(0341)567475 [email protected]
HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

Malang, 18 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia 2025 (HMD Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan acara LENTERA (Lomba Membawakan Berita dan Webinar Nasional) 2025 dengan mengusung tema Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam Merangkai Wacana Berita Berlandaskan Fakta dengan Retorika di Era Disrupsi. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus kompetitif yang mendorong mahasiswa untuk tampil sebagai komunikator yang profesional, kritisan beretika di tengah arus informasi yang kian kompleks.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini terdiri atas dua rangkaian utama yaitu webinar nasional dan lomba membawakan berita tingkat Jawa Timur. Webinar ini dilaksanakan pada Minggu (13/4) secara daring melalui Zoom Meeting dan iikuti oleh mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia serta enghadirkan dua pemateri profesional, yakni Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom. dan Cicik Trijayanti, S.Pd., M.A., yang membahas pentingnya retorika dan jurnalistik.

Puncak kegiatan berupa final 10 besar dan awarding yang dilaksanakan pada Minggu (18/5) di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Sastra, Ibu Evy Nurul Laily Zein, M.A., melalui sambungan virtual.

Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Timur ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setelah melalui proses seleksi oleh tiga juri profesional, Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom., Musthofa Kamal S.Pd., M.SN., dan Siti Rahajeng NH, S.Hum., M.Hum., terpilih para pemenang terbaik. Juara pertama diraih oleh Nabila Salsa dari Universitas Negeri Malang, kemudian Safira Widya Eka Paloza sebagai juara kedua, dan Daffa Zanetta Widyadhari sebagai juara ketiga, yang keduanya juga berasal dari Universitas Negeri Malang.

Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta serta undangan. Mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur hadir secara langsung, diantaranya adalah Universitas Negeri Jember dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Antusiasme peserta mencerminkan semangat dan potensi besar generasi muda dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.

“Kami bangga bisa menghadirkan ruang belajar sekaligus unjuk kemampuan melalui LENTERA. Ini bukti bahwa mahasiswa juga bisa menjadi jurnalis yang bertanggung jawab,” ujar Syauqi selaku Ketua Pelaksana LENTERA 2025.

Dengan kesuksesan tahun ini, HMD Sastra Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik dan kebahasaan mahasiswa melalui program kerja yang inspiratif dan berdampak luas.

 

Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University:  Kolabarosi Pertukaran Budaya

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University: Kolabarosi Pertukaran Budaya

MALANG- Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi melepas mahasiswa internasional dari Guangxi Normal University (GXNU), Tiongkok. Proses pelepasan ini dilaksanakan pada hari Selasa (20/05) di Ruang Lab Drama Fakultas Sastra UM dengan Sprektrum akulturasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Acara proses pelepasan mahasiswa Tiongkok ini dihadiri langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. serta jajaran pejabat Fakultas Sastra (FS) UM, juga Mahasiswa Guangxi Normal University dan Mahasiswa FS Universitas Negeri Malang.

Acara ini diawali dengan penampilan Tari Tradisional Indonesia oleh Mahasiswa GXNU yang telah mereka pelajari. Selain itu, mereka mempersembahkan pameran karya batik yang merupakan proses pembelajaran dan praktik langsung dalam mengasah kemampuan kreativitas mereka sehingga mereka dapat mengenal nilai-nilai lokal di Indonesia. Pelepasan ini juga menayangkan video mahasiswa kegiatan GXNU selama di Indonesia,

Dalam sambutan, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si memberikan harapannya. “Saya berharap di masa depan, Fakultass Sastra dapat kembali menjalin kerja sama yang serupa. Program ini diharapkan dapat memiliki kualitas yang lebih baik, dan kita juga perlu melakukan evaluasi secara berkala. Dalam kerja sama yang akan datang, kita harus menekankan pentingnya kualitas, tidak hanya pada kuantitas.”

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri Malang dalam sambutannya berharap bahwa pertukaran ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga neagara. “Pertukaran budaya seperti ini sangat menarik karena menghilangkan batasan interaksi antara etnis Tionghoa dan Jawa. Kita mungkin bisa menjadikan bahasa Mandarin lebih terintegrasi. Pertukaran budaya ini, yang juga mencakup pembelajaran bahasa Mandarin, memiliki dasar yang kuat. Saya berharap kegiatan pertukaran mahasiswa ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga negara kita.”

Sebagai bentuk terima kasih, perwakilan mahasiswa GXNU memberikan pidatonya dalam bahasa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kepada bapak ibu dosen karena telah memberikan pelajaran dalam kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, di indonesia kami sangat nyaman walaupun awalnya tidak biasa. Kami mengucapkan para mitra bahasa yang telah membantu kami. 

Pelepasan mahasiswa ini sebagai bentuk apresiasi sebesar-besarnya kepada  mahasiswa GXNU setelah menuntaskan belajar di UM selama kurang lebih satu tahun. Sebagai bentuk penghargaan yang tinggi, UM secara resmi memberikan sertifikat kepada seluruh mahasiswa pertukaran dari GXNU. Acara pelepasan ini ditutup dengan berbagai penampilan dari mahasiswa GXNU salah satunya yaitu penampilan alat musik tradisional Indonesia “Gumenggar” yang mendapat tepuk tangan rasa haru nan bangga.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Malang — Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia (HMD Sasindo) menggelar panggung pertunjukan pada hari Sabtu (10/5) yang bertempat di Aula AVA, Gedung D14 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM).

 

Kegiatan ini menampilkan tiga lembaga Semi Otonom (LSO) yang berada di bawah naungan HMD Sasindo yaitu Teater Pelangi, Gita Lenggang Tari, dan Griya Sastra Puisi. Dengan mengusung tema ‘Merayakan Kreativitas dan Kebebasan dalam Seni’, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaboratif untuk menampilkan karyanya. Selain itu, kegiatan ini juga hadir sebagai salah satu kegiatan NAVASTRA Tutup Semester 2025.

 

Diawali dengan pemutaran video bumper masa perkuliahan sebagai pemantik memori ketika masa menjadi mahasiswa baru, dilanjutkan dengan pementasan Teater Pelangi yang berjudul ‘Karamnya Irama Laot Teduh’ yang menyajikan kisah pasangan pasca perkuliahan, penonton juga dibuat kagum dengan penampilan para aktor teater pelangi yang sangat maksimal dalam memainkan perannya.

 

Kemudian penonton dibawa untuk mengingat kembali perjalanan ketika menjadi mahasiswa baru oleh penampilan Gita Lenggang Tari yang menunjukkan rasa gembira karena diterima menjadi mahasiswa Universitas Negeri Malang, penampilan juga menyajikan potongan gerakan dari setiap tari di Indonesia yang memiliki makna bahwa mahasiswa UM tidak hanya berasal dari Malang saja, melainkan dari seluruh Indonesia.

 

Pada akhirnya pementasan ditutup oleh penampilan Griya Sastra Puisi yang menampilkan lika-liku kehidupan ketika menjalani masa perkuliahan, dengan tema ‘Mencoba Tema bahagia padahal Lagi Hancur-hancuran Banget’, griya sastra puisi mengisahkan tentang beratnya menjalani kehidupan perkuliahan, meski pada akhirnya berakhir bahagia karena berhasil menemukan arti dari kebahagiaan sejati.

 

Hananto selaku ketua umum HMD Sasindo juga mengungkapkan, “saya merasa lega, senang, juga terharu karena Pentas Kita 2025 merupakan proker baru pada periode ini. Harapannya semoga Pentas Kita berikutnya bisa lebih baik dari ini,” ujarnya.

 

Dengan adanya panggung Pentas Kita, diharapkan kegiatan ini menjadi bentuk kreativitas dan kebebasan setiap mahasiswa untuk dapat inovatif mengekspresikan diri, dan mendorong setiap insan untuk lebih mengenal bentuk seni seperti teater, tari, dan puisi.

 

Pewarta: Salma Ayu Aisyah

Mahrojan Arabi ke-19: Menyulam Peradaban Melalui Keindahan Seni  di Sastra Arab FS UM

Mahrojan Arabi ke-19: Menyulam Peradaban Melalui Keindahan Seni di Sastra Arab FS UM

MALANG- Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) sukses gelar Mahrojan Arabi pada (13/05) sampai (16/05) di Fakultas Sastra UM. Mahrojan Arabi ke-19 menjadi ajang tahunan yang mempertemukan kreativitas dalam kompetisi dari pelbagai penjuru dengan tema ‘Merajut Jejak Peradaban melalui Bahasa Arab dalam Seni, Sastra, dan Budaya Dunia’,  tema ini mencerminkan pentingnya bahasa Arab sebagai jembatan komunikasi dan pemahaman antar budaya.

Mahrojan Arabi ke-19 diselenggarakan dengan penuh semangat secara luring dan daring, menjangkau peserta dari tingkat nasional hingga internasional. Acara ini menjadi sorotan bagi para pecinta bahasa Arab dan budaya, dengan berbagai lomba yang menarik perhatian. Lomba luring mencakup beberapa kategori yang menantang, seperti المناظرة العلمية (debat ilmiah), الخطابة العربية (pidato dalam bahasa Arab), قراءة الشعر (membaca puisi Arab), dan لغناء العربي (bernyanyi dalam bahasa Arab). Setiap kategori lomba ini dirancang untuk menampilkan keahlian dan kreativitas peserta dalam menggunakan bahasa Arab.

Di sisi lain, lomba daring juga tidak kalah menarik, terdiri dari تلاوة القرآن (membaca Al-Qur’an) dan قراءة الكبر (membawakan berita dalam bahasa Arab). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam konteks yang lebih luas dan beragam. Salah satu highlight dari Mahrojan Arabi ke-19 adalah seminar bertajuk International Conference in Arabic (INCAFA), yang diadakan secara daring pada (15/05). 

Di area Selasar D17 Fakultas Sastra, pengunjung dapat menikmati berbagai bazar makanan dan minuman yang menggugah selera, menambah semarak suasana festival. Bazar ini tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga menjadi tempat interaksi sosial yang memperkuat ikatan antar peserta dan pengunjung.

Acara pembukaan berlangsung dengan meriah, menghadirkan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa Sastra Arab. Beberapa penampilan seperti Banjari menjadi pembuka yang memukau dan menghibur para hadirin. Suasana penuh keceriaan ini menciptakan energi positif yang mengalir sepanjang acara. Sedangkan, penutupan acara dijadwalkan pada hari Jumat, (16/05), dengan suasana yang sangat meriah. Di momen ini, diumumkan pemenang dari masing-masing kategori lomba. 

Mahrojan Arabi ke-19 bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan platform untuk merayakan dan mempromosikan budaya serta bahasa Arab secara global. Mahrojan Arabi menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan pemahaman budaya Arab. Ini membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan peserta, yang merupakan bagian SDG ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Gelar Cultural Camp untuk Tingkatkan Kesadaran Budaya

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Gelar Cultural Camp untuk Tingkatkan Kesadaran Budaya

MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengadakan Cultural Camp sebagai bagian dari agenda tahunan Fakultas Sastra pada Kamis dan Jumat (15-16/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi UM di kancah internasional dan menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Dalam upaya ini, UM menghadirkan pembicara ahli serta mengundang peserta internasional untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya yang menarik.

Pada hari kedua acara, berlangsung loka karya budaya yang melibatkan narasumber dari University Sains Malaysia (USM). Loka karya ini dirancang untuk menyatukan mahasiswa internasional dan lokal melalui permainan yang dikembangkan oleh narasumber. Aktivitas ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang akulturasi budaya, yang sangat penting dalam konteks global saat ini.

Selama loka karya, para mahasiswa dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing terdiri dari mahasiswa dari berbagai negara. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari lagu dari negara asal mereka dan menggabungkannya menjadi sebuah koreografi tari yang harmonis. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kolaborasi.

Cultural Camp ini menunjukkan bagaimana pendidikan dapat menjadi tali penghubung untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya. Dengan kegiatan seperti ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 4, yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat. Selain itu, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat global dengan pemahaman yang lebih baik tentang budaya lain. Dengan demikian, Cultural Camp menjadi langkah penting dalam mendorong interaksi dan saling pengertian antarbudaya di era globalisasi ini.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Malang- Setelah rangkaian acara Universe to Bibliotheca, and Back (U2BB) 2025, Departemen Sastra Inggris sukses di gelar, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) dan University Sains Malaysia (USM) melakukan kunjungan ke LKP Soendari Wastra Wiyata hari Kamis (15/05) Pukul 14.00 di Malang. Kegiatan ini di dampingi oleh Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., Erli Wahyuningtyas Sudarmiati, S.Pd., M.App.Ling.,  Alma Huwaida Ramadhani, M.A., dan Para Panitia.

Setibanya di lokasi, para peserta disambut oleh Pak Sugik, seorang budayawan yang memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan batik. Beliau menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekadar produk, melainkan merupakan proses yang kaya akan makna dan nilai budaya.

Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pendamping, menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Malang, khususnya batik, kepada mahasiswa asing. Ia menambahkan bahwa Malang dikenal dengan batik topeng sebagai identitas budaya kota tersebut sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan batik, di mana peserta diajak untuk memahami teknik dan filosofi di balik pembuatan batik. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba sendiri membuat batik, sehingga akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada budaya Jawa lainnya, seperti keris, yang merupakan senjata tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Mereka juga diperkenalkan gamelan sebagai alat musik trasional Jawa. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke toko batik, di mana peserta dapat melihat berbagai produk batik yang telah jadi dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai cara perawatannya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan apresiasi mahasiswa terhadap budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan yang harus dilestarikan.

Kegiatan membatik secara langsung memberikan pengalaman belajar yang praktis. Hal ini sejalan dengan tujuan SDG 4 untuk menyediakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Foto: Lila Almira

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

MALANG- Guna memperdalam Mata Kuliah Filologi, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) Angkatan 2024 mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada hari Jumat (09/05) di Perpustakaan Ordo Karmel, Santo Titus Brandsma, Malang. Kegiatan ini merupakan implementasi ilmu dari mata kuliah Filologi yang diikuti oleh 120 Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM dan didampingi oleh Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum. dan Ahmad Junaidi, S.S., M.A., 

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi dan mengidentifikasi sejumlah naskah kuno dengan menggunakan berbagai pendekatan yang mendukung penelitian dalam bidang kesusastraan dan kebahasaan. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal objek penelitian.

Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan, kegiatan Kuliah Lapangan dengan mengunjungi tempat penyimpanan naskah bertujuan agar mahasiswa mengetahui secara konkrit ragam media naskah, bentuk tulisan naskah kuno, cara merawat naskah pun juga bisa diketahui secara langsung serta memotivasi mahasiswa untuk merawat naskah dan mengkaji isi naskah karena banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari cerita yang ada dalam naskah. Selain itu, beliau juga berharap, dengan dilaksanakannya kunjungan ini generasi muda dapat melestarikan, mempertahankan naskah kuno sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ahmad Junaidi, S.S., M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sebagai pengenalan langsung objek manuskrip kuno sekaligus menerapkan metode filologi dalam penelitian sastra maupun linguistik sehingga luarannya bisa dijadikan laporan berupa artikel.

Kunjungan mahasiswa Sastra Indonesia ke perpustakaan manuskrip kuno tersebut sangat relevan dengan SDG 4, karena mendukung tujuan pendidikan berkualitas, akses terhadap sumber belajar, peningkatan kesadaran budaya, dan pendidikan berbasis pengalaman. Kunjungan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terlibat dalam upaya pelestarian dan promosi budaya lokal. Mahasiswa juga belajar dalam konteks nyata, yang dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s:  Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s: Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Malang- Cagara’s yang merupakan program dukungan kewirausahaan bagi mahasiswa Fakultas Sastra ini sukses memberikan inovasi yang luar. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang memiliki semangat dalam berwirausaha untuk mengembangan ide bisnisnya. Proses pengembangan produk ini dilakukan melalui seleksi proposal yang mengharuskan setiap peserta untuk mengikuti template dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh fakultas. Keberhasilan dalam proses ini bergantung pada sejauh mana peserta memperhatikan ketentuan yang diberikan.

Salah satu produk yang berhasil lolos seleksi dan mendapat pendanaan yaitu Teatox. Teatox merupakan inovasi teh detox yang mempunyai berbagai manfaat. Pengembangan produk Teatox ini diketua oleh Lovely Emeralda- Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2024 dengan 4 anggotanya serta di dampingi oleh Dosen Pembimbing Ibu Dhevy Olivia Firdaus, S.Pd., MTCSOL., dari Departemen Sastra Jerman. 

Teatox ini memiliki manfaat utama yang anfaat utama dapat membantu buang racun dalam tubuh, membantu turunkan berat badan, tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih ringan dan segar. Terdapat lima varian Teatox yang masing-masing varian memiliki manfaatnya sendiri sebagai berikut.

  1. Apple Cinnamon Tea:
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Menjaga Kesehatan Jantung
  • Menjaga Kadar Gula Darah
  • Menenangkan dan Menghangatkan

 

  1. Rosella Fresh Tea 
  • Menurunkan Tekanan Darah
  • Meningkatkan Imunitas
  • Membantu Detoksifikasi
  • Mencegah Penuaan Dini dan Menjaga Kecerahan Kulit

 

  1. Butterfly Pea Tea 
  • Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi
  • Menjaga Kesehatan Mata
  • Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan
  • Mendukung Kesehatan Rambut dan Kulit

 

  1. Lemonade Tea 
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
  • Menjaga Berat Badan
  • Menyegarkan dan Menghidrasi Tubuh

 

  1. Minty Sereno Tea 
  • Membantu Meredakan Masalah Pencernaan
  • Memberikan Efek Relaksasi
  • Membantu Mengurangi Bau Mulut
  • Mengurangi Mual dan Sakit Kepala

 

Kurnia Aulia Syafitri, salah satu anggota dari produk Teatox menyampaikan harapannya kedepan, “Kami merasa sangat senang dan bangga atas pencapaian ini, meskipun prosesnya tidak mudah. Kami harus teliti dalam menyusun proposal dan anggaran dana, serta meluangkan waktu untuk memproduksi barang yang akan dipasarkan. Kami tidak hanya menjual di stan fakultas, tetapi juga mempromosikan produk melalui teman seprodi, lintas fakultas, dan universitas, serta di CFD Ijen. Kami berharap produk Teatox dapat dikenal dan diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, serta mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Kami juga berharap produk ini dapat terdaftar untuk sertifikasi halal dan BPOM.”

 

Penulis: Putri Wahyuni N

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

MALANG- Mohammad Dio Aliaznsyah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) semester 6 di Universitas Negeri Malang (UM), seperti mahasiswa pada umumnya yang mulai disibukkan pada penulisan skripsi. Namun, disisi lain juga fokus pada pengintegrasian wawasan teoritis dengan praktik industri dunia kerja. Di tengah dinamika ini, ia berperan sebagai Mentor Program Studi DKV, mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman tentang desain dan branding, serta menjadi bagian dari Tim Branding UM yang bertanggung jawab memperkuat identitas visual kampus sebagai cerminan nilai-nilai institusi.  

Di luar ranah akademik, ia menjadi bagian dari Ukuchuma Studio sebagai Founder dan CEO yang merupakan sebuah inovasi kreatif yang lahir dari kolaborasi antara visi artistik dan strategi bisnis. Studio ini telah berkembang pesat sejak Agustus 2024, bermula dari proyek ilustrasi mandiri hingga kini memiliki tim profesional beranggotakan 23 orang yang mencakup divisi Ilustrasi, 3D Animasi/Modeling, dan Desain Grafis. Melalui platform seperti Instagram dan LinkedIn, Ukuchuma Studio tidak hanya menjawab kebutuhan klien, tetapi juga menjadi penghubung antara inovasi kreatif dan solusi bisnis di berbagai sektor.  

Kisah pendirian Ukuchuma Studio mencerminkan semangat kewirausahaan yang adaptif. Bermula dari proyek freelance di platform global. Studio ini berkembang melalui kolaborasi dengan talenta-talenta muda berbakat. Dalam kurun empat bulan, kami berhasil menangani lebih dari 50 proyek multidisiplin, membuktikan bahwa fleksibilitas dan manajemen tim yang solid mampu menjawab kompleksitas permintaan pasar.  

Selain itu, Dio juga menjadi Graphic Design Specialist di PT. Solutive Inovasi Kreatif  dan Illustrator di Inspect History, ia mengasah kemampuan dalam merancang solusi visual yang berdampak pada projek-projek yang berkelanjutan. Pengalaman magang di PT. Kinarya Creative, Trivic Studio, dan Tim Branding UM semakin memperkaya perspektifnya tentang dinamika industri, sementara peran sebagai Manajer Graphic Design di Oh Be Shine mengasah kepemimpinan dalam mengarahkan tim kreatif.  

“Bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di dunia kreatif, kuncinya adalah menginisiasi aksi, bukan menunggu kesempatan yang menghampiri. Dengan membangun portofolio yang relevan, aktif berjejaring, dan berani mengambil peran di berbagai bidang, kita tidak hanya menciptakan nilai bagi diri sendiri, tetapi juga bagi ekosistem desain yang lebih luas.” Ungkap Dio dalam wawancara.

Workshop Cross Cultural Understanding

Workshop Cross Cultural Understanding

Malang, 30 April 2025. Acara ini secara khusus menyambut kedatangan mahasiswa dari Yala Rajabhat University, Thailand, yang antusias mempelajari kekayaan budaya Indonesia.
Dr. Mirjam Anugerah, seorang pakar lintas budaya, menjadi pemateri utama dalam workshop ini. Beliau dengan lugas dan menarik memperkenalkan berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Para mahasiswa terpukau dengan keragaman etnis, bahasa, adat istiadat, dan seni yang begitu kaya di Nusantara.

Sesi yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai culture shock yang mungkin dialami oleh pendatang di Indonesia. Dr. Mirjam memberikan wawasan mendalam mengenai perbedaan-perbedaan budaya yang perlu dipahami, serta tips dan trik untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Diskusi interaktif yang terjadi setelahnya menunjukkan betapa aktifnya para mahasiswa dalam menggali informasi dan berbagi perspektif.

Suasana semakin meriah setelah sesi materi usai. Para peserta diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai permainan tradisional khas perayaan 17 Agustus, seperti estafet sarung. Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi ruangan, mencairkan batas-batas budaya dan menciptakan keakraban yang hangat antara mahasiswa Indonesia dan Thailand.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menambah pengetahuan tentang budaya Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan antara kedua negara. Melalui interaksi langsung dan pengalaman yang menyenangkan, diharapkan para mahasiswa Yala Rajabhat University dapat membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam dan kesan yang positif tentang Indonesia. Workshop ini menjadi contoh nyata bagaimana pertukaran budaya dapat memperkaya wawasan dan mempererat hubungan antar bangsa.

en_USEnglish