(0341)567475 [email protected]
Lowongan pekerjaan untuk posisi Guru Seni Budaya

Lowongan pekerjaan untuk posisi Guru Seni Budaya

Semangat Pagi! Hai Semua, Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) membuka lowongan pekerjaan untuk posisi Guru Seni Budaya yang bersemangat, berdedikasi dan profesional untuk bergabung!!

Kualifikasi:
* Pendidikan minimal S1 Pendidikan Seni Budaya atau jurusan yang relevan
* IPK Minimal 3.00 atau akreditasi prodi min. B
* Pengalaman kerja min. 2 tahun, Fresh graduate dipersilahkan melamar
* Mampu mendesain pembelajaran berbasis digital
* Menguasai manajemen pembelajaran dengan baik
Lokasi: Sangatta, Kutai Timur

Cara Melamar: Kirimkan Surat lamaran, CV, ijazah & transkrip nilai, bukti akreditasi prodi, FC E-KTP, foto 4×6 berwarna, (dijadikan dalam satu file) ke [email protected] sebelum 14 Juni 2025

Segera kirimkan lamaran anda dan bersama menciptakan lulusan unggul dan berkarakter!!

PENTAS KITA: Suara Kreativitas Mahasiswa dalam Panggung Inspirasi

PENTAS KITA: Suara Kreativitas Mahasiswa dalam Panggung Inspirasi

MALANG-  Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia (HMD Sasindo) dengan bangga mengadakan pertunjukan seni yang menarik di Aula AVA, Gedung D14 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) pada hari Sabtu (10/05). Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga sebagai momen penting dalam kalender akademik, sekaligus menandai berakhirnya semester dengan kegiatan NAVASTRA.

Kegiatan ini menampilkan tiga lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan HMD Sasindo: Teater Pelangi, Gita Lenggang Tari, dan Griya Sastra Puisi. Dengan tema ‘Merayakan Kreativitas dan Kebebasan dalam Seni’, acara ini dirancang untuk menjadi platform kolaboratif yang memungkinkan setiap lembaga untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. 

Acara dimulai dengan pemutaran video bumper yang mengingatkan penonton akan pengalaman berharga selama masa perkuliahan, terutama bagi mahasiswa baru yang baru saja memasuki dunia kampus. Video ini berhasil menciptakan suasana nostalgia dan menghangatkan hati para penonton. Setelah itu, penampilan pertama dari Teater Pelangi dimulai dengan pertunjukan berjudul ‘Karamnya Irama Laot Teduh’. Penonton terkesan dengan penampilan maksimal para aktor yang berhasil membawakan karakter dalam menciptakan momen-momen yang penuh emosi.

Selanjutnya, Gita Lenggang Tari mengambil alih panggung dengan penampilan yang ceria dan energik. Tarian yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan keragaman budaya Indonesia melalui gerakan yang terinspirasi dari berbagai daerah. Hal ini menegaskan bahwa mahasiswa UM berasal dari seluruh penjuru tanah air, menciptakan satu kesatuan dalam perbedaan.

Acara ditutup oleh Griya Sastra Puisi yang menyajikan puisi-puisi yang menggambarkan perjalanan hidup mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Dengan tema ‘Mencoba Tema bahagia padahal Lagi Hancur-hancuran Banget’, mereka menceritakan berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Namun, di balik semua itu, mereka akhirnya menemukan kebahagiaan sejati. Penampilan ini berhasil menyentuh hati banyak penonton, membuat mereka merenungkan perjalanan hidup masing-masing.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDG 4 dengan memastikan bahwa pendidikan yang mereka terima adalah berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan seni adalah bagian integral dari pengembangan pribadi dan sosial mahasiswa, serta penting dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Pewarta: Putri Wahyuni N

HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

HMD Sastra Indonesia Sukses Gelar LENTERA 2025, Cetak Mahasiswa Menjadi Pewara

Malang, 18 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia 2025 (HMD Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan acara LENTERA (Lomba Membawakan Berita dan Webinar Nasional) 2025 dengan mengusung tema Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam Merangkai Wacana Berita Berlandaskan Fakta dengan Retorika di Era Disrupsi. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus kompetitif yang mendorong mahasiswa untuk tampil sebagai komunikator yang profesional, kritisan beretika di tengah arus informasi yang kian kompleks.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini terdiri atas dua rangkaian utama yaitu webinar nasional dan lomba membawakan berita tingkat Jawa Timur. Webinar ini dilaksanakan pada Minggu (13/4) secara daring melalui Zoom Meeting dan iikuti oleh mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia serta enghadirkan dua pemateri profesional, yakni Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom. dan Cicik Trijayanti, S.Pd., M.A., yang membahas pentingnya retorika dan jurnalistik.

Puncak kegiatan berupa final 10 besar dan awarding yang dilaksanakan pada Minggu (18/5) di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Sastra, Ibu Evy Nurul Laily Zein, M.A., melalui sambungan virtual.

Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Timur ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setelah melalui proses seleksi oleh tiga juri profesional, Thania Wahyu Anandita, A.Md., Kom., Musthofa Kamal S.Pd., M.SN., dan Siti Rahajeng NH, S.Hum., M.Hum., terpilih para pemenang terbaik. Juara pertama diraih oleh Nabila Salsa dari Universitas Negeri Malang, kemudian Safira Widya Eka Paloza sebagai juara kedua, dan Daffa Zanetta Widyadhari sebagai juara ketiga, yang keduanya juga berasal dari Universitas Negeri Malang.

Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta serta undangan. Mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur hadir secara langsung, diantaranya adalah Universitas Negeri Jember dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Antusiasme peserta mencerminkan semangat dan potensi besar generasi muda dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.

“Kami bangga bisa menghadirkan ruang belajar sekaligus unjuk kemampuan melalui LENTERA. Ini bukti bahwa mahasiswa juga bisa menjadi jurnalis yang bertanggung jawab,” ujar Syauqi selaku Ketua Pelaksana LENTERA 2025.

Dengan kesuksesan tahun ini, HMD Sastra Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik dan kebahasaan mahasiswa melalui program kerja yang inspiratif dan berdampak luas.

 

Pewarta: Diva Dwijayanti Hadi Saputri

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University:  Kolabarosi Pertukaran Budaya

Resmi, FS UM Lepas Mahasiswa Guangxi Normal University: Kolabarosi Pertukaran Budaya

MALANG- Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi melepas mahasiswa internasional dari Guangxi Normal University (GXNU), Tiongkok. Proses pelepasan ini dilaksanakan pada hari Selasa (20/05) di Ruang Lab Drama Fakultas Sastra UM dengan Sprektrum akulturasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Acara proses pelepasan mahasiswa Tiongkok ini dihadiri langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. serta jajaran pejabat Fakultas Sastra (FS) UM, juga Mahasiswa Guangxi Normal University dan Mahasiswa FS Universitas Negeri Malang.

Acara ini diawali dengan penampilan Tari Tradisional Indonesia oleh Mahasiswa GXNU yang telah mereka pelajari. Selain itu, mereka mempersembahkan pameran karya batik yang merupakan proses pembelajaran dan praktik langsung dalam mengasah kemampuan kreativitas mereka sehingga mereka dapat mengenal nilai-nilai lokal di Indonesia. Pelepasan ini juga menayangkan video mahasiswa kegiatan GXNU selama di Indonesia,

Dalam sambutan, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si memberikan harapannya. “Saya berharap di masa depan, Fakultass Sastra dapat kembali menjalin kerja sama yang serupa. Program ini diharapkan dapat memiliki kualitas yang lebih baik, dan kita juga perlu melakukan evaluasi secara berkala. Dalam kerja sama yang akan datang, kita harus menekankan pentingnya kualitas, tidak hanya pada kuantitas.”

Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri Malang dalam sambutannya berharap bahwa pertukaran ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga neagara. “Pertukaran budaya seperti ini sangat menarik karena menghilangkan batasan interaksi antara etnis Tionghoa dan Jawa. Kita mungkin bisa menjadikan bahasa Mandarin lebih terintegrasi. Pertukaran budaya ini, yang juga mencakup pembelajaran bahasa Mandarin, memiliki dasar yang kuat. Saya berharap kegiatan pertukaran mahasiswa ini tidak hanya mewakili dua institusi, tetapi juga negara kita.”

Sebagai bentuk terima kasih, perwakilan mahasiswa GXNU memberikan pidatonya dalam bahasa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kepada bapak ibu dosen karena telah memberikan pelajaran dalam kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, di indonesia kami sangat nyaman walaupun awalnya tidak biasa. Kami mengucapkan para mitra bahasa yang telah membantu kami. 

Pelepasan mahasiswa ini sebagai bentuk apresiasi sebesar-besarnya kepada  mahasiswa GXNU setelah menuntaskan belajar di UM selama kurang lebih satu tahun. Sebagai bentuk penghargaan yang tinggi, UM secara resmi memberikan sertifikat kepada seluruh mahasiswa pertukaran dari GXNU. Acara pelepasan ini ditutup dengan berbagai penampilan dari mahasiswa GXNU salah satunya yaitu penampilan alat musik tradisional Indonesia “Gumenggar” yang mendapat tepuk tangan rasa haru nan bangga.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Pentas Kita: Wujud Kreativitas Mahasiswa Berbentuk Seni Pertunjukan

Malang — Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia (HMD Sasindo) menggelar panggung pertunjukan pada hari Sabtu (10/5) yang bertempat di Aula AVA, Gedung D14 Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM).

 

Kegiatan ini menampilkan tiga lembaga Semi Otonom (LSO) yang berada di bawah naungan HMD Sasindo yaitu Teater Pelangi, Gita Lenggang Tari, dan Griya Sastra Puisi. Dengan mengusung tema ‘Merayakan Kreativitas dan Kebebasan dalam Seni’, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaboratif untuk menampilkan karyanya. Selain itu, kegiatan ini juga hadir sebagai salah satu kegiatan NAVASTRA Tutup Semester 2025.

 

Diawali dengan pemutaran video bumper masa perkuliahan sebagai pemantik memori ketika masa menjadi mahasiswa baru, dilanjutkan dengan pementasan Teater Pelangi yang berjudul ‘Karamnya Irama Laot Teduh’ yang menyajikan kisah pasangan pasca perkuliahan, penonton juga dibuat kagum dengan penampilan para aktor teater pelangi yang sangat maksimal dalam memainkan perannya.

 

Kemudian penonton dibawa untuk mengingat kembali perjalanan ketika menjadi mahasiswa baru oleh penampilan Gita Lenggang Tari yang menunjukkan rasa gembira karena diterima menjadi mahasiswa Universitas Negeri Malang, penampilan juga menyajikan potongan gerakan dari setiap tari di Indonesia yang memiliki makna bahwa mahasiswa UM tidak hanya berasal dari Malang saja, melainkan dari seluruh Indonesia.

 

Pada akhirnya pementasan ditutup oleh penampilan Griya Sastra Puisi yang menampilkan lika-liku kehidupan ketika menjalani masa perkuliahan, dengan tema ‘Mencoba Tema bahagia padahal Lagi Hancur-hancuran Banget’, griya sastra puisi mengisahkan tentang beratnya menjalani kehidupan perkuliahan, meski pada akhirnya berakhir bahagia karena berhasil menemukan arti dari kebahagiaan sejati.

 

Hananto selaku ketua umum HMD Sasindo juga mengungkapkan, “saya merasa lega, senang, juga terharu karena Pentas Kita 2025 merupakan proker baru pada periode ini. Harapannya semoga Pentas Kita berikutnya bisa lebih baik dari ini,” ujarnya.

 

Dengan adanya panggung Pentas Kita, diharapkan kegiatan ini menjadi bentuk kreativitas dan kebebasan setiap mahasiswa untuk dapat inovatif mengekspresikan diri, dan mendorong setiap insan untuk lebih mengenal bentuk seni seperti teater, tari, dan puisi.

 

Pewarta: Salma Ayu Aisyah

en_USEnglish