(0341)567475 [email protected]
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Gelar Cultural Camp untuk Tingkatkan Kesadaran Budaya

Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Gelar Cultural Camp untuk Tingkatkan Kesadaran Budaya

MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengadakan Cultural Camp sebagai bagian dari agenda tahunan Fakultas Sastra pada Kamis dan Jumat (15-16/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi UM di kancah internasional dan menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Dalam upaya ini, UM menghadirkan pembicara ahli serta mengundang peserta internasional untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya yang menarik.

Pada hari kedua acara, berlangsung loka karya budaya yang melibatkan narasumber dari University Sains Malaysia (USM). Loka karya ini dirancang untuk menyatukan mahasiswa internasional dan lokal melalui permainan yang dikembangkan oleh narasumber. Aktivitas ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang akulturasi budaya, yang sangat penting dalam konteks global saat ini.

Selama loka karya, para mahasiswa dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing terdiri dari mahasiswa dari berbagai negara. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari lagu dari negara asal mereka dan menggabungkannya menjadi sebuah koreografi tari yang harmonis. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kolaborasi.

Cultural Camp ini menunjukkan bagaimana pendidikan dapat menjadi tali penghubung untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya. Dengan kegiatan seperti ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG 4, yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat. Selain itu, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat global dengan pemahaman yang lebih baik tentang budaya lain. Dengan demikian, Cultural Camp menjadi langkah penting dalam mendorong interaksi dan saling pengertian antarbudaya di era globalisasi ini.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Kenalkan Budaya Batik Topeng Malang, U2BB 2025 Ajak Peserta ke LKP Soendari Wastra Wiyata Malang

Malang- Setelah rangkaian acara Universe to Bibliotheca, and Back (U2BB) 2025, Departemen Sastra Inggris sukses di gelar, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) dan University Sains Malaysia (USM) melakukan kunjungan ke LKP Soendari Wastra Wiyata hari Kamis (15/05) Pukul 14.00 di Malang. Kegiatan ini di dampingi oleh Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., Erli Wahyuningtyas Sudarmiati, S.Pd., M.App.Ling.,  Alma Huwaida Ramadhani, M.A., dan Para Panitia.

Setibanya di lokasi, para peserta disambut oleh Pak Sugik, seorang budayawan yang memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan batik. Beliau menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekadar produk, melainkan merupakan proses yang kaya akan makna dan nilai budaya.

Sibakhul Milad Malik Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pendamping, menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Malang, khususnya batik, kepada mahasiswa asing. Ia menambahkan bahwa Malang dikenal dengan batik topeng sebagai identitas budaya kota tersebut sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami dan melestarikannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan batik, di mana peserta diajak untuk memahami teknik dan filosofi di balik pembuatan batik. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba sendiri membuat batik, sehingga akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada budaya Jawa lainnya, seperti keris, yang merupakan senjata tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Mereka juga diperkenalkan gamelan sebagai alat musik trasional Jawa. Pengenalan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke toko batik, di mana peserta dapat melihat berbagai produk batik yang telah jadi dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai cara perawatannya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan apresiasi mahasiswa terhadap budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan yang harus dilestarikan.

Kegiatan membatik secara langsung memberikan pengalaman belajar yang praktis. Hal ini sejalan dengan tujuan SDG 4 untuk menyediakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Foto: Lila Almira

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

Jelajahi Manuskrip Kuno: Mahasiswa Sastra Indonesia UM Kunjungi Perpustakaan Ordo Karmel Malang

MALANG- Guna memperdalam Mata Kuliah Filologi, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang (UM) Angkatan 2024 mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada hari Jumat (09/05) di Perpustakaan Ordo Karmel, Santo Titus Brandsma, Malang. Kegiatan ini merupakan implementasi ilmu dari mata kuliah Filologi yang diikuti oleh 120 Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UM dan didampingi oleh Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum. dan Ahmad Junaidi, S.S., M.A., 

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi dan mengidentifikasi sejumlah naskah kuno dengan menggunakan berbagai pendekatan yang mendukung penelitian dalam bidang kesusastraan dan kebahasaan. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal objek penelitian.

Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan, kegiatan Kuliah Lapangan dengan mengunjungi tempat penyimpanan naskah bertujuan agar mahasiswa mengetahui secara konkrit ragam media naskah, bentuk tulisan naskah kuno, cara merawat naskah pun juga bisa diketahui secara langsung serta memotivasi mahasiswa untuk merawat naskah dan mengkaji isi naskah karena banyak nilai-nilai luhur yang bisa dipetik dari cerita yang ada dalam naskah. Selain itu, beliau juga berharap, dengan dilaksanakannya kunjungan ini generasi muda dapat melestarikan, mempertahankan naskah kuno sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ahmad Junaidi, S.S., M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah filologi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sebagai pengenalan langsung objek manuskrip kuno sekaligus menerapkan metode filologi dalam penelitian sastra maupun linguistik sehingga luarannya bisa dijadikan laporan berupa artikel.

Kunjungan mahasiswa Sastra Indonesia ke perpustakaan manuskrip kuno tersebut sangat relevan dengan SDG 4, karena mendukung tujuan pendidikan berkualitas, akses terhadap sumber belajar, peningkatan kesadaran budaya, dan pendidikan berbasis pengalaman. Kunjungan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk terlibat dalam upaya pelestarian dan promosi budaya lokal. Mahasiswa juga belajar dalam konteks nyata, yang dapat meningkatkan pemahaman dan retensi informasi.

Pewarta: Putri Wahyuni N

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s:  Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Sukses Luncurkan Produk Teatox (Teh Detox) melalui Seleksi Cagara”s: Inovasi Mahasiswa Fakultas Sastra

Malang- Cagara’s yang merupakan program dukungan kewirausahaan bagi mahasiswa Fakultas Sastra ini sukses memberikan inovasi yang luar. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang memiliki semangat dalam berwirausaha untuk mengembangan ide bisnisnya. Proses pengembangan produk ini dilakukan melalui seleksi proposal yang mengharuskan setiap peserta untuk mengikuti template dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh fakultas. Keberhasilan dalam proses ini bergantung pada sejauh mana peserta memperhatikan ketentuan yang diberikan.

Salah satu produk yang berhasil lolos seleksi dan mendapat pendanaan yaitu Teatox. Teatox merupakan inovasi teh detox yang mempunyai berbagai manfaat. Pengembangan produk Teatox ini diketua oleh Lovely Emeralda- Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2024 dengan 4 anggotanya serta di dampingi oleh Dosen Pembimbing Ibu Dhevy Olivia Firdaus, S.Pd., MTCSOL., dari Departemen Sastra Jerman. 

Teatox ini memiliki manfaat utama yang anfaat utama dapat membantu buang racun dalam tubuh, membantu turunkan berat badan, tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih ringan dan segar. Terdapat lima varian Teatox yang masing-masing varian memiliki manfaatnya sendiri sebagai berikut.

  1. Apple Cinnamon Tea:
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Menjaga Kesehatan Jantung
  • Menjaga Kadar Gula Darah
  • Menenangkan dan Menghangatkan

 

  1. Rosella Fresh Tea 
  • Menurunkan Tekanan Darah
  • Meningkatkan Imunitas
  • Membantu Detoksifikasi
  • Mencegah Penuaan Dini dan Menjaga Kecerahan Kulit

 

  1. Butterfly Pea Tea 
  • Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi
  • Menjaga Kesehatan Mata
  • Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan
  • Mendukung Kesehatan Rambut dan Kulit

 

  1. Lemonade Tea 
  • Meningkatkan Metabolisme
  • Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
  • Menjaga Berat Badan
  • Menyegarkan dan Menghidrasi Tubuh

 

  1. Minty Sereno Tea 
  • Membantu Meredakan Masalah Pencernaan
  • Memberikan Efek Relaksasi
  • Membantu Mengurangi Bau Mulut
  • Mengurangi Mual dan Sakit Kepala

 

Kurnia Aulia Syafitri, salah satu anggota dari produk Teatox menyampaikan harapannya kedepan, “Kami merasa sangat senang dan bangga atas pencapaian ini, meskipun prosesnya tidak mudah. Kami harus teliti dalam menyusun proposal dan anggaran dana, serta meluangkan waktu untuk memproduksi barang yang akan dipasarkan. Kami tidak hanya menjual di stan fakultas, tetapi juga mempromosikan produk melalui teman seprodi, lintas fakultas, dan universitas, serta di CFD Ijen. Kami berharap produk Teatox dapat dikenal dan diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, serta mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Kami juga berharap produk ini dapat terdaftar untuk sertifikasi halal dan BPOM.”

 

Penulis: Putri Wahyuni N

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

Studio Ukuchuma: Inovasi Kreatif Mohammad Dio Alianzyah Mahasiswa DKV Membuka Peluang Kerja

MALANG- Mohammad Dio Aliaznsyah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) semester 6 di Universitas Negeri Malang (UM), seperti mahasiswa pada umumnya yang mulai disibukkan pada penulisan skripsi. Namun, disisi lain juga fokus pada pengintegrasian wawasan teoritis dengan praktik industri dunia kerja. Di tengah dinamika ini, ia berperan sebagai Mentor Program Studi DKV, mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman tentang desain dan branding, serta menjadi bagian dari Tim Branding UM yang bertanggung jawab memperkuat identitas visual kampus sebagai cerminan nilai-nilai institusi.  

Di luar ranah akademik, ia menjadi bagian dari Ukuchuma Studio sebagai Founder dan CEO yang merupakan sebuah inovasi kreatif yang lahir dari kolaborasi antara visi artistik dan strategi bisnis. Studio ini telah berkembang pesat sejak Agustus 2024, bermula dari proyek ilustrasi mandiri hingga kini memiliki tim profesional beranggotakan 23 orang yang mencakup divisi Ilustrasi, 3D Animasi/Modeling, dan Desain Grafis. Melalui platform seperti Instagram dan LinkedIn, Ukuchuma Studio tidak hanya menjawab kebutuhan klien, tetapi juga menjadi penghubung antara inovasi kreatif dan solusi bisnis di berbagai sektor.  

Kisah pendirian Ukuchuma Studio mencerminkan semangat kewirausahaan yang adaptif. Bermula dari proyek freelance di platform global. Studio ini berkembang melalui kolaborasi dengan talenta-talenta muda berbakat. Dalam kurun empat bulan, kami berhasil menangani lebih dari 50 proyek multidisiplin, membuktikan bahwa fleksibilitas dan manajemen tim yang solid mampu menjawab kompleksitas permintaan pasar.  

Selain itu, Dio juga menjadi Graphic Design Specialist di PT. Solutive Inovasi Kreatif  dan Illustrator di Inspect History, ia mengasah kemampuan dalam merancang solusi visual yang berdampak pada projek-projek yang berkelanjutan. Pengalaman magang di PT. Kinarya Creative, Trivic Studio, dan Tim Branding UM semakin memperkaya perspektifnya tentang dinamika industri, sementara peran sebagai Manajer Graphic Design di Oh Be Shine mengasah kepemimpinan dalam mengarahkan tim kreatif.  

“Bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di dunia kreatif, kuncinya adalah menginisiasi aksi, bukan menunggu kesempatan yang menghampiri. Dengan membangun portofolio yang relevan, aktif berjejaring, dan berani mengambil peran di berbagai bidang, kita tidak hanya menciptakan nilai bagi diri sendiri, tetapi juga bagi ekosistem desain yang lebih luas.” Ungkap Dio dalam wawancara.

id_IDIndonesian