(0341)567475 [email protected]
Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Malang- Setelah rangkaian acara Universe to Bibliotheca, and Back (U2BB) 2025, Departemen Sastra Inggris sukses di gelar, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) dan University Sains Malaysia (USM) melakukan kunjungan ke LKP Soendari Wastra Wiyata hari Kamis (15/05) Pukul 14.00 di Malang. Kegiatan ini di dampingi oleh Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., Erli Wahyuningtyas Sudarmiati, S.Pd., M.App.Ling.,  Alma Huwaida Ramadhani, M.A., dan Para Panitia.

Setibanya di lokasi, para peserta disambut oleh Pak Sugik, seorang budayawan yang memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan batik. Beliau menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekadar produk, melainkan merupakan proses yang kaya akan makna dan nilai budaya.

Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pendamping, menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Malang, khususnya batik, kepada mahasiswa asing. Ia menambahkan bahwa Malang dikenal dengan batik topeng sebagai identitas budaya kota tersebut sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan batik, di mana peserta diajak untuk memahami teknik dan filosofi di balik pembuatan batik. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba sendiri membuat batik, sehingga akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada budaya Jawa lainnya, seperti keris, yang merupakan senjata tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Mereka juga diperkenalkan gamelan sebagai alat musik trasional Jawa. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke toko batik, di mana peserta dapat melihat berbagai produk batik yang telah jadi dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai cara perawatannya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan apresiasi mahasiswa terhadap budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan yang harus dilestarikan.

Kegiatan membatik secara langsung memberikan pengalaman belajar yang praktis. Hal ini sejalan dengan tujuan SDG 4 untuk menyediakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Foto: Lila Almira

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

MALANG- Guna memperdalam Mata Kuliah Filologi, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) Angkatan 2024 mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada hari Jumat (09/05) di Perpustakaan Ordo Karmel, Santo Titus Brandsma, Malang. Kegiatan ini merupakan implementasi ilmu dari mata kuliah Filologi yang diikuti oleh 120 Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM dan didampingi oleh Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum. dan Ahmad Junaidi, S.S., M.A., 

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi dan mengidentifikasi sejumlah naskah kuno dengan menggunakan berbagai pendekatan yang mendukung penelitian dalam bidang kesusastraan dan kebahasaan. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal objek penelitian.

Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan, kegiatan Kuliah Lapangan dengan mengunjungi tempat penyimpanan naskah bertujuan agar mahasiswa mengetahui secara konkrit ragam media naskah, bentuk tulisan naskah kuno, cara merawat naskah pun juga bisa diketahui secara langsung serta memotivasi mahasiswa untuk merawat naskah dan mengkaji isi naskah karena banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari cerita yang ada dalam naskah. Selain itu, beliau juga berharap, dengan dilaksanakannya kunjungan ini generasi muda dapat melestarikan, mempertahankan naskah kuno sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ahmad Junaidi, S.S., M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sebagai pengenalan langsung objek manuskrip kuno sekaligus menerapkan metode filologi dalam penelitian sastra maupun linguistik sehingga luarannya bisa dijadikan laporan berupa artikel.

Kunjungan mahasiswa Sastra Indonesia ke perpustakaan manuskrip kuno tersebut sangat relevan dengan SDG 4, karena mendukung tujuan pendidikan berkualitas, akses terhadap sumber belajar, peningkatan kesadaran budaya, dan pendidikan berbasis pengalaman. Kunjungan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terlibat dalam upaya pelestarian dan promosi budaya lokal. Mahasiswa juga belajar dalam konteks nyata, yang dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s:  Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s: Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Malang- Cagara’s yang merupakan program dukungan kewirausahaan bagi mahasiswa Fakultas Sastra ini sukses memberikan inovasi yang luar. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang memiliki semangat dalam berwirausaha untuk mengembangan ide bisnisnya. Proses pengembangan produk ini dilakukan melalui seleksi proposal yang mengharuskan setiap peserta untuk mengikuti template dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh fakultas. Keberhasilan dalam proses ini bergantung pada sejauh mana peserta memperhatikan ketentuan yang diberikan.

Salah satu produk yang berhasil lolos seleksi dan mendapat pendanaan yaitu Teatox. Teatox merupakan inovasi teh detox yang mempunyai berbagai manfaat. Pengembangan produk Teatox ini diketua oleh Lovely Emeralda- Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2024 dengan 4 anggotanya serta di dampingi oleh Dosen Pembimbing Ibu Dhevy Olivia Firdaus, S.Pd., MTCSOL., dari Departemen Sastra Jerman. 

Teatox ini memiliki manfaat utama yang anfaat utama dapat membantu buang racun dalam tubuh, membantu turunkan berat badan, tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih ringan dan segar. Terdapat lima varian Teatox yang masing-masing varian memiliki manfaatnya sendiri sebagai berikut.

  1. Apple Cinnamon Tea:
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Menjaga Kesehatan Jantung
  • Menjaga Kadar Gula Darah
  • Menenangkan dan Menghangatkan

 

  1. Rosella Fresh Tea 
  • Menurunkan Tekanan Darah
  • Meningkatkan Imunitas
  • Membantu Detoksifikasi
  • Mencegah Penuaan Dini dan Menjaga Kecerahan Kulit

 

  1. Butterfly Pea Tea 
  • Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi
  • Menjaga Kesehatan Mata
  • Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan
  • Mendukung Kesehatan Rambut dan Kulit

 

  1. Lemonade Tea 
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
  • Menjaga Berat Badan
  • Menyegarkan dan Menghidrasi Tubuh

 

  1. Minty Sereno Tea 
  • Membantu Meredakan Masalah Pencernaan
  • Memberikan Efek Relaksasi
  • Membantu Mengurangi Bau Mulut
  • Mengurangi Mual dan Sakit Kepala

 

Kurnia Aulia Syafitri, salah satu anggota dari produk Teatox menyampaikan harapannya kedepan, “Kami merasa sangat senang dan bangga atas pencapaian ini, meskipun prosesnya tidak mudah. Kami harus teliti dalam menyusun proposal dan anggaran dana, serta meluangkan waktu untuk memproduksi barang yang akan dipasarkan. Kami tidak hanya menjual di stan fakultas, tetapi juga mempromosikan produk melalui teman seprodi, lintas fakultas, dan universitas, serta di CFD Ijen. Kami berharap produk Teatox dapat dikenal dan diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, serta mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Kami juga berharap produk ini dapat terdaftar untuk sertifikasi halal dan BPOM.”

 

Penulis: Putri Wahyuni N

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

MALANG- Mohammad Dio Aliaznsyah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) semester 6 di Universitas Negeri Malang (UM), seperti mahasiswa pada umumnya yang mulai disibukkan pada penulisan skripsi. Namun, disisi lain juga fokus pada pengintegrasian wawasan teoritis dengan praktik industri dunia kerja. Di tengah dinamika ini, ia berperan sebagai Mentor Program Studi DKV, mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman tentang desain dan branding, serta menjadi bagian dari Tim Branding UM yang bertanggung jawab memperkuat identitas visual kampus sebagai cerminan nilai-nilai institusi.  

Di luar ranah akademik, ia menjadi bagian dari Ukuchuma Studio sebagai Founder dan CEO yang merupakan sebuah inovasi kreatif yang lahir dari kolaborasi antara visi artistik dan strategi bisnis. Studio ini telah berkembang pesat sejak Agustus 2024, bermula dari proyek ilustrasi mandiri hingga kini memiliki tim profesional beranggotakan 23 orang yang mencakup divisi Ilustrasi, 3D Animasi/Modeling, dan Desain Grafis. Melalui platform seperti Instagram dan LinkedIn, Ukuchuma Studio tidak hanya menjawab kebutuhan klien, tetapi juga menjadi penghubung antara inovasi kreatif dan solusi bisnis di berbagai sektor.  

Kisah pendirian Ukuchuma Studio mencerminkan semangat kewirausahaan yang adaptif. Bermula dari proyek freelance di platform global. Studio ini berkembang melalui kolaborasi dengan talenta-talenta muda berbakat. Dalam kurun empat bulan, kami berhasil menangani lebih dari 50 proyek multidisiplin, membuktikan bahwa fleksibilitas dan manajemen tim yang solid mampu menjawab kompleksitas permintaan pasar.  

Selain itu, Dio juga menjadi Graphic Design Specialist di PT. Solutive Inovasi Kreatif  dan Illustrator di Inspect History, ia mengasah kemampuan dalam merancang solusi visual yang berdampak pada projek-projek yang berkelanjutan. Pengalaman magang di PT. Kinarya Creative, Trivic Studio, dan Tim Branding UM semakin memperkaya perspektifnya tentang dinamika industri, sementara peran sebagai Manajer Graphic Design di Oh Be Shine mengasah kepemimpinan dalam mengarahkan tim kreatif.  

“Bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di dunia kreatif, kuncinya adalah menginisiasi aksi, bukan menunggu kesempatan yang menghampiri. Dengan membangun portofolio yang relevan, aktif berjejaring, dan berani mengambil peran di berbagai bidang, kita tidak hanya menciptakan nilai bagi diri sendiri, tetapi juga bagi ekosistem desain yang lebih luas.” Ungkap Dio dalam wawancara.

Workshop Cross Cultural Understanding

Workshop Cross Cultural Understanding

Malang, 30 April 2025. Acara ini secara khusus menyambut kedatangan mahasiswa dari Yala Rajabhat University, Thailand, yang antusias mempelajari kekayaan budaya Indonesia.
Dr. Mirjam Anugerah, seorang pakar lintas budaya, menjadi pemateri utama dalam workshop ini. Beliau dengan lugas dan menarik memperkenalkan berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Para mahasiswa terpukau dengan keragaman etnis, bahasa, adat istiadat, dan seni yang begitu kaya di Nusantara.

Sesi yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai culture shock yang mungkin dialami oleh pendatang di Indonesia. Dr. Mirjam memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan-perbedaan budaya yang perlu dipahami, serta tips dan trik untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Diskusi interaktif yang terjadi setelahnya menunjukkan betapa aktifnya para mahasiswa dalam menggali informasi dan berbagi perspektif.

Suasana semakin meriah setelah sesi materi usai. Para peserta diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai permainan tradisional khas perayaan 17 Agustus, seperti estafet sarung. Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi ruangan, mencairkan batas-batas budaya dan menciptakan keakraban yang hangat antara mahasiswa Indonesia dan Thailand.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menambah pengetahuan tentang budaya Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan antara kedua negara. Melalui interaksi langsung dan pengalaman yang menyenangkan, diharapkan para mahasiswa Yala Rajabhat University dapat membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam dan kesan yang positif tentang Indonesia. Workshop ini menjadi contoh nyata bagaimana pertukaran budaya dapat memperkaya wawasan dan mempererat hubungan antar bangsa.

Pembukaan Pameran Internasional Navastra x Designoholic 12.0 Fakultas Sastra 2025 sebagai Langkah Awal Menuju Bisnis Kreatif

Pembukaan Pameran Internasional Navastra x Designoholic 12.0 Fakultas Sastra 2025 sebagai Langkah Awal Menuju Bisnis Kreatif

MALANG- Pameran Internasional NAVASTRA x Designoholic kembali digelar oleh Fakultas Sastra. Pembukaan pameran dilaksanakan pada hari Selasa (06/05) di Gedung D14, lantai 1 FS. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV— Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T,  M.T., Direktur Badan Pengembangan Usaha dan Dana Abadi— Dr. Agus Sunandar, S.Pd, M.Sn., Direktur Perencanaan, Data, dan Informasi, Pemeringkatan, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama—Ibu Dr. Yuni Rahmawati, S.T, M.T., Dekan Fakultas Sastra— Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si, dan Jajarannya beseta para dosen Fakultas Sastra.

Mengawali acara pembukaan, Joni Agung Sudarmanto, S.Sn., M.Ds sebagai Pembina Pameran memberikan sambutan hangat, “Pameran Designoholic ini berkolaborasi dengan navastra yang masih bertempat yang sama di Gedung Fakultas Sastra. Pameran ini menampilkan sekitar 5000-an produk karya yang didominasi karya mahasiswa baru dan 43 Bazar. Jika tahun sebelumnya gratis, tahun ini berbayar. Pameran ini kami buka sampai tanggal 25 Mei 2025.” Ujar beliau.

Sambutan kedua oleh Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si, selaku Dekan FS yang mengharapkan acara ini menjadi acara yang iconic. “Terima kasih kepada Pak Wakil Rektor IV yang menyempatkan datang dalam acara pembukaan pameran ini. Saya ucapkan selamat kepada Pak Joni dan Mahasiswa atas pamerannya, tentunya dengan adanya berbagai produk karya ini kita coba kita jual dengan memperhatikan pasarnya sehingga mahasiswa bisa memulai kewirausahaan. Dan semoga acara ini menjadi acara yang iconic.” Ungkap Dr. Moch Syahri

Terakhir, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T,  M.T., Wakil Rektor IV memberikan apresiasi dalam sambutannya. “Saya ucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan melanjutkan pameran ini. Saya yakin bahwa karya mahasiswa ini memiliki potensi untuk diekspor ke luar. Dengan adanya pameran ini, saya percaya dunia luar dapat mengenal dan mengapresiasi kreativitas kita. Saya berharap pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan karya, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang bisnis kreatif yang menguntungkan.”

Rangkaian acara terakhir yaitu pemotongan pita sebagai bentuk simbolis dibukanya Pameran Internasional Navastra x Designoholic 12.0 Fakultas Sastra 2025 oleh Wakil Rektor IV yang diabadikan dalam sesi foto bersama tamu undangan lainnya. Setelah pemotong pita, wakil rektor berkeliling di seluruh area pameran melihat berbagai karya yang sangat indah di apresiasi.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Kenalkan Program Unggulan Fakultas Sastra Dalam Kunjungan SMAN 1 Ngronggot  Nganjuk

Kenalkan Program Unggulan Fakultas Sastra Dalam Kunjungan SMAN 1 Ngronggot Nganjuk

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) sambut hangat peserta kunjungan dari SMAN 1 Ngronggot, Nganjuk pada hari Selasa (06/05) di Gedung Kuliah Bersama, Lantai 9. Kunjungan kali ini diikuti oleh 270 Siswa/i beserta 23 Guru Pendamping. Tujuan kegiatan ini adalah pengenalan Fakultas Sastra UM sebagai bekal dan memotivasi siswa-siswi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, terutama di Fakultas Sastra UM.
Acara kunjungan ini diawali dengan penayangan video profil Fakultas Sastra. Hal ini agar peserta kunjungan dapat mengetahui bagaimana profil Fakultas Sastra terlebih dahulu. Penayangan video tersebut mendapat respon poisitif dengan riuh tepuk tangan peserta di dalam ruangan. Rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Erli Wahyuningtiyas Sudarmiati, S.Pd., M. App. Ling., sebagai awal pembukaan menyambut hangat kunjungan dari SMAN 1 Ngronggot, Nganjuk. Beliau menjelaskan tentang Branding UM yang mendapat Peringkat ke-13 Universitas Terbaik di Indonesia versi THE Asia University Rangkings 2025 dan Peringkat ke-7 sebagai perguruan tinggi universitas terbaik di Asia dalam bidang pendidikan versi Scimago Journal & Country Rank (SJR) 2024. Rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Ngronggot, Nganjuk. “Terima kasih telah menerima kunjungan kami di kampus. Saya berharap anak-anak saya dapat mencapai cita-citanya, terutama menuju kampus impiannya, khususnya di UM. Sebab Universitas Negeri Malang (UM) merupakan perguruan tinggi yang hebat dengan
berbagai program studi yang berkualitas. “Ujarnya Acara ini dilanjut dengan pemaparan materi oleh Ustadz Habib Sudarmawan, M.A., yangmerupakan Dosen Pendidikan Bahasa Arab UM. Penyampaian materi dimulai dari letak Gedung Fakultas Sastra di Universitas Negeri Malang yang berada di dua sudut yaitu dekat Gerbang Veteran dan Gerbang Ambarawa. Kemudian Selayang Pandang Fakultas Sastra, dan tentunya tidak lupa dengan Program Unggulan Jenjang Sarjana. Program tersebut terdiri dari
Program Magang Dalam Negeri (Instansi Pemerintahan dan Pemerintahan Multinasional), Program Magang Luar Negeri (KKN Luar Negeri dan AM Internasional), juga Program lainnya yaitu Internasional Credit Transfer dan Joint Deegre. Serta fasilitas yang disediakan oleh Fakultas Sastra seperti Self Access Center (SAC). Kegiatan ini juga diselingi tanya
jawab antara pemateri dan siswa.
Acara ini diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Kepala Sekolah SMAN 1 Ngronggot dan diterima oleh perwakilan dari Fakultas Sastra, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas kunjungan yang riang ini.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Guest Lecture on “Stories We Live By: Language, Ecology, and the Power of Narratives”

Guest Lecture on “Stories We Live By: Language, Ecology, and the Power of Narratives”

Hosted by RoLing (Research Group on Linguistics) UM
English Language and Literature Program, Department of Linguistics,
Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang
30 April 2025, 08.00-12.00
SDG 4: Quality Education | SDG 15: Life on Land

Malang, Indonesia – On 30 April 2025, RoLing (Research Group on Linguistics) at Universitas Negeri Malang (UM) hosted an insightful guest lecture titled “Stories We Live By: Language, Ecology, and the Power of Narratives”. The event, held at the 2nd Floor Auditorium, UM Library, Building C3, featured Dr. Ika Nurhayani, an esteemed Ecolinguistics Expert from Universitas Brawijaya, as the guest speaker. The lecture was attended by over 200 students, RoLing researchers, and faculty members, fostering critical discussions on the intersection of language, ecology, and environmental narratives.

Pictures 1 Dr. Ika Nurhayani with the head of English Department and the committee members

This lecture aligned with SDG 4: Quality Education by promoting interdisciplinary learning and SDG 15: Life on Land by examining how linguistic narratives influence ecological awareness and biodiversity conservation.

Exploring Ecolinguistics: The Role of Narratives in Shaping Ecological Realities

Dr. Nurhayani began the session with an engaging introduction to ecolinguistics, emphasizing how language constructs our perception of the environment. She highlighted that dominant and alternative narratives in discourse can either contribute to environmental degradation or inspire sustainable futures.

To illustrate this, she presented her research paper: “The Mouse-Deer in Folktales: An Ecolinguistic Analysis of Environmental Ethics in Children’s Literature,” which was published in a Scopus indexed journal. 

Her study analyzed The Adventures of the Mouse-Deer, a popular Indonesian and Malaysian folktale collection, using Fairclough’s three-dimensional discourse analysis. She examined whether the book’s ideology aligned with environmental ethics and ecosophy—a philosophy advocating ecological harmony.

Some of the key findings in her work are as follows:

  • The folktales depict the mouse-deer as a trickster, a common motif in Southeast Asian stories.
  • While the stories entertain, they also unintentionally normalize human exploitation of wildlife.
  • However, the narratives also contain elements of environmental ethics, suggesting that rewriting folktales with conservation themes could foster early eco-consciousness in children.

Dr. Nurhayani argued that revisiting traditional stories with an ecolinguistic lens could transform them into tools for biodiversity education.

Interactive Workshop: Analyzing Ecological Discourses

Following the lecture, participants engaged in a workshop where they identified ecological narratives in literature, discussed case studies of how language influences environmental policies, and proposed alternative narratives that promote sustainability. Participants worked in groups to critique sample texts and redesign them with pro-environment messaging, reinforcing critical discourse analysis skills.

 

Pictures 2, 3, and 4. The workshop and student presentation

The session concluded with an open discussion where attendees reflected on: how language shapes environmental attitudes, the potential of storytelling in conservation efforts, and ways to integrate ecolinguistics into research and education. Dr. Nurhayani encouraged students to explore ecolinguistics in their own work, whether through thesis projects, community outreach, or advocacy.

Looking Ahead

This guest lecture underscored RoLing UM’s commitment to advancing linguistic research with real-world impact. By bridging language studies and ecological awareness, the event empowered participants to rethink narratives for a sustainable future. 

Picture 5. Dr. Ika Nurhayani with lecturers and students of English Department

Upcoming RoLing events will continue to explore language, society, and global challenges, aligning with SDG 4 (Quality Education) and SDG 15 (Life on Land).

Note: Presentation slides and reading materials are available upon request.

Kunjungan Ma’Had Tahfidh Al Qur’an Al Amien Prenduan Sumenep ke Universitas Negeri Malang

Kunjungan Ma’Had Tahfidh Al Qur’an Al Amien Prenduan Sumenep ke Universitas Negeri Malang

Malang, 5 Mei 2025. Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) pada Senin, 5 Mei 2025, menjadi tempat silaturahmi antara Ma’Had Tahfidh Al Qur’an Al Amien Prenduan Sumenep dengan Fakultas Sastra UM. Rombongan dari madrasah ternama di Sumenep tersebut hadir untuk mengenal lebih dekat lingkungan perkuliahan di UM, khususnya di lingkup Fakultas Sastra.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Mu’am, perwakilan Fakultas Sastra UM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyediaan tempat dan penyambutan rombongan Ma’Had. “Kami segenap keluarga Fakultas Sastra memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam menyambut kedatangan teman-teman dari Ma’Had Al Amien,” ujarnya dengan nada ramah. Selanjutnya, Kyai Junaidi selaku perwakilan dari Ma’Had Tahfidh Al Qur’an Al Amien Prenduan Sumenep menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berkunjung dan menjalin silaturahmi ini. Beliau berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para santri terkait dengan pilihan pendidikan tinggi.

Sesi inti acara diisi dengan penyampaian materi kefakultasan oleh Ibu Rani, salah satu staf pengajar Fakultas Sastra UM. Beliau memaparkan secara detail mengenai berbagai program studi yang tersedia di fakultas tersebut, termasuk informasi mengenai biaya masuk dan opsi tempat tinggal bagi mahasiswa. Penjelasan yang komprehensif ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi para santri yang berminat melanjutkan studi di UM.

Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif antara peserta kunjungan dan perwakilan fakultas. Salah seorang peserta dari Ma’Had Al Amien mengajukan pertanyaan terkait batas waktu berlakunya sertifikat untuk pendaftaran kuliah di UM. “Apakah ada batas tahun untuk sertifikat yang bisa dipakai untuk mendaftar kuliah di UM? Lalu, apakah bisa masuk ke UM bila jurusannya tidak linear karena saya memiliki dasar agama namun memiliki minat di bidang desain?” tanyanya antusias. Pertanyaan tersebut dijawab lugas oleh Ibu Rani. Beliau menjelaskan bahwa batas aman untuk masa berlaku sertifikat adalah maksimal dua tahun sebelum pendaftaran. “Batas aman untuk sertifikat maksimal dua tahun sebelum mendaftar. Bisa saja sertifikat yang dikirimkan lima tahun, tapi lebih aman dua tahun,” jelasnya. Menambahkan jawaban Ibu Rani, Bapak Mu’am memberikan penjelasan terkait peluang masuk ke program studi yang tidak linear. “Terkait bidang yang berbeda, bisa saja. Tapi, calon mahasiswa harus melampirkan portofolio sebagai bahan pertimbangan diterima atau tidak. Perlu diketahui, banyak mahasiswa yang saat ini menempuh studi di bidang desain yang latar belakang pendidikannya tidak linear,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan para santri Ma’Had Tahfidh Al Qur’an Al Amien Prenduan Sumenep mengenai dunia perkuliahan di Universitas Negeri Malang, khususnya di Fakultas Sastra, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai jalur pendaftaran dan persyaratan yang dibutuhkan.

Dukung Idustri Kreatif: Designoholic x Navastra Kembali Gelar Ekshibisi Kreatif 2025

MALANG- Designoholic x Navastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar pameran karya mahasiswa. Pameran ini berlangsung dari tanggal 05 Mei 2025 hingga 25 Mei 2025, Jam 08.00-16.00 di Gedung D14, D15, dan D18 Fakultas Sastra, yang berjumlah sebanyak 5000 karya lebih berbagai kreativitas. Kegiatan ini bukan hanya menyediakan pameran semata akan tetapi juga banyak serangkaian kegiatan yang digelar seperti Bazar, Photobooth, Live Sketch, dan Lainnya dengan harga terjangkau.

Pameran karya di Designoholic x Navastra berasal dari karya mahasiswa baru Fakultas Sastra (FS) UM. Pameran ini berpavilium dari seluruh departemen, mulai dari Departemen Seni dan Desain, Departemen Sastra Indonesia, Departemen Sastra Inggris, Departemen Sastra Arab dan Departemen Sastra Jerman. 

Joni Agung Sudarmanto, S.Sn., M.Ds., selaku ketua pelaksana, dalam wawancaranya menjelaskan tujuan dari pameran Designoholic x Navastra ke 12.0 untuk memperkenalkan serta mengapresiasi karya mahasiswa. 

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menunjukkan bahwa mahasiwa baru di Fakultas Sastra ini multitalent, karena disini tidak hanya melihat karya, tetapi juga ada bazar, photobooth serta live sktech. Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan karya-karya mahasiswa dan mengapresiasi dan tentunya untuk memberikan gambaran kepada calon mahasiswa yang ingin kuliah di Fakultas Mahasiswa tentang suasananya.” Ungkap Pak Joni.

Beliau juga mengungkapkan harapan kedepannya tentang pameran Designoholic x Navastra yang diadakan setahun sekali ini, “Harapan saya sama seperti tahun-tahun lalu, pameran ini tetap bertahan kedepannya dan lebih besar lagi serta kami berharap punya gedung galeri tertentu yang khusus untuk pameran.” Ujarnya.

Mohammad Dio Alianzyah, salah satu panitia dari Jurusan Seni dan Desain Angkatan 2022 yang merupakan bagaian dari Navastra, mengungkapkan keseruannya dalam Pameran Designoholic x Navastra. “Acaranya seru banget, saya gak menyangka kalau ternyata pameran tahun ini semakin luas. Banyak juga karya-karya yang dijual dari berbagai macam jenis. Keren!” Ujar Dio

Kegiatan pameran ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrasktruktur. Pameran ini memberikan platform bagi mahasiswa untuk menampilkan karya mereka, mendukung pembelajaran praktis dan kreativitas, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan seni. Pameran ini juga mendorong inovasi dalam bidang industri kreatif, serta menyediakan infrastruktur untuk mendukung kreativitas mahasiswa.

Pewarta: Putri Wahyuni N

en_USEnglish