(0341)567475 [email protected]
Fakultas Sastra Sambut Kembali Guru Besar, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag.: Berbeda Itu Indah

Fakultas Sastra Sambut Kembali Guru Besar, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag.: Berbeda Itu Indah

Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Negeri Malang (UM) dalam acara Pengukuhan Guru Besar kembali diadakan. Acara diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 9 UM. Sebanyak lima guru besar dikukuhkan tepat pada Kamis (05/10). Salah satu guru besar yang dikukuhkan hari ini berasal dari Fakultas Sastra UM, yakni Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag.

Beliau mengambil tema “Berbeda Itu Indah:  Menelusuri Fatwa Keagamaan NU dan Muhammadiyah.” Dalam pidatonya, beliau menyampaikan tentang hakikat indahnnya perbedaan. Judul ini dipilih karena adanya ketertarikan beliau melihat NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam moderat telah berkontribusi besar dalam pembangunan Indonesia.

“Sekalipun karakteristik keduanya berbeda, NU dan Muhammadiyah mampu mempersatukan Indonesia dan merawat keberagaman yang ada dengan baik, Terlepas dari perbedaan yang ada pada kedua lembaga fatwa tersebut, satu hal penting yang harus digarisbawahi bahwa NU dan Muhammadiyah tidak menjadikannya sebagai potensi perpecahan diantara keduanya. Dengan kedewasaan berfikir para pimpinan NU dan Muhammadiyah serta para pengikutnya, justru perbedaan yang ada dinilai dapat memperkaya khazanah pemikiran hukum Islam di Indonesia yang dengan sendirinya dapat menjadi alternatif bagi umut Islam di Indonesia dalam mengamalkan ajaran agamanya,” tutur salah satu guru besar dari Departemen Sastra Arab yang sedang dikukuhkan ini.

Dalam kajian yang ditelitinya, beliau menemukan suatu hal yang unik. “Fatwa-fatwa yang ada harus diakui telah memberikan warna beragama di masyarakat muslim Indonesia, salah satunya adalah munculnya kelompok masyarakat muslim yang disebut dengan Muhammad-NU. Yakni masyarakat muslim yang berafiliasi ke Muhammadiyah atau NU, tetapi mereka tidak sepenuhnya mengikuti fatwa dan Majelis Tarjih atau Lembaga Bahtsul Masail. Akhirnya satu kalimat yang dapat kita katakan BERBEDA ITU INDAH,” lanjut Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. dalam pidatonya

Pewarta : Hania Nuha Tsabita

Penjajakan di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Bersama Universitas Negeri Padang, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Negeri Makassar

Penjajakan di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Bersama Universitas Negeri Padang, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Negeri Makassar

Pagi hari pada selasa (03/10/2023), ketika tiap orang sedang sibuk dalam kubikelnya masing-masing, ruang sidang fakultas sastra Universitas Negeri Malang terbuka untuk menjamu dekan-dekan fakultas bahasa dan sastra dari beberapa universitas lain yang hendak melakukan kerjasama. Evynurul Laily Z., S.S., M., Ph.D (Wakil Dekan I), Dr. Edy H., S.Pd, M.Hum (Wakil Dekan II), Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd, M.P.d (Ketua departemen sastra Indonesia), Dr. Suryahadi, S.Pd, M.Pd (Ketua departemen Sastra Inggris), Dr. Moh. Ahsanuddin (Ketua departemen Sastra Arab), Dr. Dewi Kartika (Ketua departemen sastra Jerman), Andreas Syah P., S.Sn, MSn (Ketua program studi desain komunikasi visual), dan Dr. Ike Ratnawati (Ketua program studi pendidikan seni rupa) menyambut kedatangan Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang), Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha), I Putu Mas Dewantara (Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha), Dr. Jamilah, M.Sn (Universitas Negeri Makassar), Dr. TangsiM.Sn (UNM) dan Dr. Sukarman B., M.Sn (UNM) di kota yang dingin ini dengan senyuman hangat.

Dilangsungkan selama satu jam mulai pukul 10.00 WIB, penyambutan tamu-tamu tersebut di ruang sidang yang seharusnya menegangkan berlangsung dengan baik dan penuh tawa, “Pertemuannya luar biasa, saya sangat senang atas sambutannya” ujar I Gede Nurjaya ketika menyampaikan sambutannya untuk seluruh hadirin. Sesi penyambutan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan beberapa buah tangan kemudian diskusi dan perbincangan kerja sama lebih lanjut dilakukan bersama agenda makan siang di luar Universitas Negeri Malang

Peran Generasi Muda untuk Reposisi Sastra dan Budaya dalam Penguatan Identitas Bangsa

Peran Generasi Muda untuk Reposisi Sastra dan Budaya dalam Penguatan Identitas Bangsa

Adalah tema seminar nasional yang dilaksanakan pada hari senin, 2 oktober 2023. Dihadiri oleh ketua departemen sastra Indonesia, pembina Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) sastra Indonesia, wakil dekan 1 fakultas sastra, dan 160 peserta kegiatan berjalan  menyenangkan dari awal hingga akhir. Dibuka dengan penampilan tari beskalan oleh tiga mahasiswi sastra Indonesia, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne bahasa Indonesia yang dipandu oleh tim paduan suara, kegiatan seminar tetap berjalan dengan khidmat. Tak urung, sesi yang ditunggu-tunggu yaitu pemaparan materi dan dialog yang dibawakan oleh Agus Noor selaku pemateri dan Prof. Wahyudi Siswanto selakau teman berbincang.

Agus Noor, sastrawan yang serba bisa dan sejak muda telah berkecimpung di dunia kepenulisan itu menyampaikan materi dengan luwes. Menurut Agus Noor (2/10/23) dalam perubahan, selalu ada nilai-nilai dasar yang tak berubah; kebaikan, moral, perspektifnya kemanusiaan. Oleh karena itu, tugas kita sebagai generasi muda adalah membangun peradaban yang manusiawi. Untuk membentuk peradaban yang manusiawi, generasi muda harus dibentuk sejak dini dengan cara membaca buku. Salah satu peserta yang duduk di barisan peserta paling depan menyimak dengan mata berbinar, “Saya datang ke seminar karena ngefans Pak Noor, tulisannya bagus. Saya sering baca cerpennya, isi cerpennya tentang kehidupan”, papar perempuan kerudung hitam bernama Indhana itu. Bahkan ada beberapa peserta yang menyayangkan bahwa waktu terlalu singkat dan ingin mendapat lebih banyak ilmu padahal sesi materi dan dialog sendiri berjalan selama kurang lebih tiga jam.

Dua puluh orang panitia, dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan menyiapkan berbagai kebutuhan dan keperluan seminar nasional ini. “Pelaksanaan seminar ini bersamaan dengan beberapa program kerja lainnya, dengan jumlah panitia yang terbatas namun saling mendukung satu sama lain, seminar ini dapat berjalan dengan baik”, papar Azarya, sang ketua pelaksana. Bahkan ketika gadis berambut merah bernama Olivia ditanya tentang mengapa ingin menjadi relawan dalam program kerja ini, ia menjawab “Tahun lalu mau ikut tapi gak bisa. Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) ini kan proker terbesar di HMD sastra Indonesia, jadi tertarik harus bisa merasakan acara di sastra”.

Dalam sela pemaparan materi, peserta juga dihadiahkan pembacaan puisi berjudul “Kangen”  karya WS Rendra oleh Agus Noor dan juga pembacaan puisi berjudul “Ditinggal Sendiri” karya Prof. Wahyudi oleh Prof. Wahyudi sendiri yang disambut meriah tepuk tangan seisi gedung sasana budaya Universitas Negeri Malang. Kegiatan ditutup dengan persembahan lagu “Lihatlah Lebih Dekat” oleh cucu Prof. Wahyudi dan sesi foto bersama.

Dekan FS Lepas 170 Wisudawan Dan Dirangkai Dalam Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda Periode Ke-121 Fakultas Sastra

Dekan FS Lepas 170 Wisudawan Dan Dirangkai Dalam Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda Periode Ke-121 Fakultas Sastra

Kota Malang – faculty of Literature Malang State University melepas para mahasiswa yang akan melakoni prosesi wisuda ke-121. Bertajuk Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121, acara pelepasan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 29 September 2023. Bertempat di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra, kegiatan ini dihadiri sebanyak 166 calon wisudawan dari total 170 orang yang akan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu, 30September 2023 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121 ini diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, acara yang berlangsung di siang hari ini dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sastra.

Dalam sambutannya, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang turut membawa UM mengalami peningkatan peringkat secara global. “Kinerja pemeringkatan UM meningkat, sekarangmasuk dalam peringkat 1500 dunia, salah satunya berkat mahasiswa yang aktif mengisi SIMAWA selama akti berkuliah", jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan yang juga dihadiri oleh para wakil dekan, kepala departemen, sekretaris departemen, dan koordinator progam studi ini dilanjutkan dengan laporan akademik dari wakil dekan I Fakultas Sastra. Dalam laporannya, Ibu Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D. menyebutkan bahwa ke-170 calon wisudawan berasal dari lima departemen yang ada di Fakultas Sastra pada jenjang yang berbeda-beda, mulai dari D3 hingga Doktoral.

Laporan akademik tersebut ditutup dengan pengumumandan pemberian ucapan selamat kepara wisudawan terbaik insetiap jenjangnya. Mereka mendapatkan gelar tersebut karena berhasil menyelesaikan masa studi dengan cepat, memiliki nilai IPK yang tinggi, serta memiliki banyak prestasi selama masa kuliah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaknipenyerahan ijazah oleh Dekan yang turut didampingi olehseluruh pejabat di lingkup Fakultas Sastra. Acara kemudian bersambung dengan pembekalan pra kelulusan yang diberikan oleh dua orang alumni faculty of Literature Universitas Negeri Malang. Mereka adalah Mohammad Arief Nazaruddin, S.Sn., M.Ds dan Aji Setiawan (Jiaone).

Keduanya yang merupakan praktisi dan pengajar di bidang desain banyak memberikan wejangan kepada para calon wisudawan. “Banyak peluang, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Contohnya, jadi translator yang dimana-mana ada. Walaupun demikian, jangan sampai jadi beban karena di quarter life crisis adalah saat yang tepat untuk bergerak. Jangan manja, ini saatnya menentukan masa depan,” ujar Arief yang merupakan dosen Universitas Brawijaya dan CEO salah satu perusahaan itu.

Senada dengan Arief, Jiaone yang juga merupakan dosen Universitas Brawijaya juga turut memotivasi para calon wisudawan agar memaksimalkan kemampuan yang didapatkan semasa kuliah. “Dalam desain, ada istilah in desain we trust, by creativity we bless. Artinya, untuk kita para pelaku desain, 4 tahun kuliah adalah berkah. Maka, keluar dari sini nanti, jangan sia-siakan itu dan harus dimaksimalkan skil yang sudah dimiliki”, tutur Founder and Creative Director Akroma Studio itu.

Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab antara pemateri dengan narasumber. Di sesi, ini banyak diberikan tips dan trik mengenai bisnis dan karier pasca kuliah yang menjadi bekal berharga bagi para alumni, calon wisudawan ke-121.

 

Reporter: Dr. Tri Wahyuningtyas , S.Pd, M.Si

Editor: Moch. Alfa Alfiansyah (ALF/200214606820)

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Lepas 170 Orang Wisudawan

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Lepas 170 Orang Wisudawan

Kota Malang – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang melepas para mahasiswa yang akan melakoni prosesi wisuda ke-121. Bertajuk Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121, acara pelepasan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 29 September 2023. Bertempat di Aula AVA Gedung D14 Fakultas Sastra, kegiatan ini dihadiri sebanyak 166 calon wisudawan dari total 170 orang yang akan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu, 30 September 2023 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Acara Seremoni Penyerahan Ijazah dan Pembekalan Pra Kelulusan Wisuda ke-121 ini diawali dengan pembukaan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, acara yang berlangsung di siang hari ini dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sastra.

Dalam sambutannya, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang turut membawa UM mengalami peningkatan peringkat secara global. “Kinerja pemeringkatan UM meningkat, sekarang masuk dalam peringkat 1500 dunia, salah satunya berkat mahasiswa yang aktif mengisi SIMAWA selama akti berkuliah”, jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan yang juga dihadiri oleh para wakil dekan, kepala departemen, sekretaris departemen, dan koordinator progam studi ini dilanjutkan dengan laporan akademik dari wakil dekan I Fakultas Sastra. Dalam laporannya, Ibu Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D. menyebutkan bahwa ke-170 calon wisudawan berasal dari lima departemen yang ada di Fakultas Sastra pada jenjang yang berbeda-beda, mulai dari D3 hingga Doktoral.

Laporan akademik tersebut ditutup dengan pengumuman dan pemberian ucapan selamat kepara wisudawan terbaik di setiap jenjangnya. Mereka mendapatkan gelar tersebut karena berhasil menyelesaikan masa studi dengan cepat, memiliki nilai IPK yang tinggi, serta memiliki banyak prestasi selama masa kuliah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yakni penyerahan ijazah oleh Dekan yang turut didampingi oleh seluruh pejabat di lingkup Fakultas Sastra. Acara kemudian bersambung dengan pembekalan pra kelulusan yang diberikan oleh dua orang alumni Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Mereka adalah Mohammad Arief Nazaruddin, S.Sn., M.Ds dan Aji Setiawan (Jiaone).

Keduanya yang merupakan praktisi dan pengajar di bidang desain banyak memberikan wejangan kepada para calon wisudawan. “Banyak peluang, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Contohnya, jadi translator yang dimana-mana ada. Walaupun demikian, jangan sampai jadi beban karena di quarter life crisis adalah saat yang tepat untuk bergerak. Jangan manja, ini saatnya menentukan masa depan,” ujar Arief yang merupakan dosen Universitas Brawijaya dan CEO salah satu perusahaan itu.

Senada dengan Arief, Jiaone yang juga merupakan dosen Universitas Brawijaya juga turut memotivasi para calon wisudawan agar memaksimalkan kemampuan yang didapatkan semasa kuliah. “Dalam desain, ada istilah in desain we trust, by creativity we bless. Artinya, untuk kita para pelaku desain, 4 tahun kuliah adalah berkah. Maka, keluar dari sini nanti, jangan sia-siakan itu dan harus dimaksimalkan skil yang sudah dimiliki”, tutur Founder and Creative Director Akroma Studio itu.

Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab antara pemateri dengan narasumber. Di sesi, ini banyak diberikan tips dan trik mengenai bisnis dan karier pasca kuliah yang menjadi bekal berharga bagi para alumni, calon wisudawan ke-121.

Reporter          : Dr. Tri Wahyuningtyas , S.Pd, M.Si

Editor          : Moch. Alfa Alfiansyah (ALF/200214606820)

Bridging Culture and Empowerment: The Research Collaboration of Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan

Bridging Culture and Empowerment: The Research Collaboration of Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan

In a world where cultural heritage and gender empowerment stand as pillars of societal development, the research collaboration between Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan from Universitas Brawijaya is a shining example of interdisciplinary exploration. Their joint research project, titled “Bale desa Preservation of Cultural Values and Women’s Leadership in Tengger, East Java, Indonesia,” conducted from April 3, 2023, to July 31, 2023, brings to light the multifaceted dynamics of culture and gender in the Tengger region of East Java, Indonesia.

The research focuses on “Bale desa,” a traditional Javanese village hall that serves as the epicenter of communal life and cultural preservation in Tengger. Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s collaborative efforts delve into how this cultural institution not only sustains age-old traditions but also empowers women to take on leadership roles within their communities.

Their research is significant on several fronts. Firstly, it sheds light on the pivotal role of “Bale desa” in safeguarding cultural values, rituals, and traditional knowledge that are at risk of fading away in the face of modernization. Secondly, it highlights how women in Tengger are assuming leadership positions within this context, breaking down gender barriers and creating a more inclusive society.

Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s collaborative approach ensures a comprehensive examination of this complex subject. They employ ethnographic research methods, conducting interviews and observations within the community, to gain a deeper understanding of the cultural significance of “Bale desa” and the evolving role of women in preserving and revitalizing their heritage.

This research collaboration is a testament to the power of academia to effect positive change in society. By studying the intersection of culture and gender, Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan provide valuable insights that not only contribute to academic discourse but also have the potential to influence policies and practices in East Java and beyond.

As the project progresses, it is poised to uncover stories of resilience, tradition, and empowerment that will undoubtedly resonate with a global audience. Dr. Lestari Setyowati and Dr. Sony Sukmawan’s dedication to this research collaboration exemplifies the transformative impact that such partnerships can have, offering hope for the preservation of cultural heritage and the advancement of gender equality in diverse communities.

en_USEnglish