(0341)567475 [email protected]
Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan LPI Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC)

Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan LPI Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC)

Malang — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) menerima kunjungan studi banding dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang di Self Access Centre (SAC) Fakultas Sastra pada Senin (11/5/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengembangan wawasan pendidikan multilingual dan penguatan identitas budaya dalam lingkungan belajar bahasa.

Rombongan LPI Sabilillah Malang terdiri atas enam peserta yang berasal dari jajaran pimpinan dan pengembang pendidikan multilingual. Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat konsep, fasilitas, serta pengelolaan Self Access Centre (SAC) sebagai pusat pembelajaran mandiri bahasa di Fakultas Sastra UM. Kegiatan penyambutan dan diskusi dipandu oleh tim dari SAC Fakultas Sastra, yakni Dr. Niamika El Khoiri, S.Pd., M.A. selaku Ketua SAC Fakultas Sastra, bersama Nanang Zubaidi, S.S., M.A., Ph.D., Dr. Ibnu Samsul Huda, S.S., M.A., Dr. Sri Prameswari Indriwardhani, S.Pd., M.Pd., Amira Eza Febrian Putri, S.Pd., MTCSOL., serta Rully Farida, M.Pd.

Dalam suasana hangat dan kolaboratif, para peserta berdiskusi mengenai pengembangan ruang belajar bahasa yang nyaman, interaktif, dan berbasis budaya. SAC Fakultas Sastra UM dinilai menjadi salah satu model pengembangan pembelajaran bahasa yang mampu mengintegrasikan aspek teknologi, kemandirian belajar, dan nuansa budaya dalam satu ekosistem pembelajaran. Selain pemaparan mengenai program dan layanan SAC, peserta juga diajak meninjau langsung fasilitas pembelajaran mandiri bahasa yang tersedia di lingkungan Fakultas Sastra UM.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan LPI Sabilillah Malang dalam pengembangan pendidikan bahasa dan budaya di masa mendatang.

[Tim Humas FS UM]

Studi Banding HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ Perkuat Kolaborasi Akademik

Studi Banding HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ Perkuat Kolaborasi Akademik

Malang, 2 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan studi banding dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) IMABINA Universitas Negeri Jember (UNEJ) pada Sabtu (2/5). Bertempat di Laboratorium Drama, Fakultas Sastra UM, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran wawasan antarorganisasi kemahasiswaan di bidang sastra.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum HMD Sastra Indonesia UM, Zahara Sania Isvara Dinejad, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan HMP IMABINA UNEJ. “Studi banding ini bukan sekadar kunjungan formal, tapi momentum untuk belajar bersama. Kami berharap diskusi hari ini bisa melahirkan ide-ide kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua himpunan,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pembina HMD Sastra Indonesia UM, Ahmad Junaidi, S.S., M.A. Beliau menekankan pentingnya membangun jejaring antarhimpunan sastra di Indonesia. “Mahasiswa sastra punya peran strategis dalam merawat budaya dan literasi. Dengan kolaborasi, kita bisa memperkuat peran itu di tingkat yang lebih luas,” tutur beliau.

Sebagai bentuk penyambutan, HMD Sastra Indonesia UM menampilkan pertunjukan dari Griya Sastra Puisi (GRISAS) berjudul “Suara Dibawah Atap”. Pertunjukan ini diperankan oleh lima mahasiswa anggota GRISAS. Dengan konsep teatrikal puisi, penampilan tersebut memadukan pembacaan puisi, ekspresi wajah, olah vokal, dan gerak tubuh yang ekspresif. Musikalisasi dan tata cahaya sederhana di Laboratorium Drama turut memperkuat suasana, sehingga berhasil memukau peserta studi banding. Penampilan ini menjadi representasi salah satu program unggulan HMD Sastra Indonesia UM dalam pengembangan minat dan bakat di bidang sastra pertunjukan.

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja masing-masing organisasi. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait pengelolaan kegiatan, kaderisasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Maftuhatus Zahro, menyampaikan bahwa studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menjalin kolaborasi berkelanjutan antar kedua himpunan, seperti kolaborasi produksi karya atau seminar bersama.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol hubungan baik antara HMD Sastra Indonesia UM dan HMP IMABINA UNEJ.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang positif dalam mengembangkan potensi mahasiswa sastra, serta memperkuat jejaring antarorganisasi kemahasiswaan di tingkat perguruan tinggi.

Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Fakultas Sastra UM Terima Kunjungan SMA Negeri 1 Lawang melalui Program “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra”

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan siswa SMA Negeri 1 Lawang dalam kegiatan outing class bertajuk “Sehari Menjadi Mahasiswa Sastra” yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Self Access Center (SAC) Fakultas Sastra sebagai bagian dari upaya pengenalan dunia perkuliahan kepada siswa sekolah menengah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik di berbagai program studi sastra. Mereka berkesempatan mengunjungi SAC Sastra Indonesia, SAC Sastra Inggris, dan SAC Sastra Jerman, serta mendapatkan penjelasan mengenai proses pembelajaran, fasilitas pendukung, hingga peluang karier di bidang kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang suasana belajar di perguruan tinggi.

Selain itu, interaksi dengan lingkungan kampus diharapkan dapat menumbuhkan motivasi serta kesiapan siswa dalam merencanakan studi lanjut. Perwakilan Fakultas Sastra UM menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalin kemitraan dengan sekolah serta memperkenalkan dunia akademik secara lebih dekat kepada calon mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mendapatkan wawasan baru serta inspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang sastra dan bahasa.

Pewarta : Ratu Zabrina

Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Sastra UM Gelar “Beyond Movement”, Perayaan Hari Tari, Musik, dan Teater 2026

Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Sastra UM Gelar “Beyond Movement”, Perayaan Hari Tari, Musik, dan Teater 2026

Malang – Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tari, Musik, & Teater 2026 yang mengusung tema “Beyond Movement – Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman”. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 30 April 2026, di Lantai Ground Hall Malang Town Square, dan berlangsung meriah sejak pukul 12.35 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi ruang kolaboratif yang melibatkan alumni, mahasiswa Program Studi PSTM (sekarang PSP) angkatan 2022 hingga 2025, serta berbagai pihak eksternal, termasuk komunitas-komunitas seni di wilayah Malang Raya. Keterlibatan komunitas seni lokal ini memperkaya perspektif artistik sekaligus memperkuat jejaring ekosistem seni pertunjukan antara kampus dan masyarakat.

Kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas ini menghadirkan perayaan seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna budaya dan refleksi sosial. Beragam penampilan tari, musik, dan teater disuguhkan dengan kualitas artistik yang memukau. Pementasan yang ditampilkan berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan penonton. Tidak hanya menonjolkan keterampilan teknis para pelaku seni, setiap pertunjukan juga membawa pesan mendalam tentang identitas, kreativitas, serta dinamika budaya di tengah perubahan zaman.

Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., Ketua Kaprodi S1 PSP sekaligus Ketua Departemen Seni dan Desain, menyampaikan bahwa tema Beyond Movement dipilih untuk menegaskan bahwa seni pertunjukan tidak sekadar gerak dan bunyi, tetapi merupakan pengalaman utuh yang melibatkan emosi, pemikiran, dan interaksi sosial. “Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang pengalaman yang hidup—yang mampu menghubungkan generasi, membuka dialog budaya, dan menginspirasi kreativitas baru, termasuk melalui sinergi dengan komunitas seni di Malang Raya,” ujarnya.

Antusiasme penonton yang tinggi menjadi indikator keberhasilan acara ini. Para pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga terlibat secara emosional dalam setiap sajian yang ditampilkan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antar generasi pelaku seni sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas seni lokal.

Fakultas Sastra UM berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai wadah ekspresi, inovasi, dan pelestarian budaya yang inklusif. Sebagai penutup, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pengisi acara, komunitas seni, tim produksi, hingga para penonton yang turut menyukseskan kegiatan ini.

[Tim Humas FS]

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Klarifikasi Usulan Prodi Baru PJJ Magister Pendidikan Bahasa Inggris UM Digelar Secara Daring

Malang, 29 April 2026 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan klarifikasi usulan Program Studi (Prodi) Baru PTN-BH untuk Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (29/4), pukul 08.00–10.00 WIB.

Asesor dalam Kegiatan klarifikasi ini adalah Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dan Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. Klarifikasi ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses pengajuan program studi baru, yang bertujuan untuk melakukan validasi dan pendalaman terhadap aspek akademik, kelembagaan, serta pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan LAMDIK Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengajuan Akreditasi Program Studi Kependidikan Baru Program Jarak Jauh untuk jenjang Magister dan Doktor pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Melalui kegiatan ini, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program studi yang berkualitas, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran jarak jauh, khususnya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Fakultas Sastra UM Gelar Seminar Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni: Menjawab Tantangan Industri Kreatif dan Society 5.0

Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan seminar bertema “Kurikulum OBE dalam Pendidikan Seni Pertunjukan: Menjawab Tantangan Industri Kreatif & Society 5.0.” Acara ini diadakan pada tanggal (29/4/26) di Gedung AVA Lantai 2 D14 Fakultas Sastra, dengan menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pendidikan seni, Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dari Universitas Airlangga, dan Puji Astutik, S.Pd, guru seni budaya SMPN 23 Malang.

Seminar yang dimoderatori oleh Wecya Sugevin, S.Pd., M.Pd dari Universitas Negeri Malang ini bertujuan untuk membahas tantangan dan peluang pendidikan seni dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta perubahan paradigma dalam masyarakat modern. Tema besar seminar ini menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga menghargai filosofi dan identitas budaya dalam seni pertunjukan.

Dr. Tutung Nurdiyana, S.Sos., M.A., M.Pd dalam pemaparannya menjelaskan bahwa generasi Z yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi, memerlukan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan seni tradisional dengan elemen-elemen kontemporer, sehingga mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan pentingnya memadukan antara seni tradisional dan seni digital, di mana para pelaku seni masa depan harus bisa mengintegrasikan visualisasi, interaktivitas, serta personalisasi dalam karya seni mereka.

Sementara itu, Puji Astutik S.Pd, yang memiliki pengalaman mengajar seni budaya, mengungkapkan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pendidikan seni. Menurutnya, pembelajaran seni tidak hanya berhenti pada pengetahuan teknis, tetapi harus mampu menghubungkan siswa dengan nilai-nilai budaya yang mendalam melalui eksplorasi dan penciptaan karya seni yang orisinal. Beliau juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya yang merefleksikan konteks sosial dan budaya di sekitarnya.

Acara ini juga menyajikan beberapa contoh konkret penerapan strategi pembelajaran mendalam seperti project-based learning, di mana siswa diberi kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan pameran seni topeng Malangan kontemporer. Strategi lain yang dibahas adalah inkuiri budaya, di mana siswa mengunjungi pengrajin batik lokal untuk memahami filosofi di balik motif batik yang mereka buat.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta seminar juga diajak untuk melakukan refleksi estetis, seperti merasakan perasaan ketika memainkan gamelan, yang menghubungkan mereka lebih dalam dengan nilai-nilai budaya. Seminar ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi penerapan seni tradisional dalam konteks modern, melalui integrasi teknologi dan kolaborasi lintas disiplin.

Seminar ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi kemajuan pendidikan seni pertunjukan di Indonesia, yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga nilai-nilai budaya yang mengakar kuat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, praktisi seni, dan masyarakat, diharapkan pendidikan seni di Indonesia dapat terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman.

Pewarta: Ratu Zabrina Berlianti – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM

en_USEnglish