Malang – Prodi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan acara Peringatan Hari Tari, Musik, & Teater 2026 yang mengusung tema “Beyond Movement – Ketika Seni Pertunjukan Menjadi Pengalaman”. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 30 April 2026, di Lantai Ground Hall Malang Town Square, dan berlangsung meriah sejak pukul 12.35 WIB hingga selesai.
Acara ini menjadi ruang kolaboratif yang melibatkan alumni, mahasiswa Program Studi PSTM (sekarang PSP) angkatan 2022 hingga 2025, serta berbagai pihak eksternal, termasuk komunitas-komunitas seni di wilayah Malang Raya. Keterlibatan komunitas seni lokal ini memperkaya perspektif artistik sekaligus memperkuat jejaring ekosistem seni pertunjukan antara kampus dan masyarakat.
Kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas ini menghadirkan perayaan seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna budaya dan refleksi sosial. Beragam penampilan tari, musik, dan teater disuguhkan dengan kualitas artistik yang memukau. Pementasan yang ditampilkan berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan penonton. Tidak hanya menonjolkan keterampilan teknis para pelaku seni, setiap pertunjukan juga membawa pesan mendalam tentang identitas, kreativitas, serta dinamika budaya di tengah perubahan zaman.
Dr. Wida Rahayuningtyas, S.Pd., M.Pd., Ketua Kaprodi S1 PSP sekaligus Ketua Departemen Seni dan Desain, menyampaikan bahwa tema Beyond Movement dipilih untuk menegaskan bahwa seni pertunjukan tidak sekadar gerak dan bunyi, tetapi merupakan pengalaman utuh yang melibatkan emosi, pemikiran, dan interaksi sosial. “Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan seni sebagai ruang pengalaman yang hidup—yang mampu menghubungkan generasi, membuka dialog budaya, dan menginspirasi kreativitas baru, termasuk melalui sinergi dengan komunitas seni di Malang Raya,” ujarnya.
Antusiasme penonton yang tinggi menjadi indikator keberhasilan acara ini. Para pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga terlibat secara emosional dalam setiap sajian yang ditampilkan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antar generasi pelaku seni sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas seni lokal.
Fakultas Sastra UM berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai wadah ekspresi, inovasi, dan pelestarian budaya yang inklusif. Sebagai penutup, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pengisi acara, komunitas seni, tim produksi, hingga para penonton yang turut menyukseskan kegiatan ini.
[Tim Humas FS]