(0341)567475 [email protected]
Kolaborasi Pendidikan: Praktik Mengajar Mahasiswa Universitas Negeri Malang di SDN 1 Tlogomas

Kolaborasi Pendidikan: Praktik Mengajar Mahasiswa Universitas Negeri Malang di SDN 1 Tlogomas



Kota Malang, 16 November 2025 – Kegiatan observasi mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM), di SD Negeri 1 Tlogomas berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari siswa.

Observasi yang dilakukan pada Kamis, 13 November 2025, ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses pembelajaran di kelas serta peran guru dalam mengelola kegiatan belajar yang berkualitas. Kegiatan ini juga selaras dengan poin keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality Education.

Sebanyak 20 siswa kelas V SDN 1 Tlogomas menjadi subjek observasi oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Malang. Kegiatan dimulai dengan sesi pre-test, penyampaian materi mengenai “Wawasan Nusantara”, dan diakhiri dengan post-test serta sesi refleksi bersama. Materi disampaikan melalui media visual dan naratif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD). Setelah itu, siswa mengikuti kegiatan edukatif berbasis permainan kelompok (Edu-Game) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan identitas kebangsaan.

Kepala sekolah, Ibu Yuni Winarsih, S.Pd., M.Pd., menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Ia berharap adanya kegiatan ini memberikan manfaat bagi satu sama lain baik untuk siswa maupun untuk mahasiswa. “Jika kegiatan mahasiswa seperti ini saya yakin ini akan memudahkan untuk mahasiswa nantinya terjun langsung menghadapi dunia pendidikan diluar kampus,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa calon guru diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih nyata tentang dinamika pembelajaran di sekolah dasar dan semakin siap menghadapi praktik mengajar pada masa mendatang.

Tingkatkan Kualitas Riset dan Publikasi, Fakultas Sastra UM Selenggarakan Lokakarya Jurnal Ilmiah 2025

Tingkatkan Kualitas Riset dan Publikasi, Fakultas Sastra UM Selenggarakan Lokakarya Jurnal Ilmiah 2025

Malang, 13 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya Penelitian, Publikasi, dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah” dengan tema “Membaca Dunia, Menulis Ilmu: Membangun Spirit Penelitian, Publikasi, dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Era Akal Imitasi.” Kegiatan ini digelar di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra UM mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai program studi. Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat budaya akademik, terutama dalam meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yaitu Wahyudi Rahmat, M.Hum., Ph.D. (Editor in Chief Jurnal Gramatika – Scopus, Universitas PGRI Sumatera Barat), Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. (Editor in Chief Jurnal Ghancaran – Sinta 2, Universitas Islam Negeri Madura), Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd. (Guru Besar Departemen Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang), dan Eko Pramudya Laksana, S.Pd. (Publika Universitas Negeri Malang). Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Novi Eka Susilowati, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Sastra UM yang aktif dalam bidang publikasi ilmiah. Keempat narasumber berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan jurnal serta penulisan artikel ilmiah yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

Pada sesi pagi, peserta mengikuti pemaparan materi dan diskusi mendalam seputar etika penelitian, strategi publikasi, serta tantangan menjaga integritas akademik di era digital. Para narasumber menekankan pentingnya riset yang bermakna dan kontribusi akademik yang orisinal dalam menghadapi arus informasi yang masif. Sesi ini berjalan interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman dalam menulis serta menerbitkan karya ilmiah.

Sesi siang dilanjutkan dengan praktik penulisan artikel dan pengelolaan jurnal ilmiah, di mana peserta diajak memahami langkah-langkah teknis dalam menyusun naskah hingga proses penerbitannya. Melalui sesi ini, peserta memperoleh keterampilan langsung dalam menyesuaikan tulisan dengan gaya selingkung jurnal dan memanfaatkan teknologi untuk menunjang publikasi. Kegiatan berlangsung dengan suasana produktif dan penuh semangat kolaboratif antara narasumber dan peserta.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Sastra UM menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat kapasitas riset, penulisan, dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik. Lokakarya ini diharapkan dapat melahirkan peneliti dan penulis muda yang kompeten, kreatif, dan berintegritas tinggi. Fakultas Sastra UM terus berupaya menjadi pelopor dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi ilmiah yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan Forum MGMP Kesenian

Fakultas Sastra UM Sambut Kunjungan Forum MGMP Kesenian

Malang, 13 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan rombongan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kesenian Kabupaten Bondowoso dalam kegiatan Study Tour 2025, yang berlangsung pada Kamis, 13 November 2025. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana berbagi pengalaman antara guru kesenian tingkat SMA/SMK dengan sivitas akademika Fakultas Sastra UM.

Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Sastra UM, dosen, serta mahasiswa yang turut mendampingi kegiatan. Para peserta study tour mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, serta berbagai program unggulan di Fakultas Sastra UM yang berkaitan dengan seni, budaya, dan bahasa. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi para guru untuk memperoleh inspirasi baru dalam pengembangan pembelajaran seni di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pemaparan profil fakultas, kunjungan ke galeri seni dan laboratorium bahasa, serta diskusi interaktif mengenai praktik pembelajaran berbasis budaya lokal dan inovasi seni di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman mengajar kesenian di daerah masing-masing. Melalui kegiatan ini, baik guru maupun dosen dapat saling bertukar wawasan mengenai upaya pelestarian dan pengembangan seni sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa.

Melalui kegiatan study tour ini, Fakultas Sastra UM menunjukkan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat memperkuat pendidikan kesenian di Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan. Fakultas Sastra UM berupaya untuk terus menjadi mitra strategis bagi para pendidik dalam menciptakan pembelajaran seni yang kreatif, relevan, dan berdaya saing global.

Art and Language Festival 2025: Rayakan Kreativitas dan Multibahasa di Fakultas Sastra UM

Art and Language Festival 2025: Rayakan Kreativitas dan Multibahasa di Fakultas Sastra UM

Malang, 12 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan acara tahunan bertajuk Art and Language Festival 2025, dengan salah satu agenda utamanya yaitu Open House Self Access Centre (SAC). Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (12–14 November 2025) di Lt. 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 UM, pukul 09.00–16.00 WIB. Mengusung semangat pembelajaran kreatif dan kolaboratif, acara ini terbuka untuk umum dan menjadi wadah mahasiswa untuk mengekspresikan minat mereka dalam bidang seni, bahasa, dan budaya. Festival ini juga menjadi ajang rutin yang memperkuat peran SAC sebagai ruang pembelajaran mandiri yang mendukung penguasaan bahasa asing di era global.

Rangkaian kegiatan dalam Open House SAC tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik dari tiap pusat bahasa di Fakultas Sastra UM. Di antaranya, SAC Arab dengan Arabic Challenge Arena, SAC Indonesia dengan penampilan film dan kerajinan Mengenal Kalimantan, SAC Jerman dengan Rallye d’Orthographe, SAC Inggris dengan Train Your Ears dan Y2K Museum, SAC Mandarin dengan Mandarin Challenge serta pameran membuat gelang, hingga zona kreatif Co-Working Space bertema Once Upon a Craft, Once Upon a Play. Setiap kegiatan dirancang agar pengunjung dapat belajar bahasa sambil berinteraksi secara aktif dan menyenangkan. Suasana penuh semangat ini memperlihatkan sinergi antara seni, budaya, dan pendidikan yang saling memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Acara Art and Language Festival 2025 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, M.Sos., M.Si., dalam kegiatan Opening Ceremony yang berlangsung meriah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dan dosen pengelola SAC yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berorientasi global. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. Dengan kegiatan ini, Fakultas Sastra UM menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

Melalui integrasi seni, bahasa, dan budaya, Art and Language Festival 2025 menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Sastra UM dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan hiburan, tetapi juga media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya dari berbagai belahan dunia. Mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan berorientasi pada pembentukan kompetensi global. Dengan semangat SDG 4, Fakultas Sastra UM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, kreatif, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.Malang, 12 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan acara tahunan bertajuk Art and Language Festival 2025, dengan salah satu agenda utamanya yaitu Open House Self Access Centre (SAC). Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (12–14 November 2025) di Lt. 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 UM, pukul 09.00–16.00 WIB. Mengusung semangat pembelajaran kreatif dan kolaboratif, acara ini terbuka untuk umum dan menjadi wadah mahasiswa untuk mengekspresikan minat mereka dalam bidang seni, bahasa, dan budaya. Festival ini juga menjadi ajang rutin yang memperkuat peran SAC sebagai ruang pembelajaran mandiri yang mendukung penguasaan bahasa asing di era global.

Rangkaian kegiatan dalam Open House SAC tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik dari tiap pusat bahasa di Fakultas Sastra UM. Di antaranya, SAC Arab dengan Arabic Challenge Arena, SAC Indonesia dengan penampilan film dan kerajinan Mengenal Kalimantan, SAC Jerman dengan Rallye d’Orthographe, SAC Inggris dengan Train Your Ears dan Y2K Museum, SAC Mandarin dengan Mandarin Challenge serta pameran membuat gelang, hingga zona kreatif Co-Working Space bertema Once Upon a Craft, Once Upon a Play. Setiap kegiatan dirancang agar pengunjung dapat belajar bahasa sambil berinteraksi secara aktif dan menyenangkan. Suasana penuh semangat ini memperlihatkan sinergi antara seni, budaya, dan pendidikan yang saling memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Acara Art and Language Festival 2025 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, M.Sos., M.Si., dalam kegiatan Opening Ceremony yang berlangsung meriah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dan dosen pengelola SAC yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berorientasi global. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. Dengan kegiatan ini, Fakultas Sastra UM menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

Melalui integrasi seni, bahasa, dan budaya, Art and Language Festival 2025 menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Sastra UM dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan hiburan, tetapi juga media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya dari berbagai belahan dunia. Mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan berorientasi pada pembentukan kompetensi global. Dengan semangat SDG 4, Fakultas Sastra UM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, kreatif, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.

Seminar Nasional Nitisastra X Bahas Humanisasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Buatan

Seminar Nasional Nitisastra X Bahas Humanisasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Buatan

Malang, 11 November 2025 — Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Nitisastra X dengan tema “Humanisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Kecerdasan Buatan: Integrasi Nilai Spiritual–Budaya–Sastra dan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi.” Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring dan diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Tujuan utama seminar ini adalah menggali peran nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran bahasa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini juga menjadi wadah akademik bagi para peneliti dan pendidik untuk membangun paradigma baru dalam pendidikan bahasa yang seimbang antara inovasi digital dan nilai-nilai humanis.

Sidang utama yang berlangsung di Aula A20 Universitas Negeri Malang menghadirkan empat narasumber utama yang berkompeten di bidangnya. Narasumber tersebut meliputi Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. (Universitas Sebelas Maret, Ketua IKAPROBSI), Assoc. Prof. Dr. Sabzalu Musa Khan (Dekan Akademi Studi Melayu, Universiti Malaya), Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Dr. Dewi Ariani, M.Pd. (Departemen Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang). Keempatnya memaparkan pandangan mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek spiritual, budaya, dan sastra dalam pembelajaran bahasa agar tidak kehilangan esensi kemanusiaannya di tengah derasnya arus digitalisasi. Para peserta pun antusias mengikuti sesi ini karena membuka wawasan baru tentang pembelajaran bahasa yang lebih bermakna dan berkeadaban.

Selain sidang utama, kegiatan ini juga menyelenggarakan sidang paralel secara daring melalui Zoom dengan berbagai subtema menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Beberapa di antaranya meliputi Etika, Estetika, dan Spiritualitas dalam Pendidikan Bahasa di Era Kecerdasan Buatan, Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra Digital, serta Kecerdasan Buatan sebagai Mitra Humanis Pendidikan Bahasa. Subtema lainnya yang menjadi sorotan adalah Pembelajaran Humanis Bahasa untuk Mewujudkan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan Berkeadaban. Melalui sesi paralel ini, para peserta dari berbagai institusi dapat mempresentasikan hasil riset mereka dan berdiskusi secara interaktif mengenai inovasi pendidikan bahasa yang berpihak pada nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan Seminar Nasional Nitisastra X ini turut memperkuat komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung Sustainable Development Goal 4 (SDG 4): Pendidikan Berkualitas. SDG 4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan global secara humanis. Melalui seminar ini, nilai-nilai budaya dan spiritual diintegrasikan dengan teknologi pembelajaran modern, sehingga pendidikan bahasa tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan moral dan kemanusiaan. Dengan semangat tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para pendidik untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.

id_IDIndonesian