(0341)567475 [email protected]
Bukan Sebatas Seminar, Tapi Juga Pintu Menjadi Penulis

Bukan Sebatas Seminar, Tapi Juga Pintu Menjadi Penulis

Malang – Semnas (Seminar Nasional) merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Bulan Bahasa Sastra yang diselenggarakan pada hari kamis (2/10) oleh HMD Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang di GKB A20. 

Pemateri dari kegiatan ini yaitu Luluk HF, yang merupakan seorang penulis novel mariposa, peneliti budaya, dan kurator literasi digital. Dengan mengusung tema ‘Peran Generasi Muda dalam Mempertahankan Nilai Karya Sastra dan Bahasa di Era Budaya Digital’, ia dapat membawakan materi dengan lugas dan menarik.

Selain materi kepenulisan yang disampaikan, Luluk HF memberikan tips pribadi untuk mengurangi kesulitan dalam menulis. Menariknya ialah materi yang disampaikan cukup interaktif dengan peserta sehingga tidak membuat bosan. Kegiatan diakhiri dengan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, dan jumpa fans.

Hayga Athena selaku ketua pelaksana juga menyampaikan, “alasan kita mengundang Kak Luluk karena karya yang dibuat sangat digemari oleh gen z. Penyampaiannya juga relate banget bagi sebagian penggemar, jadi harapannya semoga semua yang disampaikan oleh beliau bisa bermanfaat dan memiliki dampak positif ke peserta seminar.” Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang penulis.

Salma Ayu Aisyah

MISI 2025 Sukses Digelar, Mahasiswa Baru Sastra Indonesia Dibekali Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi

 

Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan MISI (Motivasi, Inspirasi, dan Edukasi) 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (26/9). Kegiatan yang menjadi bagian dari orientasi mahasiswa baru (ospek) tingkat departemen ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa baru dengan motivasi, inspirasi, serta edukasi sebagai langkah awal memasuki dunia perkuliahan.

 

Dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Sastra Indonesia melalui Optimalisasi Bakat, Minat, dan Literasi Unggul”, MISI 2025 menghadirkan pengalaman berbeda dari ospek pada umumnya. Jika kegiatan orientasi seringkali identik dengan peraturan yang kaku, MISI lebih menekankan aspek pengembangan diri, kreativitas, dan kebersamaan. Sebanyak 472 mahasiswa baru Sastra Indonesia mengikuti kegiatan ini secara penuh dan antusias.

 

Dalam sambutannya Ketua Umum HMD Sastra Indonesia, Hananto Tri Wibowo, menekankan bahwa MISI bukan sekadar acara seremonial penyambutan. “MISI adalah wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, membangun karakter, serta memberikan gambaran nyata tentang peran mahasiswa Sastra Indonesia di masa depan. Kami berharap maba tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan kreatif,” tegasnya. Rangkaian seminar kemudian menjadi inti kegiatan, menghadirkan pembicara yang memberikan wawasan berharga. Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. membawakan materi “Pengembangan Diri sebagai Mahasiswa Kreatif dan Inovatif”, yang mendorong mahasiswa baru untuk aktif, berani berinovasi, dan membangun mentalitas adaptif di era modern. Sementara itu, alumni Sastra Indonesia, Indra Yogatama, S.S., berbagi pengalaman melalui materi “Mempersiapkan Diri Menghadapi Dunia Kerja”, yang memberikan gambaran konkret tentang tantangan profesional yang akan dihadapi lulusan Sastra Indonesia.

 

Selain seminar, mahasiswa baru juga berkesempatan menampilkan karya kreatif dalam bentuk pertunjukan kelompok. Penampilan ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi diri, tetapi juga melatih kerja sama tim, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi. Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari setiap kelompok yang berusaha menampilkan karya terbaik mereka di hadapan teman-teman seangkatan, panitia, dan dosen yang hadir.

 

Ketua Pelaksana, Muhammad Nuri Fauzil Adhim, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan kegiatan ini. “Alhamdulillah, MISI 2025 dapat berjalan lancar dan sukses. Antusiasme mahasiswa baru luar biasa, dan itu membuktikan bahwa acara ini mampu menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan,” ujarnya.

 

Dengan suksesnya penyelenggaraan MISI 2025, mahasiswa baru Departemen Sastra Indonesia kini resmi bergabung dalam keluarga besar Departemen Sastra Indonesia. Mereka tidak hanya memperoleh informasi akademik dan non-akademik, tetapi juga mendapatkan bekal motivasi untuk menapaki perjalanan panjang di dunia perkuliahan. Kegiatan ini menjadi titik awal yang akan membimbing mahasiswa baru menuju proses belajar yang lebih matang, penuh inspirasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Pewarta : Izka Amalina

Dokumentasi : HMD Sastra Indonesia

Gelanggang Purnama 2025 Hadirkan Pementasan “Sunyaruri”  dari LSO Sastra Indonesia

Malang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan Gelanggang Purnama 2025 di Gedung Sasana Budaya A13 (28/9). Kegiatan lanjutan dari MISI yang telah dilaksanakan sebelumnya (26/9). Kegiatan ini menjadi bagian terakhir dari orientasi mahasiswa baru tingkat Departemen Sastra Indonesia. Acara ini menghadirkan malam pementasan dari tiga Lembaga Semi Otonom (LSO) HMD Sastra Indonesia, yakni Teater Pelangi, Griya Sastra Puisi, dan Gita Lenggang Tari.

Tahun ini, Gelanggang Purnama mengusung pementasan utama bertajuk “Sunyaruri”, yang terinspirasi dari novel karya Risa Saraswati. Sunyaruri memiliki makna “sunyi yang hidup”, yaitu kondisi hening yang bukan berarti hampa, melainkan ruang perenungan dan pemaknaan diri. Gelanggang Purnama menjadi wadah ekspresi seni yang dirancang khusus untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia kreativitas dan pengembangan minat-bakat. Melalui acara ini, mahasiswa baru diharapkan terinspirasi sekaligus mendapatkan ruang untuk mengenal lebih dekat wadah yang sesuai dengan ketertarikan mereka.

“Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak penonton khususnya mahasiswa baru untuk tidak takut atau cemas saat berada dalam fase sunyi. Sunyaruri mengajarkan bahwa kesunyian bukan akhir, melainkan jeda yang penuh makna,” ujar Davina Aulia Y, selaku sie acara pada kegiatan tersebut.

Masing-masing LSO turut mempersembahkan penampilan terbaiknya. Teater Pelangi menampilkan pertunjukan “Badut Terakhir” yang menghadirkan nuansa dramatik penuh simbol kehidupan. Gita Lenggang Tari memukau penonton melalui penampilan “Pamuja Sesaji” dengan koreografi yang sangat bermakna budaya. Sementara itu, Griya Sastra Puisi menghadirkan “Dan Dalam Rentetan Kekalahan, Bertahanlah Sedikit Lebih Lama”, sebuah refleksi puitis tentang keteguhan dalam menghadapi keterpurukan.

Melalui perpaduan teater, puisi, dan tari, Gelanggang Purnama 2025 menghadirkan pengalaman artistik yang menyentuh, sekaligus menjadi ajakan bagi mahasiswa baru untuk berdamai dengan sunyi, melihat kesepian bukan sebagai musuh, melainkan teman perjalanan yang membawa pesan.

Dengan penyelenggaraan Gelanggang Purnama 2025, HMD Sastra Indonesia tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyuguhkan ruang refleksi yang relevan dengan perjalanan hidup mahasiswa baru. Acara ini diharapkan mampu menjadi pintu bagi mereka untuk menemukan komunitas, menyalurkan bakat, dan tumbuh bersama dalam dunia sastra dan seni.

Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri

Calon peserta Wisuda Periode 134 & 135 Wajib simak berita ini!

Calon peserta Wisuda Periode 134 & 135 Wajib simak berita ini!

Malang- Dalam rangka memberikan kemudahan akses informasi bagi calon wisudawan, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media komunikasi resmi.

Inovasi ini hadir khusus untuk peserta Wisuda Periode 134 dan 135, di mana seluruh calon wisudawan wajib bergabung ke dalam grup WhatsApp yang telah disediakan. Melalui grup ini, peserta akan mendapatkan berbagai informasi penting terkait rangkaian kegiatan wisuda, mulai dari jadwal, tata tertib, hingga pengumuman terbaru secara cepat dan akurat.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Sastra UM dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa hingga akhir masa studi mereka. Dengan adanya grup WhatsApp ini, calon wisudawan tidak perlu khawatir tertinggal informasi karena semua update akan disampaikan langsung oleh pihak fakultas secara real-time.

Bagi calon wisudawan Periode 134 dan 135, segera scan QR Code yang tertera pada poster resmi Fakultas Sastra UM untuk bergabung. Pastikan Anda menjadi bagian dari grup WhatsApp agar tidak ketinggalan informasi penting seputar prosesi wisuda.

Mari bersama-sama sukseskan momen bersejarah ini dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik.

id_IDIndonesian