(0341)567475 [email protected]

CARA PENGISIAN DATA SIMAWA UNTUK CAPAIAN EMONEVVer. 250225*Semua data yang ditarik adalah data aktivitas yang dimulai di tahun berjalan dan berstatus Emonev“valid“

  1. Jumlah mahasiswa yang menghasilkan karya yang digunakan dunia usaha, industri dan
    masyarakat
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat: Nasional
    Prestasi/Jabatan: Kegiatan Non Lomba
    Deskripsi:

  • Rekognisi Hak Cipta/Buku
  • Rekognisi Paten

  1. Jumlah mahasiswa meraih prestasi minimal tingkat propinsi
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat:

  • Internasional
  • Nasional
  • Regional
  • Propinsi
    Capaian:
  • Juara 1 / Emas
  • Juara 2 / Perak
  • Juara 3 / Perunggu
    *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana

  1. Jumlah mahasiswa mengikuti (kepesertaan) kegiatan kompetisi BELMAWA, rekognisi
    Internasional atau mengikuti latihan kepemimpinan
    a. Kegiatan Kompetisi BELMAWA
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat:

  • Internasional
  • Nasional
  • Regional
    Prestasi: Kegiatan Belmawa
    *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana
    b. Rekognisi Internasional
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat: Internasional
    Prestasi: Kegiatan Non Lomba
    Deskripsi:
  • Rekognisi Juri/Pelatih
  • Peserta pameran
  • Pemakalah/Speaker Conference/Seminar Internasional
    *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana
    c. Mengikuti Latihan Kepemimpinan
    Klasifikasi: Program Pengembangan Diri
    Deskripsi: Pembinaan Mental Kebangsaaan/Character Building

  1. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendanaan proposal PKM
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat: Nasional
    Prestasi: Kegiatan Belmawa
    Deskripsi: Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
    *Hanya menghitung kegiatan PKM yang berstatus DIDANAI
  2. Jumlah mahasiswa yang memperoleh sertifikasi kompetensi internasional atau Lembaga
    Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3)
    a. Sertifikasi Kompetensi Internasional:
    Klasifikasi: Sertifikat Kompetensi
    Tingkat: Internasional
    Deskripsi: –
    b. Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3):
    Klasifikasi: Sertifikat Kompetensi
    Deskripsi: Lembaga Sertifikasi Profesi Tingkat 3 (P3)
  3. Persentase dosen yang membimbing mahasiswa berkegiatan di luar program studi
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat:

  • Internasional
  • Nasional
  • Regional
  • Propinsi
    Prestasi:
  • Kegiatan KO dan Ekstrakurikuler Mandiri
  • Kegiatan Belmawa
    Capaian:
  • Juara 1 / Emas
  • Juara 2 / Perak
  • Juara 3 / Perunggu
    *Capaian indikator ini selain bersumber dari SIMAWA, ditambah juga dengan data MBKM dari SIAKAD

  1. Jumlah mahasiswa yang mengikuti pertukaran mahasiswa outbound ke PT luar negeri
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Tingkat: Internasional
    Prestasi: Kegiatan Non Lomba
    Deskripsi: Pertukaran Mahasiswa Nasional dan Internasional
  2. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendanaan program kewirausahaan atau mendapatkan
    beasiswa pendidikan pada tahun berjalan.
    a. Pendanaan Program Kewirausahaan:
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Deskripsi: Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa
    *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana
    b. Beasiswa Pendidikan:
    Klasifikasi: Prestasi dan Penghargaan
    Prestasi: Kegiatan Non Lomba
    Deskripsi: Beasiswa Non-APBN
    *Dilaksanakan oleh mahasiswa S1 dan D4, bukan mahasiswa pascasarjana.
    *Mahasiswa yang berstatus aktif saja.

Bukan Sebatas Seminar, Tapi Juga Pintu Menjadi Penulis

Bukan Sebatas Seminar, Tapi Juga Pintu Menjadi Penulis

Malang – Semnas (Seminar Nasional) merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Bulan Bahasa Sastra yang diselenggarakan pada hari kamis (2/10) oleh HMD Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang di GKB A20. 

Pemateri dari kegiatan ini yaitu Luluk HF, yang merupakan seorang penulis novel mariposa, peneliti budaya, dan kurator literasi digital. Dengan mengusung tema ‘Peran Generasi Muda dalam Mempertahankan Nilai Karya Sastra dan Bahasa di Era Budaya Digital’, ia dapat membawakan materi dengan lugas dan menarik.

Selain materi kepenulisan yang disampaikan, Luluk HF memberikan tips pribadi untuk mengurangi kesulitan dalam menulis. Menariknya ialah materi yang disampaikan cukup interaktif dengan peserta sehingga tidak membuat bosan. Kegiatan diakhiri dengan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, dan jumpa fans.

Hayga Athena selaku ketua pelaksana juga menyampaikan, “alasan kita mengundang Kak Luluk karena karya yang dibuat sangat digemari oleh gen z. Penyampaiannya juga relate banget bagi sebagian penggemar, jadi harapannya semoga semua yang disampaikan oleh beliau bisa bermanfaat dan memiliki dampak positif ke peserta seminar.” Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang penulis.

Salma Ayu Aisyah

MISI 2025 Sukses Digelar, Mahasiswa Baru Sastra Indonesia Dibekali Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi

 

Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan MISI (Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi) 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (26/9). Kegiatan yang menjadi bagian dari orientasi mahasiswa baru (ospek) tingkat departemen ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa baru dengan motivasi, inspirasi, serta edukasi sebagai langkah awal memasuki dunia perkuliahan.

 

Dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Sastra Indonesia melalui Optimalisasi Bakat, Minat, dan Literasi Unggul”, MISI 2025 menghadirkan pengalaman berbeda dari ospek pada umumnya. Jika kegiatan orientasi seringkali identik dengan peraturan yang kaku, MISI lebih menekankan aspek pengembangan diri, kreativitas, dan kebersamaan. Sebanyak 472 mahasiswa baru Sastra Indonesia mengikuti kegiatan ini secara penuh dan antusias.

 

Dalam sambutannya Ketua Umum HMD Sastra Indonesia, Hananto Tri Wibowo, menekankan bahwa MISI bukan sekadar acara seremonial penyambutan. “MISI adalah wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, membangun karakter, serta memberikan gambaran nyata tentang peran mahasiswa Sastra Indonesia di masa depan. Kami berharap maba tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan kreatif,” tegasnya. Rangkaian seminar kemudian menjadi inti kegiatan, menghadirkan pembicara yang memberikan wawasan berharga. Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. membawakan materi “Pengembangan Diri sebagai Mahasiswa Kreatif dan Inovatif”, yang mendorong mahasiswa baru untuk aktif, berani berinovasi, dan membangun mentalitas adaptif di era modern. Sementara itu, alumni Sastra Indonesia, Indra Yogatama, S.S., berbagi pengalaman melalui materi “Mempersiapkan Diri Menghadapi Dunia Kerja”, yang memberikan gambaran konkret tentang tantangan profesional yang akan dihadapi lulusan Sastra Indonesia.

 

Selain seminar, mahasiswa baru juga berkesempatan menampilkan karya kreatif dalam bentuk pertunjukan kelompok. Penampilan ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga melatih kerja sama tim, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi. Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari setiap kelompok yang berusaha menampilkan karya terbaik mereka di hadapan teman-teman seangkatan, panitia, dan dosen yang hadir.

 

Ketua Pelaksana, Muhammad Nuri Fauzil Adhim, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan kegiatan ini. “Alhamdulillah, MISI 2025 dapat berjalan lancar dan sukses. Antusiasme mahasiswa baru luar biasa, dan itu membuktikan bahwa acara ini mampu menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan,” ujarnya.

 

Dengan suksesnya penyelenggaraan MISI 2025, mahasiswa baru Departemen Sastra Indonesia kini resmi bergabung dalam keluarga besar Departemen Sastra Indonesia. Mereka tidak hanya memperoleh informasi akademik dan non-akademik, tetapi juga mendapatkan bekal motivasi untuk menapaki perjalanan panjang di dunia perkuliahan. Kegiatan ini menjadi titik awal yang akan membimbing mahasiswa baru menuju proses belajar yang lebih matang, penuh inspirasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Pewarta : Izka Amalina

Dokumentasi : HMD Sastra Indonesia

Gelanggang Purnama 2025 Hadirkan Pementasan “Sunyaruri”  dari LSO Sastra Indonesia

Poor – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan Gelanggang Purnama 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (28/9). Kegiatan lanjutan dari MISI yang telah dilaksanakan sebelumnya (26/9). Kegiatan ini menjadi bagian terakhir dari orientasi mahasiswa baru tingkat Departemen Sastra Indonesia. Acara ini menghadirkan malam pementasan dari tiga Lembaga Semi Otonom (LSO) HMD Sastra Indonesia, yakni Teater Pelangi, Griya Sastra Puisi, dan Gita Lenggang Tari.

Tahun ini, Gelanggang Purnama mengusung pementasan utama bertajuk “Sunyaruri”, yang terinspirasi dari novel karya Risa Saraswati. Sunyaruri memiliki makna “sunyi yang hidup”, yaitu kondisi hening yang bukan berarti hampa, melainkan ruang perenungan dan pemaknaan diri. Gelanggang Purnama menjadi wadah ekspresi seni yang dirancang khusus untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia kreativitas dan pengembangan minat-bakat. Melalui acara ini, mahasiswa baru diharapkan terinspirasi sekaligus mendapatkan ruang untuk mengenal lebih dekat wadah yang sesuai dengan ketertarikan mereka.

“Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak penonton khususnya mahasiswa baru untuk tidak takut atau cemas saat berada dalam fase sunyi. Sunyaruri mengajarkan bahwa kesunyian bukan akhir, melainkan jeda yang penuh makna,” ujar Davina Aulia Y, selaku sie acara pada kegiatan tersebut.

Masing-masing LSO turut mempersembahkan penampilan terbaiknya. Teater Pelangi menampilkan pertunjukan “Badut Terakhir” yang menghadirkan nuansa dramatik penuh simbol kehidupan. Gita Lenggang Tari memukau penonton melalui penampilan “Pamuja Sesaji” dengan koreografi yang sangat bermakna budaya. Sementara itu, Griya Sastra Puisi menghadirkan “Dan Dalam Rentetan Kekalahan, Bertahanlah Sedikit Lebih Lama”, sebuah refleksi puitis tentang keteguhan dalam menghadapi keterpurukan.

Melalui perpaduan teater, puisi, dan tari, Gelanggang Purnama 2025 menghadirkan pengalaman artistik yang menyentuh, sekaligus menjadi ajakan bagi mahasiswa baru untuk berdamai dengan sunyi, melihat kesepian bukan sebagai musuh, melainkan teman perjalanan yang membawa pesan.

Dengan penyelenggaraan Gelanggang Purnama 2025, HMD Sastra Indonesia tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyuguhkan ruang refleksi yang relevan dengan perjalanan hidup mahasiswa baru. Acara ini diharapkan mampu menjadi pintu bagi mereka untuk menemukan komunitas, menyalurkan bakat, dan tumbuh bersama dalam dunia sastra dan seni.

Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri

en_USEnglish