(0341)567475 [email protected]
Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan siswa SMA Negeri 1 Lawang dalam kegiatan outing class bertajuk “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra” yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Self Access Center (SAC) Fakultas Sastra sebagai bagian dari upaya pengenalan dunia perkuliahan kepada siswa sekolah menengah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik di berbagai program studi sastra. Mereka berkesempatan mengunjungi SAC Sastra Indonesia, SAC Sastra Inggris, dan SAC Sastra Jerman, serta mendapatkan penjelasan mengenai proses pembelajaran, fasilitas pendukung, hingga peluang karier di bidang kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang suasana belajar di perguruan tinggi.

Selain itu, interaksi dengan lingkungan kampus diharapkan dapat menumbuhkan motivasi serta kesiapan siswa dalam merencanakan studi lanjut. Perwakilan Fakultas Sastra UM menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalin kemitraan dengan sekolah serta memperkenalkan dunia akademik secara lebih dekat kepada calon mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mendapatkan wawasan baru serta inspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang sastra dan bahasa.

Pewarta : Ratu Zabrina

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Malang, 29 April 2026 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan klarifikasi usulan Program Studi (Prodi) Baru PTN-BH untuk Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (29/4), pukul 08.00–10.00 WIB.

Asesor dalam Kegiatan klarifikasi ini adalah Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dan Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. Klarifikasi ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses pengajuan program studi baru, yang bertujuan untuk melakukan validasi dan pendalaman terhadap aspek akademik, kelembagaan, serta pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan LAMDIK Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengajuan Akreditasi Program Studi Kependidikan Baru Program Jarak Jauh untuk jenjang Magister dan Doktor pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Melalui kegiatan ini, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program studi yang berkualitas, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran jarak jauh, khususnya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan seminar bertema “Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni Pertunjukan: Menjawab Tantangan Industri Kreatif & Society 5.0.” Acara ini diadakan pada tanggal (29/4/26) di Gedung AVA Lantai 2 D14 Fakultas Sastra, dengan menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pendidikan seni, Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dari Universitas Airlangga, dan Puji Astutik, S.Pd, guru seni budaya SMPN 23 Malang.

Seminar yang dimoderatori oleh Wecya Sugevin, S.Pd., M.Pd dari Universitas Negeri Malang ini bertujuan untuk membahas tantangan dan peluang pendidikan seni dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta perubahan paradigma dalam masyarakat modern. Tema besar seminar ini menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga menghargai filosofi dan identitas budaya dalam seni pertunjukan.

Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dalam pemaparannya menjelaskan bahwa generasi Z yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi, memerlukan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan seni tradisional dengan elemen-elemen kontemporer, sehingga mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan pentingnya memadukan antara seni tradisional dan seni digital, di mana para pelaku seni masa depan harus bisa mengintegrasikan visualisasi, interaktivitas, serta personalisasi dalam karya seni mereka.

Sementara itu, Puji Astutik S.Pd, yang memiliki pengalaman mengajar seni budaya, mengungkapkan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pendidikan seni. Menurutnya, pembelajaran seni tidak hanya berhenti pada pengetahuan teknis, tetapi harus mampu menghubungkan siswa dengan nilai-nilai budaya yang mendalam melalui eksplorasi dan penciptaan karya seni yang orisinal. Beliau juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya yang merefleksikan konteks sosial dan budaya di sekitarnya.

Acara ini juga menyajikan beberapa contoh konkret penerapan strategi pembelajaran mendalam seperti project-based learning, di mana siswa diberi kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan pameran seni topeng Malangan kontemporer. Strategi lain yang dibahas adalah inkuiri budaya, di mana siswa mengunjungi pengrajin batik lokal untuk memahami filosofi di balik motif batik yang mereka buat.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta seminar juga diajak untuk melakukan refleksi estetis, seperti merasakan perasaan ketika memainkan gamelan, yang menghubungkan mereka lebih dalam dengan nilai-nilai budaya. Seminar ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi penerapan seni tradisional dalam konteks modern, melalui integrasi teknologi dan kolaborasi lintas disiplin.

Seminar ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi kemajuan pendidikan seni pertunjukan di Indonesia, yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga nilai-nilai budaya yang mengakar kuat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi seni, dan masyarakat, diharapkan pendidikan seni di Indonesia dapat terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman.

Pewarta: Ratu Zabrina Berlianti – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM

Libatkan 141 Mahasiswa Internasional, Fakultas Sastra UM Gelar Summer Course on Sastra Melayu 2026 Secara Hybrid

Libatkan 141 Mahasiswa Internasional, Fakultas Sastra UM Gelar Summer Course on Sastra Melayu 2026 Secara Hybrid

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Summer Course on Sastra Melayu 2026 selama empat hari, 22–25 April 2026. Program ini dilaksanakan dengan format hybrid (luring dan daring) serta diikuti oleh 141 mahasiswa asing dari Thailand, China, Malaysia, Pakistan, India, dan Sudan. Program ini dirancang dalam empat hari dengan empat jenis kegiatan utama yang berbeda, yakni seminar akademik, eksplorasi seni dan budaya, kunjungan lapangan, serta presentasi hasil pembelajaran.

Hari pertama difokuskan pada seminar akademik yang menghadirkan pembicara internasional dan nasional, antara lain Dr. Shivani Sivagurunathan, Andre Septiawan, Prof. Evi Eliyanah, dan Varavejbhisis Yossiri. Sesi ini memberikan landasan konseptual mengenai kajian sastra Melayu dalam perspektif global. Hari kedua diisi dengan kegiatan seni dan praktik budaya, meliputi pertunjukan tari tradisional, pembacaan dan musikalisasi puisi, pementasan teater, serta workshop pembuatan keramik gaya Melayu dan pelatihan gamelan bersama Prof. Ponimin. Pada hari ketiga, peserta mengikuti kegiatan lapangan (field trip) dengan mengunjungi Candi Singhasari, museum, serta desa binaan Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kontekstual mengenai keterkaitan sastra dengan sejarah dan budaya masyarakat. Hari keempat ditutup dengan presentasi kelompok peserta yang menampilkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan sertifikat.

Dekan Fakultas Sastra UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa program ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sastra Melayu di kalangan generasi muda. “Melalui skema hybrid dan keterlibatan mahasiswa dari berbagai negara, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang memperkaya perspektif global,” ujarnya..

Kegiatan Summer Course on Sastra Melayu 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi kajian sastra Melayu di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama akademik lintas negara di masa mendatang.

Fakultas Sastra UM Gelar CAGARA Entrepreneur Fest 2026, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Wirausaha

Fakultas Sastra UM Gelar CAGARA Entrepreneur Fest 2026, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Wirausaha

​Malang — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan CAGARA Entrepreneur Fest 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar bertajuk “Strategi Pengembangan Kewirausahaan bagi Mahasiswa” yang akan diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026.

Bertempat di Audio Visual Aula (AVA) F9, Gedung D14 Lantai 2 Fakultas Sastra UM, seminar ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh mahasiswa penerima dana CAGARA FS 2026 sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pendampingan program kewirausahaan. Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Aiga Ventivani, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Malang yang akan membawakan materi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta Ardian Ferdy Prahengga, S.Kom., praktisi sekaligus Direktur Utama Moonlight dan Ta’lim Lughoh Yogyakarta, yang akan berbagi pengalaman praktis dalam dunia usaha.

CAGARA Entrepreneur Fest 2026 menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Sastra UM dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang produktif di kalangan mahasiswa. Dengan menghadirkan kombinasi perspektif akademis dan praktis, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Selain itu, pemahaman tentang perlindungan karya melalui HKI juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global.

en_USEnglish