Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Summer Course on Sastra Melayu 2026 selama empat hari, 22–25 April 2026. Program ini dilaksanakan dengan format hybrid (luring dan daring) serta diikuti oleh 141 mahasiswa asing dari Thailand, China, Malaysia, Pakistan, India, dan Sudan. Program ini dirancang dalam empat hari dengan empat jenis kegiatan utama yang berbeda, yakni seminar akademik, eksplorasi seni dan budaya, kunjungan lapangan, serta presentasi hasil pembelajaran.
Hari pertama difokuskan pada seminar akademik yang menghadirkan pembicara internasional dan nasional, antara lain Dr. Shivani Sivagurunathan, Andre Septiawan, Prof. Evi Eliyanah, dan Varavejbhisis Yossiri. Sesi ini memberikan landasan konseptual mengenai kajian sastra Melayu dalam perspektif global. Hari kedua diisi dengan kegiatan seni dan praktik budaya, meliputi pertunjukan tari tradisional, pembacaan dan musikalisasi puisi, pementasan teater, serta workshop pembuatan keramik gaya Melayu dan pelatihan gamelan bersama Prof. Ponimin. Pada hari ketiga, peserta mengikuti kegiatan lapangan (field trip) dengan mengunjungi Candi Singhasari, museum, serta desa binaan Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kontekstual mengenai keterkaitan sastra dengan sejarah dan budaya masyarakat. Hari keempat ditutup dengan presentasi kelompok peserta yang menampilkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan sertifikat.
Dekan Fakultas Sastra UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa program ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sastra Melayu di kalangan generasi muda. “Melalui skema hybrid dan keterlibatan mahasiswa dari berbagai negara, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang memperkaya perspektif global,” ujarnya..
Kegiatan Summer Course on Sastra Melayu 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi kajian sastra Melayu di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama akademik lintas negara di masa mendatang.