran budaya ini, yang juga mencakup pembelajaran bahasa Mandarin, memiliki dasar yang kuat. Saya berharap kegiatan pertukaran mahasiswa ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga negara kita.”

Sebagai bentuk terima kasih, perwakilan mahasiswa GXNU memberikan pidatonya dalam bahasa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kepada bapak ibu dosen karena telah memberikan pelajaran dalam kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, di indonesia kami sangat nyaman walaupun awalnya tidak biasa. Kami mengucapkan para mitra bahasa yang telah membantu kami. 

Pelepasan mahasiswa ini sebagai bentuk apresiasi sebesar-besarnya kepada  mahasiswa GXNU setelah menuntaskan belajar di UM selama kurang lebih satu tahun. Sebagai bentuk penghargaan yang tinggi, UM secara resmi memberikan sertifikat kepada seluruh mahasiswa pertukaran dari GXNU. Acara pelepasan ini ditutup dengan berbagai penampilan dari mahasiswa GXNU salah satunya yaitu penampilan alat musik tradisional Indonesia “Gumenggar” yang mendapat tepuk tangan rasa haru nan bangga.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Malang — Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia (HMD Sasindo) menggelar panggung pertunjukan pada hari Sabtu (10/5) yang bertempat di Aula AVA, Gedung D14 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM).

 

Kegiatan ini menampilkan tiga lembaga Semi Otonom (LSO) yang berada di bawah naungan HMD Sasindo yaitu Teater Pelangi, Gita Lenggang Tari, dan Griya Sastra Puisi. Dengan mengusung tema ‘Merayakan Kreativitas dan Kebebasan dalam Seni’, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaboratif untuk menampilkan karyanya. Selain itu, kegiatan ini juga hadir sebagai salah satu kegiatan NAVASTRA Tutup Semester 2025.

 

Diawali dengan pemutaran video bumper masa perkuliahan sebagai pemantik memori ketika masa menjadi mahasiswa baru, dilanjutkan dengan pementasan Teater Pelangi yang berjudul ‘Karamnya Irama Laot Teduh’ yang menyajikan kisah pasangan pasca perkuliahan, penonton juga dibuat kagum dengan penampilan para aktor teater pelangi yang sangat maksimal dalam memainkan perannya.

 

Kemudian penonton dibawa untuk mengingat kembali perjalanan ketika menjadi mahasiswa baru oleh penampilan Gita Lenggang Tari yang menunjukkan rasa gembira karena diterima menjadi mahasiswa Universitas Negeri Malang, penampilan juga menyajikan potongan gerakan dari setiap tari di Indonesia yang memiliki makna bahwa mahasiswa UM tidak hanya berasal dari Malang saja, melainkan dari seluruh Indonesia.

 

Pada akhirnya pementasan ditutup oleh penampilan Griya Sastra Puisi yang menampilkan lika-liku kehidupan ketika menjalani masa perkuliahan, dengan tema ‘Mencoba Tema bahagia padahal Lagi Hancur-hancuran Banget’, griya sastra puisi mengisahkan tentang beratnya menjalani kehidupan perkuliahan, meski pada akhirnya berakhir bahagia karena berhasil menemukan arti dari kebahagiaan sejati.

 

Hananto selaku ketua umum HMD Sasindo juga mengungkapkan, “saya merasa lega, senang, juga terharu karena Pentas Kita 2025 merupakan proker baru pada periode ini. Harapannya semoga Pentas Kita berikutnya bisa lebih baik dari ini,” ujarnya.

 

Dengan adanya panggung Pentas Kita, diharapkan kegiatan ini menjadi bentuk kreativitas dan kebebasan setiap mahasiswa untuk dapat inovatif mengekspresikan diri, dan mendorong setiap insan untuk lebih mengenal bentuk seni seperti teater, tari, dan puisi.

 

Pewarta: Salma Ayu Aisyah

id_IDIndonesian