(0341)567475 [email protected]
Menuju Transnational Education (TNE), DSA UM Gelar Studium General Bersama Guru Besar Malaysia

Menuju Transnational Education (TNE), DSA UM Gelar Studium General Bersama Guru Besar Malaysia

Departemen Bahasa Arab Universitas Negeri Malang (DSA UM) menggelar Studium General dengan tema “Mengurai Tantangan, Teknik, dan Transformasi Penerjemahan Arab.” Kegiatan ini berlangsung secara hybrid yang bertempatkan di Gedung AVA Fakultas Sastra (FS) UM dan dapat diakses secara daring melalui pranala youtube channel Bahasa Arab UM. Acara ini diselenggarakan tepat pada hari Kamis (16/05) dan dihadiri oleh segenap keluarga besar DSA UM.

 

“DSA UM memiliki program mengundang dosen luar negeri untuk membagikan ilmunya melalui kuliah tamu di setiap semester. Sebenarnya kegiatan ini sudah direncanakan sejak awal tahun 2024. Melalui persiapan yang panjang, akhirnya kuliah tamu dapat diadakan tepat pada hari ini. Pemateri yang diundang juga merupakan guru besar yang ahli di bidang penerjemahan Bahasa Arab,” ujar Dr. Mohammad Ahsanuddin, S,Pd., M.Pd. dalam sambutannya.

 

Pada kesempatan kali ini, DSA UM mengundang dua guru besar sebagai pemateri, yaitu Prof. Dr. Nurul Murtadho, M. Pd. dan Prof. Madya Dr. Abd. Rauf bin Tan Sri Hassan Azhari yang datang secara langsung dari Negeri Jiran Malaysia.

 

“Ada dua permasalahan yang mulai ditemukan di era transformasi yang dihadapi penerjemah Bahasa Arab. Pertama, tersebar luasnya kurang lebih 800 kamus penerjemahan yang dapat diakses dalam bentuk PDF secara gratis. Hal ini mengakibatkan tidak ditemukannya lagi mahasiswa yang membawa kamus ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kampus. Kedua, seseorang yang bekerja dalam bidang penerjemah mulai tergantikan dengan kemunculan berbagai Artificial Intelligence (AI),” jelas Prof. Madya Dr. Abd. Rauf bin Tan Sri Hassan Azhari, dosen Fakultas Bahasa Modern dan Komunikasi Universitas Putra Malaysia.

 

Guru Besar DSA, Prof. Dr. Nurul Murtadho, M. Pd. juga menerangkan terkait cara menggapai peluang dunia kerja di bidang penerjemahan.

 

“UM sudah mulai menuju Transnational Education (TNE), terutama DSA UM. Bukan hal yang mengherankan lagi apabila ada beberapa dosen luar negeri mengajar di UM, begitupun sebaliknya. Adanya program student exchange juga menunjukkan kepada kita semua akan adanya kolaborasi dalam hubungan dua negara yang sangat dinamis. Oleh karena itu, adanya kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bukti produktivitas DSA UM dan saya harap bisa berkelanjutan di semester berikutnya,” tutur Wakil Dekan I FS UM, Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D.

 

Pewarta : Hania Nuha Tsabita – Internship Humas FS UM

 

Gelar CO-Teaching dengan UiTM Malaysia, Prodi Ilmu Perpustakaan UM Perluas Wawasan Riset Internasional

Gelar CO-Teaching dengan UiTM Malaysia, Prodi Ilmu Perpustakaan UM Perluas Wawasan Riset Internasional

Kota Malang – Dalam rangka memberikan wawasan seputar tren penelitian di bidang perpustakaan dan informasi pada mahasiswa yang segera menempuh skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) menggelar acara CO-Teaching bersama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Acara yang berlangsung pada hari Selasa, 14 Mei 2024 ini bertempat di Ruang Seminar Gedung GKB A20.201 Universitas Negeri Malang.

Dimulai pada pukul 08.30 pagi, acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Koordinator Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan UM, Moh. Safii, S.Kom, M.Hum., kemudian memberikan sambutan dengan menyampaikan pentingnya kolaborasi pengetahuan di dalam dan luar kelas. “Co-Teaching ini sejatinya penggabungan 2 mata kuliah, yakni perilaku informasi dan tren penelitian. Harapannya, kegiatan ini semoga dapat membantu mahasiswa di semester 7 dalam mengerjakan skripsi, khususnya dalam menemukan topik penelitian dari negara Malaysia yang bisa diadopsikan di Indonesia”, paparnya.

Sambutan berikutnya, disampaikan oleh Wakil Dekan 2 Fakultas Sastra UM, Dr. Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum., Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemateri dan berharap peserta dapat memetik manfaat dari acara ini. Tak hanya itu, beliau juga sekaligus membuka acara secara resmi.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Pemateri utama, Assoc. Prof. Ts. Dr. Roziya Abu dari UiTM Malaysia, kemudian menyampaikan materi yang dimoderatori oleh dosen Ilmu Perpustakaan UM, Amalia Nurma Dewi, M.Hum. Adapun tema yang diangkat adalah “Library & Information Science Trends in Malaysia”.

Materi diawali dengan pengenalan UiTM, meliputi profil, sejarah, kampus cabang, program studi, mahasiswa, dan situs web. Prof. Roziya juga memetakan bidang ilmu yang diteliti di Malaysia, termasuk ilmu perpustakaan, manajemen informasi, ilmu kearsipan, ilmu informasi, manajemen pengetahuan, manajemen rekod, serta manajemen informasi museum dan warisan budaya.

Selain itu, beliau memaparkan kata kunci dan topik penelitian terkini di bidang Library and Information Science di Malaysia, seperti perpustakaan digital, literasi dan pendidikan informasi, akses terbuka, teknologi baru, preservasi dan konservasi digital, perilaku informasi dan studi pengguna, serta warisan budaya dan arsip. Pemateri yang datang untuk pertama kalinya ke UM ini juga menekankan pentingnya megikuti tren penelitian terbaru.“Penelitian dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi ini penting karena memungkinkan para profesional untuk tetap unggul dalam menghadapi perubahan tren teknologi, sosial, dan budaya, sehingga layanan perpustakaan dan informasi tetap mutakhir dan efektif”. Tak hanya itu, untuk mendukung hal tersebut, beliau juga memberikan tips dan trik dalam melakukan penelitian Library and Information Science, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, objek penelitian, metode, analisis data, hingga penentuan kesimpulan.

Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif menjadi penutup acara yang juga dihadiri oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Sastra, Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., serta diikuti oleh puluhan mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan dari berbagai angkatan, utamanya angkatan 2021 ini pun mendapatkan tanggapan positif dari peserta. “Acaranya bagus dan menarik, malah terlalu sebentar. Semoga ada acara berikutnya dengan beliau lagi,” ujar Yanuar, mahasiswa angkatan 2021.

Pewarta: Moch. Alfa Alfiansyah 

Dokumentasi: Trisna Nurdiana

Menjaga Eksistensi dan Gairahkan Ekspresi, Mahasiswa Kesenian UM Peringati Hari Tari Nasional dengan UM Menari 24 Jam

Menjaga Eksistensi dan Gairahkan Ekspresi, Mahasiswa Kesenian UM Peringati Hari Tari Nasional dengan UM Menari 24 Jam

Kota Malang – Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia dan Hari Musik Nasional, ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik dari Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pagelaran tari musik yang berlangsung selama 24 jam. Kegiatan ini berlangsung sepanjang hari pada hari Senin, 4 April 2024.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Wakil Dekan II Fakultas Sastra, Dr. Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum. Setelahnya, peringatan hari tari nasional ini pun dimulai dengan penuh semangat di gerbang masuk UM Jalan Cakralawa pada pagi hari. Para mahasiswa yang merupakan perkumpulan dari berbagai angkatan tampil kompak dengan mengenakan kostum tari. Mereka mempersembahkan gerakan indah di sejumlah titik di area kampus, utamanya di sekitar area masuk gerbang Veteran UM.

Dr. Tri Wahyuningtyas, SPd. MSi., Dosen Departemen Seni dan Desain, mengungkapkan bahwa selain di UM, pertunjukan tari juga dilakukan di Kampung Budaya Polowijen. Untuk menjalankan pertunjukan selama 24 jam, sistem per jam diterapkan bagi setiap angkatan mahasiswa. Mulai dari pertunjukan di pintu gerbang pada pagi hari, hingga aktivitas tari dan musik di berbagai lokasi kampus pada sore hari. Tak hanya mahasiswa, rupanya penampilan tari dan music nusantara ini juga dilakukan oleh para dosen, alumni, bahkan juga para seniman.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Kaprodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Fakultas Sastra UM. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin setiap tahun untuk memperingati hari tari. “Melalui pagelaran ini, seni tari dan musik tetap eksis di tengah-tengah mahasiswa,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, mahasiswa juga mengikuti workshop yang diadakan di panggung terbuka Ganesha UM, dengan dua pemateri yaitu Drs. Soerjo Wido Minarto, MSn, yang merupakan praktisi tari nasional, dan Solly Pigawahi, yang merupakan seorang praktisi musik kawakan. Rangkaian peringatan hari tari nasional ini pun diakhiri dengan penamilan tari kolosal oleh seluruh peserta di area tower gedung C9 Fakultas Sastra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa dapat mengekspresikan diri melalui seni tari dan musik. Menurut Tri, Hari Tari bukan sekadar momen peringatan, tetapi juga refleksi diri sebagai insan penari dan musisi. Jenis tarian yang ditampilkan tidak dibatasi, memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka. “Yang penting adalah mengalirkan emosi dan ekspresi dalam setiap aktivitas ini,” pungkasnya.

Pewarta: Dr. Tri Wahyuningtyas, SPd. MSi.,

Editor: Moch. Alfa Alfiansyah

en_USEnglish