Bandung, 4 Mei 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan observasi penelitian bertajuk “Desain Buku Ajar Bahasa Arab Berkonten Folklor Nusantara Berbasis Mobile Learning” yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Riset Kolaborasi Indonesia yang melibatkan tiga perguruan tinggi besar di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pro. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi ilmiah dan observasi lapangan terkait pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis budaya lokal Nusantara. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan inovasi buku ajar bahasa Arab yang tidak hanya menekankan aspek kebahasaan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui cerita rakyat dan folklor Nusantara dengan dukungan teknologi mobile learning.
Riset kolaboratif ini diketuai oleh Prof. Mohamad Zaka Al Farisi M.Hum dari UPI. Adapun anggota peneliti terdiri atas Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling (UNHAS) dan Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd, (UM). Kolaborasi antarkampus ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan riset pendidikan bahasa Arab yang kontekstual, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan masa kini.
Dalam kegiatan FGD, para peneliti membahas berbagai aspek penting terkait desain buku ajar, mulai dari pemilihan folklor Nusantara yang relevan, strategi integrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Arab, hingga pengembangan platform pembelajaran berbasis perangkat mobile. Selain itu, observasi penelitian juga dilakukan untuk memperoleh data empiris mengenai kebutuhan mahasiswa dan efektivitas penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab.
Menurut tim peneliti, penggunaan folklor Nusantara dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki potensi besar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih komunikatif, kontekstual, dan dekat dengan pengalaman budaya peserta didik.
Kegiatan penelitian kolaboratif ini juga menjadi wujud nyata sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis riset. Dengan memadukan pendekatan budaya dan teknologi digital, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan bahan ajar bahasa Arab di Indonesia, khususnya pada era transformasi digital pendidikan.
Melalui kegiatan FGD dan observasi tersebut, para peneliti optimistis bahwa desain buku ajar bahasa Arab berbasis folklor Nusantara dan mobile learning dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang efektif, menarik, dan mampu menjawab tantangan pembelajaran bahasa Arab di era modern.