Kota Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malangmelepas para mahasiswa yang akan melakoni prosesi wisuda ke-121. Bertajuk Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121, acara pelepasan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 29September 2023. Bertempat di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra, kegiatan ini dihadiri sebanyak 166 calon wisudawan dari total 170 orang yang akan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu, 30September 2023 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.
Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121 ini diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, acara yang berlangsung di siang hari ini dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sastra.
Dalam sambutannya, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang turut membawa UM mengalami peningkatan peringkat secara global. “Kinerja pemeringkatan UM meningkat,sekarangmasuk dalam peringkat 1500 dunia, salah satunya berkat mahasiswa yang aktif mengisi SIMAWA selama akti berkuliah”, jelasnya.
Selanjutnya, kegiatan yang juga dihadiri oleh para wakil dekan, kepala departemen, sekretaris departemen, dan koordinator progam studi ini dilanjutkan dengan laporan akademik dari wakil dekan I Fakultas Sastra.Dalam laporannya, Ibu Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D. menyebutkan bahwa ke-170 calon wisudawan berasal dari lima departemen yang ada di Fakultas Sastra pada jenjang yang berbeda-beda, mulai dari D3 hingga Doktoral.
Laporan akademik tersebut ditutup dengan pengumumandan pemberian ucapan selamatkepara wisudawan terbaik disetiap jenjangnya. Mereka mendapatkan gelar tersebut karena berhasil menyelesaikan masa studi dengan cepat, memiliki nilai IPK yang tinggi, serta memiliki banyak prestasi selama masa kuliah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaknipenyerahan ijazah oleh Dekan yang turut didampingi olehseluruh pejabat di lingkup Fakultas Sastra. Acara kemudian bersambung dengan pembekalan pra kelulusan yang diberikan olehdua orang alumni Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Mereka adalahMohammad Arief Nazaruddin, S.Sn., M.Ds dan Aji Setiawan (Jiaone).
Keduanya yang merupakan praktisi dan pengajar di bidang desain banyak memberikan wejangan kepada para calon wisudawan. “Banyak peluang, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Contohnya, jadi translator yang dimana-mana ada. Walaupun demikian, jangan sampai jadi beban karena di quarter life crisis adalah saat yang tepat untuk bergerak. Jangan manja, ini saatnya menentukan masa depan,” ujar Arief yang merupakan dosen Universitas Brawijaya dan CEO salah satu perusahaan itu.
Senada dengan Arief, Jiaone yang juga merupakan dosen Universitas Brawijaya juga turut memotivasi para calon wisudawan agar memaksimalkan kemampuan yang didapatkan semasa kuliah.“Dalam desain, ada istilah in desain we trust, by creativity we bless. Artinya, untuk kita para pelaku desain, 4 tahun kuliah adalah berkah. Maka, keluar dari sini nanti, jangan sia-siakan itu dan harus dimaksimalkan skil yang sudah dimiliki”, tutur Founder and Creative Director Akroma Studio itu.
Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab antara pemateri dengan narasumber. Di sesi, ini banyak diberikan tips dan trik mengenai bisnis dan karier pasca kuliah yang menjadi bekal berharga bagi para alumni, calon wisudawan ke-121.
Kota Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang melepas para mahasiswa yang akan melakoni prosesi wisuda ke-121. Bertajuk Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121, acara pelepasan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 29 September 2023. Bertempat di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra, kegiatan ini dihadiri sebanyak 166 calon wisudawan dari total 170 orang yang akan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu, 30 September 2023 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.
Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121 ini diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, acara yang berlangsung di siang hari ini dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sastra.
Dalam sambutannya, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang turut membawa UM mengalami peningkatan peringkat secara global. “Kinerja pemeringkatan UM meningkat, sekarang masuk dalam peringkat 1500 dunia, salah satunya berkat mahasiswa yang aktif mengisi SIMAWA selama akti berkuliah”, jelasnya.
Selanjutnya, kegiatan yang juga dihadiri oleh para wakil dekan, kepala departemen, sekretaris departemen, dan koordinator progam studi ini dilanjutkan dengan laporan akademik dari wakil dekan I Fakultas Sastra. Dalam laporannya, Ibu Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D. menyebutkan bahwa ke-170 calon wisudawan berasal dari lima departemen yang ada di Fakultas Sastra pada jenjang yang berbeda-beda, mulai dari D3 hingga Doktoral.
Laporan akademik tersebut ditutup dengan pengumuman dan pemberian ucapan selamat kepara wisudawan terbaik di setiap jenjangnya. Mereka mendapatkan gelar tersebut karena berhasil menyelesaikan masa studi dengan cepat, memiliki nilai IPK yang tinggi, serta memiliki banyak prestasi selama masa kuliah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yakni penyerahan ijazah oleh Dekan yang turut didampingi oleh seluruh pejabat di lingkup Fakultas Sastra. Acara kemudian bersambung dengan pembekalan pra kelulusan yang diberikan oleh dua orang alumni Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Mereka adalah Mohammad Arief Nazaruddin, S.Sn., M.Ds dan Aji Setiawan (Jiaone).
Keduanya yang merupakan praktisi dan pengajar di bidang desain banyak memberikan wejangan kepada para calon wisudawan. “Banyak peluang, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Contohnya, jadi translator yang dimana-mana ada. Walaupun demikian, jangan sampai jadi beban karena di quarter life crisis adalah saat yang tepat untuk bergerak. Jangan manja, ini saatnya menentukan masa depan,” ujar Arief yang merupakan dosen Universitas Brawijaya dan CEO salah satu perusahaan itu.
Senada dengan Arief, Jiaone yang juga merupakan dosen Universitas Brawijaya juga turut memotivasi para calon wisudawan agar memaksimalkan kemampuan yang didapatkan semasa kuliah. “Dalam desain, ada istilah in desain we trust, by creativity we bless. Artinya, untuk kita para pelaku desain, 4 tahun kuliah adalah berkah. Maka, keluar dari sini nanti, jangan sia-siakan itu dan harus dimaksimalkan skil yang sudah dimiliki”, tutur Founder and Creative Director Akroma Studio itu.
Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab antara pemateri dengan narasumber. Di sesi, ini banyak diberikan tips dan trik mengenai bisnis dan karier pasca kuliah yang menjadi bekal berharga bagi para alumni, calon wisudawan ke-121.
Malang, 19 September 2023 – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Negeri Malang (UM) telah berhasil menggelar pameran virtual yang luar biasa bertajuk “MetaVisual – Digital Art Parade.” Pameran ini bukan hanya sebagai wadah apresiasi terhadap karya-karya mahasiswa, tetapi juga sebagai upaya untuk memfasilitasi pemahaman terkait dunia digital yang berkembang pesat dalam berbagai bidang seni dan desain.
Tajuk “MetaVisual” yang diusung dalam pameran ini merupakan wujud konkret dari penggunaan website sebagai alat untuk promosi sekaligus ruang pamer secara virtual. Konsep ini ditemukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan teknologi metaverse yang lintas keilmuan dan memerlukan sikap adaptif dalam menghadapinya.
Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn, selaku Kaprodi DKV UM, berbicara tentang pentingnya memahami kolaborasi antara teknologi, seni, dan desain. Ia menekankan bahwa pemahaman ini akan memberikan kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia mengatakan,
“Saat ini, orang sudah mulai mengenal, bahkan sering mendengar tentang istilah virtual, metaverse, blockchain, dan istilah-istilah lain yang merupakan produk perkembangan teknologi saat ini. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi harus berupaya untuk beradaptasi dengan perkembangannya.“
Pameran ini diikuti oleh desainer-desainer baik profesional maupun mahasiswa, dan mereka menyajikan berbagai karya seni dan desain yang sangat beragam dalam wacana dan tema yang diangkat. Pameran ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga menjadi wadah untuk bertukar ide dan pengalaman antara para desainer, baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih dalam tahap pembelajaran.
Ketika diwawancarai di kantornya, Andreas menyatakan bahwa pameran digital ini diharapkan akan menjadi kegiatan rutin guna menjadi wadah eksplorasi berkarya dan bertambahnya jaringan profesional antar desainer secara nasional. Ia berharap,
“Saya berharap pameran digital ini dapat menjadi ruang eksplorasi penyajian karya yang ajeg penyelenggaraannya dan ke depan dapat menjangkau lebih banyak peserta serta audiens.”
Pameran “MetaVisual – Digital Art Parade” dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang adalah bukti konkret bagaimana dunia seni dan desain dapat berkolaborasi dengan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman yang memukau dan inspiratif. Semoga pameran ini menjadi titik awal bagi lebih banyak inovasi dalam dunia seni dan desain di masa depan.
Sebagai rangkaian acara pameran “MetaVisual,” Universitas Negeri Malang juga akan menggelar “WEB3 On Campus.” Acara ini akan membahas dua topik utama, yaitu pengenalan industri Web3 dan revolusi industri digital terdesentralisasi yang mencakup potensi industri Web3, blockchain, crypto, dan NFT.
Dengan menghadirkan pembicara yang menginspirasi, seperti Wan Iqbal, Chief Marketing Officer Tokocrypto, dan Aan Machfudzi (Hallucan), seorang NFT Creator, acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga kepada peserta.
Informasi Acara “WEB3 On Campus”:
Tanggal: Selasa, 26 September 2023 Waktu: 10.00 WIB – Selesai Tempat: Ruang AVA, Gedung Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang
Dengan menggabungkan “MetaVisual – Digital Art Parade” dan “WEB3 On Campus,” Universitas Negeri Malang menghadirkan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa dan profesional untuk menjelajahi kreativitas, seni, desain, dan teknologi yang sedang berkembang pesat dalam dunia digital. Semoga acara ini menjadi sumber inspirasi dan inovasi bagi para peserta.
In a world where cultural heritage and gender empowerment stand as pillars of societal development, the research collaboration between Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan from Universitas Brawijaya is a shining example of interdisciplinary exploration. Their joint research project, titled “Bale desa Preservation of Cultural Values and Women’s Leadership in Tengger, East Java, Indonesia,” conducted from April 3, 2023, to July 31, 2023, brings to light the multifaceted dynamics of culture and gender in the Tengger region of East Java, Indonesia.
The research focuses on “Bale desa,” a traditional Javanese village hall that serves as the epicenter of communal life and cultural preservation in Tengger. Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s collaborative efforts delve into how this cultural institution not only sustains age-old traditions but also empowers women to take on leadership roles within their communities.
Their research is significant on several fronts. Firstly, it sheds light on the pivotal role of “Bale desa” in safeguarding cultural values, rituals, and traditional knowledge that are at risk of fading away in the face of modernization. Secondly, it highlights how women in Tengger are assuming leadership positions within this context, breaking down gender barriers and creating a more inclusive society.
Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s collaborative approach ensures a comprehensive examination of this complex subject. They employ ethnographic research methods, conducting interviews and observations within the community, to gain a deeper understanding of the cultural significance of “Bale desa” and the evolving role of women in preserving and revitalizing their heritage.
This research collaboration is a testament to the power of academia to effect positive change in society. By studying the intersection of culture and gender, Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan provide valuable insights that not only contribute to academic discourse but also have the potential to influence policies and practices in East Java and beyond.
As the project progresses, it is poised to uncover stories of resilience, tradition, and empowerment that will undoubtedly resonate with a global audience. Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s dedication to this research collaboration exemplifies the transformative impact that such partnerships can have, offering hope for the preservation of cultural heritage and the advancement of gender equality in diverse communities.
Sambutan terhadap kedatangan peneliti asing di Departemen Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu univeritas berstatus PTNBH yang menjadi ujung tombak bagi cerminan kemajuan pendidikan tinggi dan sekaligus menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam kancah persaingan global. Oleh karenanya, salah satu program yang dilaksanakan di UM adalah rintisan kelas internasional. Kelas internasional adalah adalah penyelenggaraan perkuliahan yang dilaksanakan dengan menggunakan standar internasional, yang meliputi standard isi, proses, penyelenggaraan, dan bahasa yang digunakan.
Salah satu program studi (prodi) yang ditunjuk untuk menyelenggarakan kelas internasional dengan peserta mahasiswa Indonesia dan/atau mahasiswa internasional adalah Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (PBSID). Sebagai upaya merintis kelas internasional, tim dari Prodi PBSID menyiapkan perangkat pembelajaran matakuliah Sejarah Sastra yang diorientasikan untuk mahasiswa internasional. Matakuliah ini merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa Prodi PBSID yang disajikan di semester pertama. Matakuliah ini memberi landasan tentang sastra Indonesia mulai dari awal kelahiran hingga perkembangan terkini.
Tim PBSID dan peneliti asing Berdiskusi tentang materi pembelajaran
Tim PBSID melakukan pengembangan dokumen pembelajaran Sejarah Sastra mulai dari handout, PPT perkuliahan, hingga video pembelajaran. Untuk membantu penyiapan dokumen pembelajaran tersebut, PBSID mendatangkan peneliti dari Universiti Malaya untuk melakukan tinjauan pengembangan pada 15 Maret 2023. . Peneliti yang didatangkan adalah Assc. Prof. Norhayati AB Rahman, dosen pada Akademi Pengajian Sastra Melayu, Universiti Malaya yang juga dikenal sebagai sastrawan dan penyair.
Peneliti asing dan tim peneliti PBSID melaksanakan diskusi
Selama di Departemen Sastra Indonesia, Assc. Prof. Norhayati AB Rahman melakukan diskusi bersama tim PBSI untuk pengembangan perangkat pembelajaran Sejarah Sastra. Dengan penelitian ini diharapkan PBSI memiliki dokumen pembelajaran MK Sejarah Sastra yang lengkap dan dapat dipergunakan dalam pembelajran sehingga pembelajaran efektif dan capaian pembelajaran terpenuhi.
To provide an enriched Mandarin language learning experience for the incoming class of 2023, the Faculty of Letters at the Universitas Negeri Malang has forged a strategic partnership with Guangxi Normal University. This dynamic collaboration aims to elevate the quality of Mandarin language education by enlisting the expertise of native-speaking instructors.
Under this groundbreaking partnership, the Mandarin Language Education Program at the Universitas Negeri Malang will integrate native Mandarin-speaking professors from Guangxi Normal University into its curriculum. These geyimedicals.es seasoned educators will work closely with students to enhance their language skills and deepen their cultural understanding, offering a perspective that only native speakers can provide.
Dr. Moch. Syahri, the Dean of the Faculty of Letters at the Universitas Negeri Malang, expressed her enthusiasm for this collaboration, saying, “This partnership is a significant step forward in our endeavor to provide a comprehensive Mandarin language education. By harnessing the skills of native instructors from Guangxi Normal University, we aim to create an immersive and culturally enriching learning environment for our students.”
The inclusion of native instructors is expected to benefit not only students majoring in Mandarin but also those from other disciplines who wish to enhance their proficiency in the language. This initiative aligns with the State University of Malang’s commitment to delivering a diverse and globally oriented education to its students.
Furthermore, this collaboration opens doors for cultural exchanges and research collaborations between the two universities. Faculty members from both institutions will have the opportunity to collaborate on research projects related to language acquisition, pedagogy, and cross-cultural studies.
As the new academic year gets underway, the State University of Malang and Guangxi Normal University are eagerly anticipating a fruitful partnership that will undoubtedly enhance the educational experience of students and foster cultural understanding between Indonesia and China. This collaboration underscores the universities’ dedication to providing their students with a world-class education and preparing them for an increasingly interconnected world.
For additional information about this partnership and the Mandarin Language Education Program at the State University of Malang, please reach out to the Faculty of Literature’s administrative office.
The Faculty of Letters at Universitas Negeri Malang is taking a significant step toward enhancing the quality of German language education by partnering with Goethe Institute to bring in Marlene, a native German instructor. Marlene will be teaching students in the 3rd and 7th semesters of the German Language Education Program, as part of the university’s ongoing commitment to providing an immersive and enriching educational experience.
The collaboration with Goethe Institute and the inclusion of a native German speaker like Marlene aim to strengthen the language proficiency and cultural understanding of students in the German Language Education Program. geyimedicals.es Marlene, with her native fluency and deep cultural insights, is expected to provide an authentic and comprehensive learning experience for the students.
Dr. Moch. Syahri, the Dean of the Faculty of Letters at the Universitas Negeri Malang, expressed his enthusiasm about this partnership, saying, “We are dedicated to offering our students the highest quality education in German language studies. By bringing in Marlene from Goethe Institute, we are taking a significant leap forward in achieving that goal. Our students will have the privilege of learning from a native speaker who can impart not only language skills but also cultural nuances.”
Marlene’s role will primarily focus on students in their 3rd and 7th semesters, tailoring her teaching methods to suit their specific needs and levels of proficiency. This tailored approach is expected to boost students’ language skills and prepare them for advanced academic and professional opportunities where German language proficiency is essential.
The collaboration with Goethe Institute also opens doors for cultural exchanges, workshops, and collaborative research initiatives between the State University of Malang and the esteemed German cultural institute. This partnership underscores the commitment of both institutions to fostering cross-cultural understanding and promoting excellence in German language education.
As the new academic semester begins, the Faculty of Literature at the State University of Malang and Goethe Institute’s Marlene are excited to embark on this journey of educational enrichment, ensuring that students receive the highest standard of education in German language and culture.
For more information about this partnership and the German Language Education Program at the State University of Malang, please contact the Faculty of Literature’s administrative office.
Kota Malang – Pendidikan Seni Tari dan Musik Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menggelar lokakarya bertajuk Workshop Tarian Tradisional yang berlangsung pada tanggal 14-15 September 2023. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Krida Universitas Negeri Malang ini diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan mahasiswa internal, guru seni budaya, serta peserta umum.
Workshop Tari Tradisional yang merupakan kegiatan tahunan dari Progam StudiPendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) UM ini mengangkat tema “Keberagaman Tari Nusantara”. Tema tersebut sekaligus mencerminkan tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk mengenalkan keterampilan praktis seputar tari nusantara, khususnya tarian lokal seperti Tari Merak, Tari Makarena, pola gerak Wayang Orang, dan sebagainya. Selain workshop ini, progam kerja Prodi PSTM 2023 juga meliputi rangkaian acara lain, yakni seminar nasional dan seminar internasional.
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Dekan II Fakultas Sastra, Dr. Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum yang didampingi oleh ketua Departemen Seni dan Desain, Dr. Wida Rahayuningtyas , S.Pd, M.Pd. Melalui sambutannya, Dr. Edy mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang nantinya akan menambah capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Universitas maupun Fakultas.
Sementara itu, Dr. Wida yang juga merupakan ketua pelaksana kegiatan ini juga mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam pengetahuan tarian nusantara. “Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan referensi lain seputar tari dan tradisi di nusantara, tak hanya tarian tradisional Jawa Timur,” ungkapnya.
Lokakarya yang berlangsung mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore ini menghadirkan beberapa pemateri yang merupakan seniman atau praktisi di bidang tari nusantara. Mereka adalah Dr. Heni Komalasari, M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung; Dr. R. Djoko Prakosa, M.Sn dari Institut Kesenian Wilwatikta Surabaya; Rahma M, S.Pd., M.Sn dari Universitas Negeri Makassar; dan Gabriel Manuel, M.Sn dari Museum Provinsi Kalimantan Barat Pontianak. Secara bergantian, mereka memaparkan materi menarik yang disertai dengan praktek maupun preview dan disambung dengan diskusi dan tanya jawab.
The campus of Universitas Negeri Malang was abuzz with excitement as the Department of German Language welcomed its newest batch of students for the academic year 2023. As part of their orientation, the fresh faces of the German Language Education program were treated to a special tour of the Mediothek, a significant hub of resources and learning within the university.
The Mediothek, known for its vast collection of media resources, serves as a bridge between traditional academic learning and modern multimedia tools. For students of the German Language Education program, it offers a treasure trove of resources, from German literature and research papers to audio-visual aids that enhance language learning.
As the students entered the Mediothek, they were greeted by a team of senior students and faculty members, ready to guide them through the various sections. The tour began with an introduction to the extensive collection of German literature, ranging from classics by Goethe and Schiller to contemporary works by emerging authors. Students were encouraged to explore the shelves, pick out books of interest, and even sign up for reading groups.
The next stop was the multimedia section, where students were introduced to the latest language learning software, interactive German tutorials, and a vast collection of German films and music. The highlight was a demonstration of a language learning app that uses augmented reality to provide immersive language experiences. Students could point their devices at objects, and the app would provide the German word for it, complete with pronunciation guides.
Another significant section of the Mediothek is the research and academic resources area. Here, students were shown how to access a vast digital database of research papers, articles, and academic journals related to German studies. Faculty members emphasized the importance of utilizing these resources for academic projects and research.
Throughout the tour, the atmosphere was one of curiosity and enthusiasm. The new students were eager to explore, ask questions, and immerse themselves in the world of German studies. Many were seen jotting down notes, bookmarking resources, and even signing up for workshops and seminars hosted by the Mediothek.
Post-tour, the students gathered for a feedback session. The overwhelming response was positive, with many expressing their excitement about the resources available and the opportunities for immersive language learning. Some mentioned their eagerness to dive into German literature, while others were keen on exploring multimedia tools to enhance their language skills.
The faculty members of the Department of German Language were equally enthusiastic. They emphasized the importance of the Mediothek as a vital tool for holistic language learning. By providing students with a blend of traditional and modern resources, the Mediothek ensures that students receive a well-rounded education, equipping them with the skills needed for the 21st century.
In conclusion, the Mediothek tour for the new students of the German Language Education program at Universitas Negeri Malang was more than just an orientation activity. It was an invitation to explore, learn, and immerse themselves in the rich world of German studies. As the academic year begins, these students are now better equipped to navigate their academic journey, with the Mediothek serving as a constant companion and guide. Here’s to a year of exploration, discovery, and academic excellence for the class of 2023!