(0341)567475 [email protected]
Art and Language Festival 2025: Rayakan Kreativitas dan Multibahasa di Fakultas Sastra UM

Art and Language Festival 2025: Rayakan Kreativitas dan Multibahasa di Fakultas Sastra UM

Malang, 12 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan acara tahunan bertajuk Art and Language Festival 2025, dengan salah satu agenda utamanya yaitu Open House Self Access Centre (SAC). Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (12–14 November 2025) di Lt. 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 UM, pukul 09.00–16.00 WIB. Mengusung semangat pembelajaran kreatif dan kolaboratif, acara ini terbuka untuk umum dan menjadi wadah mahasiswa untuk mengekspresikan minat mereka dalam bidang seni, bahasa, dan budaya. Festival ini juga menjadi ajang rutin yang memperkuat peran SAC sebagai ruang pembelajaran mandiri yang mendukung penguasaan bahasa asing di era global.

Rangkaian kegiatan dalam Open House SAC tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik dari tiap pusat bahasa di Fakultas Sastra UM. Di antaranya, SAC Arab dengan Arabic Challenge Arena, SAC Indonesia dengan penampilan film dan kerajinan Mengenal Kalimantan, SAC Jerman dengan Rallye d’Orthographe, SAC Inggris dengan Train Your Ears dan Y2K Museum, SAC Mandarin dengan Mandarin Challenge serta pameran membuat gelang, hingga zona kreatif Co-Working Space bertema Once Upon a Craft, Once Upon a Play. Setiap kegiatan dirancang agar pengunjung dapat belajar bahasa sambil berinteraksi secara aktif dan menyenangkan. Suasana penuh semangat ini memperlihatkan sinergi antara seni, budaya, dan pendidikan yang saling memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Acara Art and Language Festival 2025 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, M.Sos., M.Si., dalam kegiatan Opening Ceremony yang berlangsung meriah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dan dosen pengelola SAC yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berorientasi global. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. Dengan kegiatan ini, Fakultas Sastra UM menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

Melalui integrasi seni, bahasa, dan budaya, Art and Language Festival 2025 menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Sastra UM dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan hiburan, tetapi juga media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya dari berbagai belahan dunia. Mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan berorientasi pada pembentukan kompetensi global. Dengan semangat SDG 4, Fakultas Sastra UM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, kreatif, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.Malang, 12 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan acara tahunan bertajuk Art and Language Festival 2025, dengan salah satu agenda utamanya yaitu Open House Self Access Centre (SAC). Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (12–14 November 2025) di Lt. 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 UM, pukul 09.00–16.00 WIB. Mengusung semangat pembelajaran kreatif dan kolaboratif, acara ini terbuka untuk umum dan menjadi wadah mahasiswa untuk mengekspresikan minat mereka dalam bidang seni, bahasa, dan budaya. Festival ini juga menjadi ajang rutin yang memperkuat peran SAC sebagai ruang pembelajaran mandiri yang mendukung penguasaan bahasa asing di era global.

Rangkaian kegiatan dalam Open House SAC tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik dari tiap pusat bahasa di Fakultas Sastra UM. Di antaranya, SAC Arab dengan Arabic Challenge Arena, SAC Indonesia dengan penampilan film dan kerajinan Mengenal Kalimantan, SAC Jerman dengan Rallye d’Orthographe, SAC Inggris dengan Train Your Ears dan Y2K Museum, SAC Mandarin dengan Mandarin Challenge serta pameran membuat gelang, hingga zona kreatif Co-Working Space bertema Once Upon a Craft, Once Upon a Play. Setiap kegiatan dirancang agar pengunjung dapat belajar bahasa sambil berinteraksi secara aktif dan menyenangkan. Suasana penuh semangat ini memperlihatkan sinergi antara seni, budaya, dan pendidikan yang saling memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Acara Art and Language Festival 2025 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, M.Sos., M.Si., dalam kegiatan Opening Ceremony yang berlangsung meriah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dan dosen pengelola SAC yang terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berorientasi global. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan pembelajaran sepanjang hayat. Dengan kegiatan ini, Fakultas Sastra UM menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

Melalui integrasi seni, bahasa, dan budaya, Art and Language Festival 2025 menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Sastra UM dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi dan hiburan, tetapi juga media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya dari berbagai belahan dunia. Mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan berorientasi pada pembentukan kompetensi global. Dengan semangat SDG 4, Fakultas Sastra UM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, kreatif, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.

Seminar Nasional Nitisastra X Bahas Humanisasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Buatan

Seminar Nasional Nitisastra X Bahas Humanisasi Pembelajaran Bahasa di Era Kecerdasan Buatan

Malang, 11 November 2025 — Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Nitisastra X dengan tema “Humanisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Kecerdasan Buatan: Integrasi Nilai Spiritual–Budaya–Sastra dan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi.” Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring dan diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Tujuan utama seminar ini adalah menggali peran nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran bahasa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini juga menjadi wadah akademik bagi para peneliti dan pendidik untuk membangun paradigma baru dalam pendidikan bahasa yang seimbang antara inovasi digital dan nilai-nilai humanis.

Sidang utama yang berlangsung di Aula A20 Universitas Negeri Malang menghadirkan empat narasumber utama yang berkompeten di bidangnya. Narasumber tersebut meliputi Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. (Universitas Sebelas Maret, Ketua IKAPROBSI), Assoc. Prof. Dr. Sabzalu Musa Khan (Dekan Akademi Studi Melayu, Universiti Malaya), Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Dr. Dewi Ariani, M.Pd. (Departemen Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang). Keempatnya memaparkan pandangan mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek spiritual, budaya, dan sastra dalam pembelajaran bahasa agar tidak kehilangan esensi kemanusiaannya di tengah derasnya arus digitalisasi. Para peserta pun antusias mengikuti sesi ini karena membuka wawasan baru tentang pembelajaran bahasa yang lebih bermakna dan berkeadaban.

Selain sidang utama, kegiatan ini juga menyelenggarakan sidang paralel secara daring melalui Zoom dengan berbagai subtema menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Beberapa di antaranya meliputi Etika, Estetika, dan Spiritualitas dalam Pendidikan Bahasa di Era Kecerdasan Buatan, Integrasi Nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra Digital, serta Kecerdasan Buatan sebagai Mitra Humanis Pendidikan Bahasa. Subtema lainnya yang menjadi sorotan adalah Pembelajaran Humanis Bahasa untuk Mewujudkan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan Berkeadaban. Melalui sesi paralel ini, para peserta dari berbagai institusi dapat mempresentasikan hasil riset mereka dan berdiskusi secara interaktif mengenai inovasi pendidikan bahasa yang berpihak pada nilai kemanusiaan.

Pelaksanaan Seminar Nasional Nitisastra X ini turut memperkuat komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung Sustainable Development Goal 4 (SDG 4): Pendidikan Berkualitas. SDG 4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan global secara humanis. Melalui seminar ini, nilai-nilai budaya dan spiritual diintegrasikan dengan teknologi pembelajaran modern, sehingga pendidikan bahasa tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan moral dan kemanusiaan. Dengan semangat tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para pendidik untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.

Merajut Kolaborasi Lintas Negara: 22 Mahasiswa Universiti Malaya Ikuti Program Inbound JAUHAR di Fakultas Sastra UM

Malang, 11 November 2025 — Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menyambut 22 mahasiswa inbound dari Universiti Malaya, Malaysia, dalam program JAUHAR (persaudaraan antarpelajar bahasa Arab) yang digelar oleh Departemen Sastra Arab. Kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari dan menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan profesi keguruan dan kebahasaan. Acara ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik pendidikan lintas negara, sekaligus mempererat hubungan akademik antara kedua universitas. Kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa.

Acara pembukaan berlangsung di ruang sidang Fakultas Sastra UM dengan suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pihak fakultas dan dosen-dosen dari Departemen Sastra Arab turut hadir untuk menyambut para peserta dari Universiti Malaya. Dalam sambutannya, perwakilan fakultas menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan yang telah terjalin, sekaligus harapan agar program ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan akademik di bidang bahasa Arab dan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya akademik Indonesia kepada mahasiswa internasional yang mengikuti program JAUHAR.

Selama lima hari program berlangsung, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan, seperti kuliah bersama, seminar tematik, serta diskusi interaktif mengenai praktik pendidikan profesi keguruan di kedua negara. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman terkait pendekatan pembelajaran bahasa Arab di Malaysia dan Indonesia. Selain kegiatan akademik, para peserta juga terlibat dalam aktivitas sosial dan budaya yang memperkaya pemahaman lintas budaya. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat jejaring profesional serta menumbuhkan semangat kolaborasi di masa depan.

Program JAUHAR menjadi bukti nyata komitmen kedua universitas dalam memperkuat hubungan bilateral dan membangun jejaring pendidikan lintas batas. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi antarbangsa. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui program ini, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang terus berupaya menciptakan ruang belajar global yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta profesionalisme guru di masa mendatang.

Calon peserta Wisuda Periode 134 & 135 Wajib simak berita ini!

Calon peserta Wisuda Periode 134 & 135 Wajib simak berita ini!

Malang- Dalam rangka memberikan kemudahan akses informasi bagi calon wisudawan, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media komunikasi resmi.

Inovasi ini hadir khusus untuk peserta Wisuda Periode 134 dan 135, di mana seluruh calon wisudawan wajib bergabung ke dalam grup WhatsApp yang telah disediakan. Melalui grup ini, peserta akan mendapatkan berbagai informasi penting terkait rangkaian kegiatan wisuda, mulai dari jadwal, tata tertib, hingga pengumuman terbaru secara cepat dan akurat.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Sastra UM dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa hingga akhir masa studi mereka. Dengan adanya grup WhatsApp ini, calon wisudawan tidak perlu khawatir tertinggal informasi karena semua update akan disampaikan langsung oleh pihak fakultas secara real-time.

Bagi calon wisudawan Periode 134 dan 135, segera scan QR Code yang tertera pada poster resmi Fakultas Sastra UM untuk bergabung. Pastikan Anda menjadi bagian dari grup WhatsApp agar tidak ketinggalan informasi penting seputar prosesi wisuda.

Mari bersama-sama sukseskan momen bersejarah ini dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik.

Demi Jalin Komunikasi dan Membangun Inspirasi dengan Alumni , Fakultas Sastra UM Hadirkan “Alumni Spotlight”

Demi Jalin Komunikasi dan Membangun Inspirasi dengan Alumni , Fakultas Sastra UM Hadirkan “Alumni Spotlight”

Malang- (25/09/25) Fakultas Sastra menghadiirkan Program Bertajuk Alumni Spotlight dengan tema “Bagikan Cerita, Tebar Inspirasi”
Program ini diinisiasi oleh Pimpinan Fakultas Sastra Um khususnya di bidang Kemahasiswaan dan Alumni dibawah araha Wakil Dekan I FS demi menjalin komunikasi dan inspirasi untuk seluruh keluarga besar Fakultas Sastra UM khususnya para Alumni Fakultas Sastra demi memberikan kisah inspiratif guna memberikan dampak positif bagi para Mahasiswa Fakultas sastra yang sedang aktif belajar agar menjadi Nahasiswa yang siap menyongsong dunia kerja setelah lulus kuliah.

Adapun cara alumni untuk berpartisipasi dalam progaram tersebut, secara resmi Fakultas Sastra membagikan link untuk mempermudah para alumni mendaftar.
Link tersebut adalah https://bit.um.ac.id/AlumniSpotlight dan sudah disebar luaskan salah satunya di media sosial instagrtam Fakultas Sastra.

Seminar Kewirausahaan Dorong Mahasiswa Sastra Arab UM Berani Memulai Bisnis

Seminar Kewirausahaan Dorong Mahasiswa Sastra Arab UM Berani Memulai Bisnis

Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar Kewirausahaan Tahun 2025 dengan tema “Implementasi Pengusaha Muda: Bisnis Bukan Sekedar Modal, Tetapi Hasil Dari Segudang Mental”pada Selasa (23/9/2025) di AVA Aula Fakultas Sastra Lantai 2. Acara yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB ini menghadirkan Suluh Wahyu Pambudi, S.E., Direktur Edu Talenta Indonesia, sebagai narasumber utama.

Seminar ini diselenggarakan untuk memberikan dorongan kepada mahasiswa agar memiliki keberanian terjun ke dunia usaha. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Departemen Sastra Arab UM dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan non-akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Dalam pemaparannya, Suluh Wahyu Pambudi menekankan bahwa kunci utama berbisnis bukanlah sekadar modal finansial, melainkan kesiapan mental dan tekad yang kuat. “Berbisnis perlu keberanian dan niat yang tulus, jangan takut memulai, dan perlu loyalitas yang pasti,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula. Menurutnya, banyak anak muda terjebak pada ketakutan gagal sebelum mencoba, padahal pengalaman langsung justru menjadi guru terbaik dalam mengembangkan usaha.

Acara dibuka oleh perwakilan pimpinan fakultas yang menyampaikan pentingnya menumbuhkan budaya wirausaha sejak dini. Mahasiswa, khususnya di bidang sastra, diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi dinamika sosial-ekonomi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dan kebijakan kampus dalam mendorong mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Seminar berlangsung dalam suasana interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Pertanyaan mahasiswa berfokus pada langkah awal memulai usaha dengan modal terbatas, strategi menghadapi persaingan, hingga cara membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan. Suluh menjawab dengan lugas, menekankan bahwa faktor integritas, kerja keras, dan konsistensi adalah fondasi yang tak tergantikan dalam perjalanan wirausaha.

Tidak hanya menyajikan teori, seminar juga menampilkan contoh nyata dari pengalaman pribadi narasumber dalam membangun Edu Talenta Indonesia. Suluh membagikan kisah jatuh bangun perusahaannya, mulai dari keterbatasan awal hingga keberhasilan mengembangkan jaringan bisnis yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kisah inspiratif ini mendapat perhatian serius dari peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa tingkat akhir.

Panitia pelaksana mencatat antusiasme mahasiswa yang tinggi. Kehadiran peserta melampaui ekspektasi dengan jumlah lebih dari kapasitas kursi yang tersedia di aula. Hal ini menunjukkan minat besar generasi muda terhadap isu kewirausahaan. Menurut panitia, kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga wadah untuk membangun mentalitas positif dan keberanian dalam mengambil keputusan di dunia nyata.

Bagi mahasiswa, manfaat seminar ini dirasakan langsung. Selain memperoleh motivasi, mereka juga mendapat wawasan baru mengenai tantangan dan peluang berwirausaha. Beberapa peserta menyebutkan bahwa seminar ini membuka perspektif mereka tentang pentingnya mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah. “Kami jadi lebih yakin bahwa memulai usaha tidak harus menunggu punya modal besar. Yang penting punya mental dan komitmen,” ujar salah satu mahasiswa yang hadir.

Kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin Departemen Sastra Arab UM sebagai bagian dari pengembangan soft skill mahasiswa. Dengan begitu, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga daya tahan mental untuk menghadapi tantangan masa depan. Pihak penyelenggara berharap, seminar kewirausahaan ini mampu menumbuhkan generasi pengusaha muda yang mandiri, kreatif, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat.

Departemen Sastra Arab UM menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi dengan praktisi bisnis, kampus berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, mahasiswa semakin percaya diri melangkah keluar dari zona nyaman dan berani mengubah ide menjadi aksi nyata.

Dengan berakhirnya seminar pada sore hari, para peserta meninggalkan aula dengan bekal motivasi baru. Rasa optimisme terlihat jelas dari diskusi-diskusi kecil yang masih berlanjut di luar ruangan. Panitia menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat.

id_IDIndonesian