(0341)567475 [email protected]

Kota Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan seminar internasional bertajuk International Seminar on Language, Eduation, and Culture atau ISOLEC 2023. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 7 dan 8 Juli 2023 yang bertempat di lantai 7 dan 9 Gedung Kuliah Bersama A20 Universitas Negeri Malang.

          ISOLEC sendiri merupakan seminar berjenjang internasional dengan topik bahasa, pendidikan, dan kebudayaan yang pada tahun ini mengusung tema “Inclusive, Sustainable, and Transformational Education in Arts and Literature” atau “Pendidikan Inklusif, Berkelanjutan, dan Transformasional dalam Seni dan Sastra”. Acara tahunan ini diadakan untuk mengumpulkan para peneliti, praktisi, guru, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengidentifikasi berbagai aspek dalam perkembangan bahasa, pendidikan, dan budaya dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional.

          ISOLEC 2023 menjadi spesial karena menghadirkan tujuh pembicara utama dengan lima diantaranya merupakan pembicara asing dari lima negara berbeda. Mereka adalah Dr. Tom Hoogervost dari Royal Netherlands Institute of Southeaest Asian and Caribean Studies Belanda; Assoc. Prof. Vahid Aryadoust dari Nanyang Technological University Singapura; Dr. Muhammad Alif Haji Sismat dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam; Dr. Sabine Dengscherz dari University of Vienna Austria; dan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hisham Bin Zainal Abidin dari Universiti Utara Malaysia. Sedangkan sebagai tuan rumah, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang diwakili oleh Prof. Dr. Primardiana Hermilia Wijayanti serta Dr. Hanik Mahliatussikah.

          Rangkaian kegiatan ISOLEC 2023 yang merupakan edisi ketujuh ini dimulai dengan upacara pembukaan yang dihelat di ruang aula utama lantai 9 GKB A20. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, para hadirin dihibur dengan sajian Tari Jaripah khas Banyuwangi yang dibawakan oleh mahasiswa jurusan seni dan desain. Upacara pembukaan pun dilanjutkan dengan penayangan video profil UM, sambutan dari ketua pelaksana ISOLEC 2023, Dr. Mohammad Ahsanuddin, M.Pd., dan Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si. ISOLEC 2023 pun secara resmi dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. yang merupakan Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang. Upacara pembukaan pun ditutup dengan pemberian cenderamata dan sesi foto bersama para keynote speaker.

          Kegiatan ISOLEC 2023 kemudian dilanjutkan dengan dua sesi, yakni Plenary Session atau konferensi dengan pemateri utama di ruang aula dan Parallel Session atau sesi presentasi peserta. Adapun jumlah peserta ISOLEC 2023 adalah 185 orang yang berasal dari internal UM, kampus dan lembaga nasional, serta beberapa peserta dari negara lain. Seluruh peserta tersebut dibagi menjadi 8 ruangan berbeda dengan 5 hingga 7 orang pada tiap ruangannya untuk mempresentasikan artikel yang dilanjutkan sesi tanya jawab selama kurang lebih 15 menit.

          Hal berikutnya yang menjadikan ISOLEC 2023 makin spesial adalah artikel dan presentasinya yang dapat dilakukan dalam berbagai bahasa selain bahasa Inggris, yakni Jerman, Arab, Mandarin, dan pastinya Indonesia. Seluruh artikel yang telah terkumpul nantinya akan dipublikasikan di beberapa jurnal nasional dan internasional yang telah bereputasi atau terindeks, antara lain TEFLIN (Scopus), JBS dan IZDIHAR (Sinta 2), JPTTP, JPH, dan Al Arabi (Sinta 3), Atlantis Press, serta Proseding ber-ISSN. Berkenaan dengan topik yang dibahas, baik pembicara utama maupun peserta penyaji banyak membicarakan isu-isu kekinian, seperti literasi digital, kecerdasan buatan, strategi pembelajaran, penulisan, dan lain sebagainya.

          ISOLEC 2023 juga mendapat respon yang sangat baik dari peserta, salah satunya Disa. Dirinya menuturkan bahwa adanya ISOLEC 2023 ini membantunya dalam menyusun disertasi. “Motivasi saya ingin menguji penelitian saya yang nantinya akan saya lanjutkan jadi disertasi. Anggap saja pemanasan”, jelasnya. Perwakilan dari Universitas Negeri Jakarta tersebut juga menganggap keseluruhan acara maupun fasilitas sudah sangat baik. “Sudah bagus semua, nggk ada kekurangan apapun”, ungkapnya. Perlu diketahui, para peserta juga mendapatkan kenang-kenangan berupa totebag, buku panduan, buku catatan, pulpen, dan kartu identitas.

 

Reporter: Moch. Alfa Alfiansyah (ALF/200214606820)

 

en_USEnglish