Rabu, 19 November 2025 — Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, sukses menyelenggarakan Lokakarya Pencegahan dan Penanganan Plagiasi dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah di Aula AVA D14. Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini menarik antusiasme besar dari mahasiswa, dengan total 170 peserta dari berbagai angkatan yang memenuhi ruangan sejak pagi.
Kegiatan ini digagas sebagai langkah strategis Departemen Sastra Indonesia dalam menguatkan budaya akademik yang berintegritas, khususnya di tengah meningkatnya tantangan penulisan ilmiah pada era digital. Melalui lokakarya ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk plagiasi dan konsekuensi etik maupun administratifnya, tetapi juga dibekali keterampilan teknis untuk menghindarinya—mulai dari teknik parafrasa yang benar, penggunaan aplikasi pengecekan kesamaan, hingga etika sitasi dalam berbagai gaya penulisan.
Sepanjang sesi, para pemateri menekankan bahwa integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi fondasi utama dalam membangun kredibilitas akademik dan profesional di masa depan. Mahasiswa diajak berdiskusi mengenai kasus-kasus nyata yang sering terjadi dalam penyusunan karya ilmiah, serta strategi konkret untuk mencegah pelanggaran secara sadar maupun tidak disengaja.
Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan diskusi interaktif yang berkembang hingga akhir acara. Para mahasiswa mengaku bahwa lokakarya ini membantu mereka lebih percaya diri dalam menyusun karya ilmiah, terutama ketika menghadapi tugas akhir, artikel jurnal, atau proyek penelitian lainnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Fakultas Sastra UM dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, etis, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat komitmen institusi terhadap standar mutu pendidikan tinggi.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, Departemen Sastra Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Budaya akademik berintegritas bukan hanya cita-cita, tetapi gerakan kolektif yang dimulai dari kesadaran individu dan dukungan institusi secara berkelanjutan.